Ini ada sedikit tulisan dari "LUGAS" mengenai isi Buku
Putih.

hmmmmmm...Buku Putih itu ditulis pakai tinta hitam apa
putih sih?:-)

salam

Ali Simplido


******************************************************

Xpos, No. 16/II/2-8 Mei 1999
LUGAS

Buku Putih

Sebuah kelompok yang bernama Center for Banking Crisis
(CBC), Selasa (27/4) lalu di Gedung Bursa Gagasan
lantai 4, Mega Kuningan, Jakarta Selatan me-launching
sebuah "Buku Putih". Buku ini bukanlah sekedar buku
lantaran dalam peluncuran itu dihadiri pula oleh
politisi ternama, Amien Rais yang sebelumnya
menyebut-nyebut telah punya bukti usaha pemutihan
utang kroni Soeharto. Tapi buku itu berisi data
tentang skandal perbankan yang dilakukan 3 buah bank
dan
merugikan negara 75 triliun rupiah: penilepan dana
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Dengan cara, jual beli bank note secara backdated,
Pemilik BII Eka Tjipta meraup keuntungan pribadi Rp2
miliar selama dua minggu. Disusul permainan transaksi
derivatif US$250 juta dan rediskonto wesel ekspor pada
September 1988, US$2,5 juta.

Sebaliknya, BII melanggar pemberian kredit usaha ke
Eka Tjipta Grup. Disebutkan oleh CBC, penyaluran
kredit BII 75% ke Eka Tjipta Grup mengakibatkan kredit
macet perusahaan itu mencapai Rp13 triliun. BII telah
menyita jaminan aset perusahaan Eka Tjipta. Tapi
kepemilikan sita jaminan hanya dialihkan kepada
kenalan dekat Eka Tjipta.

Selain itu, Bank Danamon disebutkan telah memberikan
kredit Rp30 triliun, yang 50% disalurkan ke grupnya.
Dan 85% atau Rp 26 triliun merupakan pinjaman dari BI.
Tapi anehnya, Bank Danamon menyalurkan kredit baru ke
77 perusahaan fiktif (paper company) untuk membeli
saham Astra (19 perusahaan fiktif senilai Rp1.490
miliar), pengembangan kapling Jl Sudirman (53
perusahaan) Rp2.017,5 miliar, perluasan kuningan (5
perusahaan Rp618,9 miliar).

Selain itu CBC juga mengungkapkan pemberian kredit
lain ke grupnya seperti kredit kepada PT Kaliraya Sari
Rp 4.128 juta, PT Danamon Usaha Gedung, PT Kaliraya
Sari Divisi Rumah dan Gedung Rp4.400 juta, PT Danamon
Land Rp65 miliar, PT Gaterison Sukses Rp118,550 juta,
PT Danamon Usaha Pembiayaan Rp45,305 miliar. Hasil
investigasi menemukan pula BMPK ke PT Chandra Asri
Grup Rp2,884 triliun dan PT Raja Garuda Mas Grup Rp887
miliar.

Selain data itu juga diungkap sejumlah penyimpangan
dua bank beku operasi, yakni Bank Aspac dan BDNI.

Fakta-fakta yang diungkap CBC itu sekali lagi,
merupakan keprihatinan kita bersama. Sebuah lembaga
yang selama ini kerahasiaannya dilindungi hukum,
ternyata justru disalahgunakan. (*)

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com

Kirim email ke