Abstain? Banyak variannya bergantung dari mana kita melihat. Adalah hak Bung
Andi Pattiwael untuk tak memilih salah satu dari 48 parpol kontestan. Sikap
abstain ini juga mesti dihayati secara konsekuen dan konsisten. Maksudnya
siapapun yang memenangi pemilu Bung Andi sepatutnya menerima dengan lapang
dada. Mau protes? Silakan. Namun jika Anda berteriak-teriak menyoal
kehidupan bernegara kepada partai mayoritas ini berarti Anda sudah keluar
dari jalur abstain Anda.

Bagi saya pemilu kali ini sangat menentukan. Jika pemilu sebelumnya saya
masih bisa ngeles untuk tidak ikut (karena sudah ketebak pemenangnya), maka
kali ini saya mesti ikut menentukan partai mana yang bakal berkuasa. Jika
saya tak ikut (ternyata pemenangnya adalah juara bertahan) saya tentu akan
menyesal sekali.

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   Andrew G Pattiwael [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Wednesday, 28 April, 1999 9:56 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [Re: Mega oh Mega]

sifat pengecut?
saya pikir ini adalah satu pendirian, pendirian bahwa semua orang punya
pilihan...salah satunya adalah golput atau abstein
saya heran, bukankah negara indonesia (mau menjadi) negara demokrasi,
berarti semua pendapat seharusnya dihargai, biarpun itu adalah tidak akan
memilih. anda punya tuduhan adalah 'nyanyian' orde baru yang sering
selalu didengar (sampai bosen):
tidak patriotik, pengecut, munafik, komunis.....terusin sendiri...
sikap cuek? lalu orang-orang diatas yang terus berusaha mempertahankan
kekuasaannya dengan berbagai cara (menindas rakyat) anda sebut peduli?
karena orang-orang diatas inilah (contoh: Golkar) lebih baik tidak
memilih , daripada berdosa di akherat nantinya karena terus
mempertahankan kekuasaan yang sudah banyak membanjiri darah di indonesia
ini. pengecut?  terserah.... pendirian pribadi...sudah pasti.
Kenapa?  Golkar yang sudah jelas-jelas bersalah masih tidak bisa
bercermin bahwa 'mereka' harus minta maaf kepada rakyat
banyak. Masih mau memilih?! ya....terserah anda....negara ini negara
demokrasi. Dan bagi saya tindakan demokrasi yang akan saya ambil sekarang
adalah abstein.


Andrew


On Wed, 28 Apr 1999, Hadeer wrote:

>
> Kenapa banyak yang mau GOLPUT ?
>
> Saya pikir ini adalah sifat pengecut, sifat tidak mau berpegang kepada
> sesuatu (baca : Partai) yang diyakini kebenarannya, sikap tidak siap
> menerima kekalahan, sikap tidak siap dikritik, sikap cuek akan nasib
rakyat
> (karena udah keenakan di Amerika) ... memang nya Indonesia ini hanya
sampai
> 7 Juni 1999 saja.....Negara ini Insya Allah masih panjang jalannya ....
>
> Kalau dalam Pemilu ini menghasilkan Pemimpin TIDAK sesuai dengan apa yang
> saya pilih ... dengan "segala cara" saya akan menjadi "oposisi" ..... at
> least saya sudah coba untuk memilih Pemimpin yang saya mau... hasil akhir
> rakyat banyak yang menentukan ...... dan sekali lagi Jalan Masih Panjang
> .... :-)
>
> Hadeer
>
> ----------
> > From: Pandir Ontohod <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Re: Mega oh Mega]
> > Date: 27 April 1999 19:11
> >
> > Then, welcome to the club.........
> > GOL-PUT is for you.......
> >
> >
> > pandir
> >
> >
> > Andrew G Pattiwael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Biarpun Bapak saya orang Golkar, anti saya untuk memilih Golkar.
> > Saya lebih melihat kesalahan yang telah diperbuat oleh Golkar selama 32
> > tahun terakhir ini, bukan oleh Janji-janji MULUK yang keluar dari MULUT
> > Akbar Tanjung itu. Mau percaya ? sorry....bagi saya Akbar tanjung masih
> > tetap seperti pembual orde baru yang baru bangun kesiangan menyatakan
> > dirinya adalah reformis.
> > Mau tau solusi saya?  saya lebih baik TIDAK MEMILIH dalam pemilu ini.
> >
> >
> > Terima Kasih....
> >
> > andrew
>

Kirim email ke