Kalo ada kejadian gini ini...apakah akan muncul juga dugaan2 bahwa
peristiwa ini di rekayasa? apakah masih akan muncul kambing hitam
kambing hitam dengan nama 'provokator,' 'pro-status quo,' �ngin
menggagalkan pemilu'  de...el..el,  de..es..be..??

Wallahu'alam
=====================================================================
Rabu, 28 April 1999

                       Pendukung Parpol Bentrok, 12 Rumah Rusak

                       Pekalongan, Kompas

                       Bentrok antarpendukung partai politik (parpol)
terjadi lagi di wilayah
                       Jawa Tengah. Kali ini melibatkan pendukung
Partai Kebangkitan
                       Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan
(PPP)
                       Pekalongan. Bentrok pertama terjadi hari Selasa
(27/4) dini hari
                       sekitar pukul 01.00 di Jl Urip Sumohardjo,
kemudian terjadi lagi pukul
                       06.30, di Simbang Wetan, Simbang Kulon, dan
Kradenan, Kodya
                       Pekalongan. Akibatnya, tidak kurang dari 12
rumah kader PKB dan
                       PPP rusak. Rumah milik Mansyur di Kradenan,
tidak saja dirusak,
                       tetapi barang-barangnya ikut dijarah.

                       Bentrok tersebut hingga petang hari masih
menyisakan ketegangan
                       di daerah Buaran. Ini mengakibatkan sejumlah
kader PPP belum
                       berani pulang ke rumah masing-masing. Mereka
memilih tidur di
                       kantor PPP Kodya Pekalongan.

                       Suasana Kota Pekalongan sendiri sudah berangsur
pulih, setelah
                       Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Letkol (Pol)
Ismu Haryono
                       mempertemukan pimpinan kedua parpol dari Kodya
Pekalongan dan
                       Kabupaten Pekalongan di Markas Kepolisian Resor
Pekalongan.
                       Pertemuan bertujuan menyelesaikan pertikaian
tersebut secara
                       kekeluargaan.

                       Kepala Kepolisian Wilayah Pekalongan Kolonel
(Pol) Taufiq Ridho
                       mengharapkan, kesepakatan yang dibuat kedua
pimpinan parpol
                       tersebut, bisa meredakan ketegangan antarkader
di tingkat bawah.
                       Sampai saat ini, katanya, tidak ada satu kader
pun dari kedua partai
                       yang dimintai keterangan.

                       Dalam pernyataan bersama yang dibuat kedua
parpol, antara lain
                       dinyatakan, jika kembali terjadi pertikaian
antarkader kedua parpol,
                       Polri diperbolehkan menindak tegas kader yang
diketahui berbuat
                       anarki. "Adanya pernyataan itu, polisi bisa
lebih leluasa menindak
                       setiap pelaku bentrokan yang menyebabkan
kerusakan maupun
                       korban," ujar Taufiq.

                       Rumah rusak

                       Bentrokan antarpendukung kedua parpol bermula
dari bertemunya
                       kedua kader partai di jalan sepulang mengikuti
pengajian yang
                       diselenggarakan di dua tempat terpisah. PPP
menyelenggarakan
                       acara di Desa Jenggot, Pekalongan Selatan,
sedangkan PKB di
                       Pondok Pesantren Rodhotul Hufad, Banyurip Ageng,
Pekalongan.
                       Pengajian berakhir sekitar pukul 23.00, hari
Senin.

                       Ketika mereka bertemu di simpang tiga jalan
Bendo, Buaran, massa
                       kedua parpol langsung terlibat saling lempar
batu. Pertikaian meluas
                       hingga perusakan 10 rumah milik pendukung PKB.
Bahkan, rumah
                       pengurus cabang PKB Pekalongan yang juga kantor
DPC PKB di Jl
                       Urip Sumohardjo ikut dirusak.

                       Bentrokan baru bisa diredam setelah petugas
pengendali massa dan
                       Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polwil Pekalongan
mendatangi lokasi,
                       dan berhasil membubarkan massa. Namun hari
Selasa pagi sekitar
                       pukul 06.30 bentrokan berlanjut, saat massa PKB
membalas dengan
                       merusak rumah simpatisan PPP. Akibatnya, dua
rumah rusak
                       termasuk rumah seorang pengurus DPC PPP di
Kradenan yang batal
                       dibakar, meski sempat diguyur bensin.

                       Pemicu

                       Pemicu peristiwa tersebut diduga buntut bentrok
Sabtu malam pekan
                       lalu, ketika simpatisan PPP kembali dari
pengajian mencabut
                       bendera PKB di pertigaan Prilanggu, Buaran,
Pekalongan Selatan.

                       Tindakan tersebut tidak diterima simpatisan PKB,
sehingga terjadi
                       ketegangan dan saling lempar batu. Waktu itu,
dua rumah milik
                       pengurus PKB Pekalongan rusak dan bentrokan
berakhir setelah
                       petugas datang.

                       Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB
Jateng Abdul Kadir
                       Karding menyesalkan kejadian tersebut, dan
pihaknya mengimbau
                       aparat keamanan di daerah tanggap atas kejadian
itu.

                       Kasus ini, kata Kadir, telah dilaporkan kepada
pihak yang berwajib
                       dan Panitia Pemilihan Daerah (PPD) I serta
panitia pengawas pemilu.
                       Sedangkan Ketua DPW PPP Jateng, HA Thoyfoer
menyatakan,
                       sudah memperoleh laporan mengenai insiden di
Pekalongan dan
                       minta agar aparat bertindak tegas bila ada massa
parpol yang sulit
                       dikendalikan.

                       Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jateng Brigjen
(Pol) Ansyaad Mbai
                       heran masih terjadi bentrok, padahal selalu
dilakukan dialog
                       antarparpol. Kepolisian hanya bisa mengamankan,
tetapi kuncinya
                       pada parpol sendiri, jelasnya. (who/son)
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke