In a message dated 4/28/99 12:45:22 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Negara BOBROK adalah karena Pemimpin yang Korup, Arogan, Sombong DAN karena
> Rakyat mendiamkan Pemimpin atas semua yang terjadi....
Irwan:
Yang lebih mendasar lagi dari itu adalah lemahnya hukum.
Hukum tidak berfungsi secara seharusnya. Itulah yg menyebabkan
penguasa bisa merajalela. Sistem kontrol yg lemah dimana
sebagian anggota MPR dipilih berdasarkan pengangkatan oleh
presiden dan bukan dari pemilu. Karenanya kontrol terhadap
pemerintahan jadi lemah.
Hadeer:
> Saya, anda dan semua orang bersalah .... jangan karena sekarang sudah bisa
> teriak-teriak, tiba - tiba merasa diri paling benar ....
Irwan:
Mudah2an anda sadar apa yg anda katakan di atas....:)
Hadeer:
> Ciri - ciri mendiamkan pemimpin (baca : Mendewakan Pemimpin seperti MS)
> sedang terjadi di PDI - P .... MS sudah seperti Dewa .... pengikutnya sudah
> buta mata, pikiran, dan hati .... atau memang MS yang dibutakan pengikutnya
> supaya bisa dimanfaatkan .....
Irwan:
Tidak ada mendewakan Megawati. Megawati dipercayai memimpin
PDI-P karena pengikutnya punya keyakinan dialah yg dianggap
orang terbaik yg bisa memimpin Indonesia keluar dari masalah ini.
Seperti dalam posting terdahulu, saya terkesan dengan sikap
Megawati yg ingin mengembalikan fungsi hukum.
Hadeer:
> Kasihan MS .... saya benar - benar kasihan.....
Irwan:
Simpatisan PDI-P dan pendukung Megawati tidak membutuhkan
kasihan dari anda dan juga dari simpatisan partai lainnya.
Yang dibutuhkan adalah kerjasama anda semua untuk mengatasi
kemelut yg dihadapi Indonesia.
Hadeer:
> Saya akan menghargai PDI - P ...kalau ketua umum atau calon presidennya
> adalah Kwiek atau Laksamana Sukardi..... kenapa mereka takut tampil kedepan
> ??? .....
Irwan:
karena Kwiek atau pun Laksamana Sukardi bukanlah termasuk
tipe pemimpin. Mereka tipe pemikir khususnya masalah ekonomi.
Apakah seorang Einstein otomatis cocok menjadi presiden AS?...:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
(pemilih PDI-P, no. urut 11)