Dari pertengkaran mengenai PER, ini ada tanggapan dari Wardah
thd surat Justiani (yg kemarin diforward oleh seorang rekan kita).

Oya, kali ada yg pengen baca ulasan KKG tentang Negara, BUMN, dan
Hotel berbintang. Ini ngomongin apakah atau bagaimana pemerintah
mengelola perusahaan (organisasi produksi dan distribusi goods&services)

http://kompas.com/kompas-cetak/9905/17/UTAMA/kkg01.htm



'---------------
Tanggapan atas surat Sdr. Justiani

Anda telah menanggapi pernyataan saya di Kompas tentang PER dan saya
harus menjelaskan posisi saya dalam melihat masalah PER ini.

Pertama, tentang dana ADB. Informasi yang saya punya dan diambil dari
berbagai  sumber kantor pemerintah dan media massa menyebutkan bahwa
dana untuk program ekonomi kerakyatan, di mana PER menjadi ujung
tombaknya, berasal dari berbagai dana hutang ke berbagai lembaga moneter
internasional, ADB salah satunya. Dengan demikian, agar pernyataan anda
bahwa dana PER sepenuhnya swadaya masyarakat dapatdipertanggungjawbkan,
sebaiknya anda mengumumkan ke  masyarakat luas secara jujur dari mana
saja dana untuk PER berasal. Saya rasa anda juga perlu membuka diri pada
external auditor yang independen untuk memeriksa dari mana saja dana
berasal, dan mengumumkan ke masyarakat luas hasil audit yang dilakukan.

Kedua, dalam komentar di Kompas saya sama sekali tidak memberikan
komentar atau kritik tentang konsep PER yang anda jelaskan sangat
panjang lebar dalam surat anda. Apa yang saya kemukakan adalah bahwa
data lapangan yang saya punyai, yang dikumpulkan oleh kawan-kawan
kampung dan jaringan NGO UPC di wilayah- wilayah Indonesia menunjukkan
bahwa program tersebut digunakan baik secara halus ataupun kasar (overt
dan covert) untuk mendapatkan dukungan suara bagi Partai Daulat Rakyat
dalam Pemilu nanti. Saya rasa hal ini yang perlu anda jawab dan buktikan
ketidak-benarannya.

Urban Poor Consortium (UPC) percaya bahwa untuk memulai langkah menuju
Indonesia Baru, kita semua harus membebaskan diri dari cara pandang,
cara pikir dan praktek berpolitik yang mengabaikan etika. Artinya,
praktek-praktek bermasyarakat dan bernegara yang manipulatif, tidak
transparan dan penuh KKN sebagaimana berlangsung selama Orde Baru harus
dihentikan. Dengan pertimbangan realistis bahwa Pemilu adalah salah
satu, jika bukan satu-satunya, harapan untuk perubahan yang lebih baik,
maka UPC menyatakan agar partai manapun, tidak terkecuali PDR, yang
melakukan praktek-praktek semacam itu harus didiskualifikasi dari
kesertaan dalam Pemilu. Kita tidak mungkin memulai langkah ke arah
Indonesia Baru yang lebih transparan dan adil, di mana rakykat
berdaulat, dengan tetap melakukan praktek-praktek berpolitik yang kotor.

Tuduhan Anda bahwa saya telah digunakan sebagai corong oleh kelompok
elit kecil untuk kepentingan politik mereka, sama sekali tidak benar.
Reaksi yang saya berikan hanyalah berdasarkan bagaimana rakyat bisa
mengalami Indonesia Baru sebagai cakrawala yang memang sungguh-sungguh
menjadi niat bersama kita untuk menegakkannya. Mengulangi sakit hati dan
luka mereka selama ini, tidak ada alasan untuk terjadi kembali.

Wardah Hafidz
Koordinator
Urban Poor Consortium/Konsorsium Kemiskinan Kota

Subject: Fw: FITNAH DISEBAR LEWAT KOMPAS-HAK JAWAB TIDAK DIMUAT
Date: Thursday, May 13, 1999 8:17 AM

Perihal:    FITNAH DISEBAR LEWAT KOMPAS,
                 HAK JAWAB TIDAK DIMUAT,
                 MOHON SARAN DAN BANTUAN HUKUM,
                 KAMI BERMAKSUD MENSOMASI FITNAH TSB
Lampiran: Surat Pembaca yang dikirim ke KOMPAS, 6 Mei 1999


SURAT PEMBACA

Wardah Ngawur soal PER

Kompas, Kamis 6 Mei 1999 memuat komentar Wardah Hafidz seputar JPS dan
kepentingan Politik seperti tertulis sbb:  "....Tetapi Partai Daulat
Rakyat banyak menggunakan dana Asian Development Bank (ADB) yang
diperuntukkan pada Pos Ekonomi Rakyat (PER).". Saya sangat terkejut
membaca komentar itu. Sebagai member of scientific staff dari
NortelNetworks-Montreal yang sedang mengambil cuti melahirkan, dan
menjadi Network Advisor of CITN (Canada Indonesia Technology Network)
yang diperbantukan pada Kantor Kordinasi Nasional Pos Ekonomi Rakyat
sejak awal digelarnya gerakan itu, saya perlu menyampaikan fakta tentang
PER agar fitnah yangdisebarluaskan oleh Wardah tidak keburu meracuni
masyarakat demi kepentingan politik sekelompok kecil elite yang
menggunakan Wardah Hafidz sebagai corong politik mereka.

Singkat tentang sejarah lahirnya PER. Dari serangkaian diskusi panjang
tentang bagaimana harus membangun masyarakat bisnis yang  diturunkan
dari slogan Ekonomi Kerakyatan, CITN yang bergerak di  bidang management
and technical assistance (dukungan manajemen  dan teknis) bagi Usaha
Kecil Menengah (UKM) dan jaringan masyarakat  (people networking)
melalui jaringan teknologi informasi (IT networking)ikut memberikan
kontribusi pengalaman dan keahlian terkait yang juga sudah dan sedang
direalisasikan di banyak negara di Amerika Utara,  Eropah, dan Afrika.

Hal mendasar untuk dibenahi adalah redistribusi aset produktif yang adil
dan merata bagi masyarakat bisnis secara keseluruhan. Aset  pertama
adalah modal usaha. Melalui 17 skema kredit untuk Koperasi  dan Usaha
Kecil Menengah, aliran uang (flow of money) yang selama  ini 85 %
terkonsentrasi di Jakarta, kini diusahakan untuk menjangkaukepada
masyarakat bisnis di seluruh pelosok tanah air.

Kebijaksanaan ini lantas perlu didukung oleh redistribusi aset
berikutnya, yaitu aset informasi yang harus bisa dijangkau oleh
masyarakat luas. Tanpa adanya pembenahan aliran informasi (flow  of
information), aliran uang ke masyarakat tidak bisa dikontrololeh
masyarakat, sehingga kebocoran bisa dengan mudah terjadi  karena
infrastruktur tidak mendukung.

Dengan pembenahan kedua hal tersebut, yaitu "flow of money" dan  "flow
of information" maka diharapkan secara alami tumbuhnya  "flow of goods"
(aliran barang) dalam bentuk perdagangan antar  desa dan antar daerah
berdasar pada potensi dan komoditi unggulandaerah masing-masing. Dengan
demikian diharapkan masyarakat bisnis  berkembang secara merata dan
kompetitif di seluruh pelosok tanah  air sesuai dengan keunggulan daerah
masing-masing.

Dalam rangka pembenahan arus informasi tersebut, perlu dibangun  di
seluruh Indonesia, Pos Ekonomi Rakyat (PER) secara partisipatif  oleh
masyarakat bisnis berbagai tingkatan, yang memiliki visi ke  depan serta
mampu melihat peluang-peluang usaha yang bisa tumbuh  dengan
kebijaksanaan ekonomi kerakyatan itu.

Tugas PER ini untuk mendampingi rakyat agar mereka mendapat akses
informasi, baik informasi pasar, informasi perkreditan, informasi
teknologi, dukungan konsultasi usaha, dll. yang relevan buat kebutuhan
masing-masing daerah. Jumlah PER yang akan dibangun diperkirakan
berjumlah sekitar 4721 buah, dimana satu dengan yang lain akan
dihubungkan secara elektronis melalui jaringan teknologi informasi
(internet). Dengan demikian, jaringan PER diharapkan menjadi
infrastruktur bagi dunia usaha masyarakat Indonesia Baru yang  adil dan
merata.

Dari pandangan dunia usaha, kebijaksanaan Skema Kredit bersama Pos
Ekonomi Rakyat merupakan upaya untuk membuka peluang-peluang usaha  baru
di seluruh pelosok tanah air yang perlu disambut dengan berbagai
keahlian di berbagai bidang. Itulah sebabnya, sudah banyak pihak,
terutama masyarakat bisnis, yang memberikan dukungan secara kongkrit.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

PT Pos Indonesia, misalnya,  yang sudah memiliki jaringan fisik
kantor-kantor pos sampai ke pelosok tanah air, ditambah dengan  jaringan
elektronis (internet) Wasantara-Net,  bisa membuat  masyarakat kita
terhubung dengan dunia. Contoh kongkrit layanan  yang dibuat PT Pos
adalah para TKI/ TKW di Arab sekarang bisamengirim uang melalui credit
card dari Arab sana, dan hasilnya  berupa weselpos yang diantar ke rumah
mereka di desa secara  rutin tiap bulan. Bank-bank juga membuka PER
karena untuk  penyaluran berbagai skema kredit semacam KUT, Kkop, KKPA,
dll. itu berarti mereka akan bisa ikut putaran uang yang sampai ke desa.

Memang disadari bahwa harga telekomunikasi masih terlalu mahal,
kualitas sumber daya manusia masih sangat lemah, disamping  persaingan
yang ada sudah sangat ketat, namun pembangunan  infrastruktur usaha
semacam Kebijaksanaan Skema Kredit (flow of money) bersama dengan
Kebijaksanaan Pos Ekonomi Rakyat  (flow of information) sudah tidak bisa
ditunda lagi.  Siapapun yang menginginkan Indonesia Baru yang lahir
kembali,  perlu secara bersama-sama mendukung dan mengimplementasikan
suksesnya kebijaksanaan tersebut.

Dalam waktu kurang lebih dua (2) bulan sejak diluncurkannya,  sekarang
sudah terbentuk sekitar 2100 PER tersebar di seluruh  Indonesia. Dari
jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang  memiliki fasilitas komputer
dan alamat Internet (Email Address). Jumlah ini akan terus ditingkatkan,
disamping juga kualitasnya  terus diupayakan meningkat melalui berbagai
pelatihan teknologi  informasi bersama dengan jaringan-jaringan
masyarakat yang sudah  ada di lokal masing-masing untuk memanfaatkan
jaringan elektronis  itu. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia
Baru nantinya  adalah Indonesia yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN) karena masyarakat secara langsung terlibat dalam proses
pembangunan (community-based planning hingga community-based
monitoring) melalui partisipasi yang setara dan tidak birokratis.

Bahkan dalam lokakarya JPS, yang juga dihadiri oleh Wardah dkk,  saya
menawarkan agar infrastruktur PER yang kurang lebih sudah  menjangkau
berbagai jaringan masyarakat melalui internet ini  untuk digunakan
sebagai sarana monitoring JPS. JPS dengan  perangkat birokrasi Orde Baru
tentu saja tumpang-tindih,  berat di birokrasi sehingga masyarakat
tinggal kebagian  sedikit serta bocor disana-sini karena tidak
menggunakan  "internet milik jaringan masyarakat" (community-based
management thru internet) yang ramping dan efisien sebagaimana
ditawarkan oleh PER.

Dari pengalaman selama ini, saya memaklumi kalau Wardah tidak  bisa
menangkap peranan sentral infrastruktur PER untuk  mendukung
protes-protes yang selama ini dia sampaikan  di media massa seputar
kebocoran dana, sebagaimana saya memaklumi bagaimana mulai dari staf
World Bank, lembaga-lambaga donor, menteri, dirjen, dan pejabat-pejabat
pemerintah yang saya  temui, ada yang berpandangan ke depan dan
mendukung paradigma baru  demokratisasi lewat internet, tetapi  banyak
juga yang tidak"kesetrum" sama sekali terutama mereka yang ketakutan
bahwa  penyelewengan yang mereka lakukan selama ini akan dapat
tertelanjangi oleh jaringan masyarakat PER.

Mengenai dana ADB, kami sama sekali tidak tahu-manahu. Kami justru
ingin bertanya kepada Wardah, agar bisa memberikan nama kontak person
dari ADB, jangan-jangan memang ada dana ADB untuk PER tapi tidak pernah
sampai, mungkin nyangkut di birokrasi, yang memang perlu dibongkar.
Selama ini pendanaan adalah sepenuhnya swadaya masyarakat, beberapa  ada
sumbangan perangkat komputer ke PER-PER di daerah-daerah dari bank
teknis yang menganggap penyaluran kreditnya cukup sukses. Status
terakhir,  PT Freeport bermaksud menyumbang perangkat komputer untuk
PER-PER  di Irian Jaya.

Ini adalah sebuah perjuangan yang berat buat Indonesia,  apalagi harus
menghadapi era globalisasi dengan pesaingan  yang ketat. Kalau
masyarakat bisnis Indonesia tidak dipersiapkan dengan baik, kemungkinan
besar masyarakat  Indonesia akan hanya menjadi penonton persaingan
bisnis  di tanah air sendiri. Semoga pejuang-pejuang seperti Wardah
memiliki kebesaran hati untuk tidak hanya  memikirkan kepentingan
politik  pribadi, misalnya saja  seperti disebut-sebut oleh Wardah,
Partai Daulat Rakyat, yang barangkali sedang dicorongi oleh Wardah agar
PER diklaim  sebagai komoditi politik PDR semata.

Justiani
Network Advisor CITN (Canada Indonesia Technology Network)
diperbantukan pada
Kantor Kordinasi Nasional Pos Ekonomi Rakyat  Telp: (021) 5299 2703,
5299 2942,
527 9480  Fax : (021) 522 0846  Email: [EMAIL PROTECTED]

--
Salam,
Jaya


--> I disapprove of what you say, but I will
    defend to death your right to say it. - Voltaire

               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke