In a message dated 4/27/99 8:08:43 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

>  Pandir: Lebih puas lagi kalo rakyat Indonesia yang menang..... wong PDI-P
>  menang ane tetep begini, Golkar menang ane juga begini :-D

Irwan:
Lha, partainya rakyat Indonesia itu apa ya, biar nanti saya ikutan milih...:)
Setahu saya dari 48 partai yg ngikut, ngga ada tuh partai rakyat Indonesia.
Rakyat Indonesia menang? Yang seperti apa sih yg dikatakan rakyat
Indonesia menang? Trus menangnya atas siapa alias siapa yg kalah?
Bila PDI-P menang anda yakin anda tetap seperti sekarang?
Ah, masa sih? Hmmm.....mudah2an ngga. Masa sih nanti anda
ngga tertarik untuk mengembangkan potensi yg anda miliki ditengah
iklim bisnis yg kompetitif dan fair. Selain itu juga tenaga buruh dihargai,
hukum dapat berfungsi seperti seharusnya. Kondisi lingkungan lebih
tenang karena soal2 SARA akan jauh berkurang.
PDI-P paling2 hanya bisa memberikan fasilitas dan kondisi yg memungkinkan
kita bisa mengembangkan kemampuan kita dalam kondisi yg fair,
selebihnya yg tergantung diri kita masing2, mau berubah atau ngga...:)


>  Pandir: Jika rakyat Indonesia mayoritas memilih Golkar lewat proses yang
>  demokratik, ape kita terus menyalahkan rakyat?

Irwan:
Rakyat tidak pernah salah. Kalau sampai pemilu sekarang ini
Golkar bisa menang, saya yakin ada yg salah dengan pemilu
sekarang ini. Wong kalau memang Golkar masih dipercayai
oleh rakyat kebanyakan, ngapain juga dong kemarin kita nurunin
Soeharto ramai2, khan ngga make sense jadinya, tepatnya
ngga konsisten. Tul ngga?.....:)

Golkar kalau mau ikut pemilu seharusnya jangan periode sekarang.
Saya lebih bisa terima kalau mereka ikutnya baru pemilu yg berikutnya
alias 5 tahun mendatang. Golkar sudah kebanyakan dosa.
Masa sih selama 32 tahun dipegang Golkar hasilnya jadi begini?
Mulai dari nol dan sekarang jadi minus, khan aneh tuh namanya.
Mana harta karun Indonesia sudah banyak yg "dirampok" oleh asing.
Negara2 tetangga udah pada kemana tahu, eh kita malah jalan mundur.
Wah, payah deh....:(

Pandir:
>  Kalo saya sih gol-put, nyang menang siapa bukan masalah, nyang penting
hasil
>  akhirnye rakyat nyang menang.......

Irwan:
Waduh, koq lagi2 keluar kata2 "rakyat yg menang"?
Rakyat yg menang itu yg seperti apa sih?...:)

Irwan:
>  Soal Megawati yg menolak ikut debat capres yg diselenggarakan oleh
>  mahasiswa2 ITB, UI, dan lainnya, menurut saya sah2 saja dia melakukan
>  hal tersebut. Dan saya percayai dia punya alasan sendiri untuk menolak,
>  apapun itu alasannya.
>
>  Pandir: alasan itulah nyang diperdebatkan oleh kita, kalo sekarang aja
penuh
>  teka-teki apa entar kalo jadi presiden nggak penuh teka-teki.....
>  Teka-teki emang sah-sah aja.......... dan ngomentarin juga sah-sah aja....

Irwan:
Memang sih ngomentari itu sah2 saja. Tapi khan sayang juga lho, dari pada
tenaga nulis dihambur2in untuk yg begituan mendingan dipake nulis untuk
ide2 yg lebih konstruktif. Itu kalau punya ide lho, tapi kalau memang bisanya
pada ngejelek2in atau nulis hal2 yg negatif orang per orang, ya mau dibilang
apa lagi.
Kita juga harus maklum dengan orang tersebut, namanya juga milis bebas.....:)


Irwan:
>  Mungkin saja Megawati melihat kegiatan debat capres saat ini kurang
>  tepat waktunya dan kurang memberikan manfaat lebih bagi kemenangan
>  partainya. Sepengamatan saya "target market" dari PDI Perjuangan
>  adalah kelompok rakyat kecil yg hidupnya susah, tertindas, dan
>  diperlakukan tidak adil selama ini. Dari pengajuan programnya pun
>  saya merasakan bahwa inti perjuangan PDI Perjuangan adalah
>  menegakkan kembali wibawa hukum yg selama ini telah diinjak2
>  disewenangkan. Dan saya setuju dengan ide tersebut karena
>  memang bagi saya inti permasalahan Indonesia selama ini karena
>  tidak berdayanya hukum.
>
>  Pandir: seandainya jawwaban ibu Mega seperti ini ketika menolak ajakan
debat,
>
>  pasti PDI-P bisa tambah pengikutnya, paling enggak saya :-D

Irwan:
Mungkin Megawati perlu mengangkat saya jadi salah satu penasehat
politiknya...:)
Tapi saya percaya banget koq kalau Megawati itu adalah sosok pribadi yg
punya kekurangan selain kelebihan yg dimiliki. Dia bukan manusia sempurna yg
tanpa salah. Ini yg saya yakini.



>  Pandir: kadang di dalam debat menunjukkan sikap kepemimpinan dalam waktu
> yang
>  seseorang ditekan oleh pihak lain(rasanya jadi pressiden bakal banyak
> tekanan
>  baik dimuka publik atao tidak), kalo cuman isi debatnya tanpa "rame-rame"
>  cuman bacain program ya mendingan bagiin fotokopi aja.... beres.... (dan
> kalo
>  cuman bacain program sih bukan debat tapi siaran berita ato jumpa fans)

Irwan:
Bagaimana komentar anda atas debat yg di UI kemarin?
Kalau ngga salah sempat terjadi "ramai2" dalam debat tersebut.
Saya cuma mengikut dari media online saja.
Saya pribadi cenderung melihat dari calon2 yg tampil kemarin
tidak ada seorang pun yg memenuhi kapasitas sebagai pemimpin/capres
berdasarkan bayangan/harapan saya. Tapi khan kita harus bisa memilih
dari calon2 yg ada plus dengan kekurangan2nya. Tapi saya percaya, calon2
yg tampil kemarin semakin hari akan semakin tampil lebih baik lagi sejalan
dengan berjalannya waktu. Pemimpin itu bukan lahir dalam satu hari.
Akan lebih bagus lagi kalau pemimpin itu sudah pernah mengalami
hantaman2 dan mampu bertahan dari hantaman2 tersebut. Syukur2 malah
bisa jadi besar setelah hantaman2 yg dialami. Dengan kata lain kepemimpinannya
sudah lulus uji....:)
Saya lihat Megawati sudah melalui tahap tersebut.



>  Pandir: paling nggak salah satunya ciri pemimpin, asal debatnya bukan debat
>  kusir....Partai gurem? rasanya sebelum bu Mega naik PDI juga cukup populer,
>  tapi emang bu mega lebi karismatik bila dibanding Guruh dan jelas sisi
>  keibuannya ada.......

Irwan:
PDI cukup populer sebelum Mega? Hmm...rasa2nya sih memang iya ya.
Wong waktu itu pilihannya cuma tiga koq, gimana ngga populer....:)
Seingat saya sih perolehan kursi PDI melonjak drastis setelah Megawati aktif
di PDI
(mohon dikoreksi kalau saya salah). Dan PDI dibawah pimpinan Megawati semakin
membesar dan semakin membahayakan sehingga tampaknya "pemerintah" perlu
mengambil tindakan segera menjegal Megawati. Kita sudah sama2 mengetahui
peristiwa PDI berdarah 27 Juli.

Irwan:
>  Seorang marketer yg baik seharusnya mengetahui target market dari
produknya.
>  Demikian juga dengan partai politik. Mereka harus mengenal kelompok
>  pemilihnya. Mereka harus
>  bisa mengidentifikasikan kelompok pemilih mana yg terbesar saat ini dan apa
>  yg mereka inginkan.
>  Rakyat jelata yg merupakan mayoritas di Indonesia saat ini tidak butuh
>  seorang capres yg jago debat.
>  Mereka butuh seorang presiden yg bisa membuat perut kenyang, bisa kasih
>  kerjaan, bisa memberikan
>  ketenangan lingkungan (kriminalitas rendah).
>
>  Pandir: Mungkin bukan perut kenyang, wong saya kenal dengan kader PDI-P
yang
>  rakyat jelata, dan bukan cari kekenyangan, tapi keadilan, kalo soal perut
>  kenyang jelas golkar lebih bisa bikin perut kenyang.  Banyak kader PDI-P
> nyang
>  nggak mampu, malah mereka nyang nyumbang tanpa pamrih (ini saya tau secara
>  pribadi) mereka siap perut kelaparan asal bisa memperjuangkan PDI-P. Ini
> yang
>  mesti dibalas oleh bu Mega dengan memerjuangkan rakyat agar mendapat
> keadilan
>  bukan perut kenyang... dan debat salah satu cara untuk mendapatkan lebih
>  banyak pengikut atau pemilih agar bisa memperjuangkan rakyat kecil........
> itu
>  kalo emang siap buat ikutan debat, kalo enggak siap ya mendingan enggak
> entar,
>  yang tadinya pemilih malah pada kabur :-(

Irwan:
Sebenarnya kata2 "perut kenyang" itu adalah adalah penggambaran saya
akan terpenuhinya kebutuhan fisik secara wajar (bukan minimum) yg didalamnya
memang mengandung unsul keadilan. Saya hanya mencoba menggunakan kata2
yg lebih sederhana, kata2 rakyat jelata....:)

Kalau memang benar apa yg anda sampaikan bahwa banyak kader PDI-P yg
menyumbang tanpa pamrih dan mereka siap perut kelaparan asal bisa
memperjuangkan
PDI-P ini untuk menang, saya sangat terharu. Menurut saya, mereka sedang
melakukan investasi yg tepat atas aset yg mereka yg miliki. Apa yg mereka
berikan
kepada PDI-P tampaknya mereka yakini akan mendapat hasil balik yg berlipat2
bila
PDI-P bisa menang pemilu. Mungkin karena mereka punya keyakinan yg tinggi
bahwa
satu2nya partai yg memperjuangkan secara konsisten nasib rakyat kecil seperti
mereka
saat ini hanya PDI-P saja. Menurut saya memang PDI-P hanya cocok bagi mereka2
yg peduli dengan kehidupan rakyat jelata. Karenanya saya sangat maklum sekali
kalau
ada yg tidak suka dengan PDI-P karena saya sadar bahwa masing2 orang punya
visi
yg bisa berbeda2. Mari kita maju sama2.

Irwan:
>  Saya pribadi memutuskan untuk memilih PDI Perjuangan dalam pemilu
mendatang.
>  Saya terkesan dengan kekonsistenan partai ini dalam membela nasib rakyat
>  kecil dan
>  mengembalikan fungsi hukum. Dua hal ini sangat sesuai dengan keinginan saya
>  pribadi.
>
>  Pandir: saya memutuskan untuk gol-put dan mendukung penuh pada kemenangan
>  rakyat kecil what ever partai apa nyang berkuasa, keberpihakanku hanya pada
>  rakyat kecil yang selalu tertindas...... dimana saja  tak hanya di
>  Indonesia.......

Irwan:
Saya menghargai pilihan pasif anda. Tapi saya percaya pilihan aktif anda
akan lebih membantu terwujudnya imipian anda. Mari kita berpihak pada rakyat
kecil
yg sering tertindas.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke