In a message dated 5/20/99 1:23:55 AM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:

> Lantas gimana dengan rencana "koalisi" PK dengan PUDI dan PRD?  Tiga partai
>  ini sering diklaim sebagai ''partainya anak muda''. Tapi bila benar mereka
>  akan beraliansi, ini sebuah terobosan menarik. Bagi koalisi 3 raksasa
> sebelum
>  ini-- PKB, PAN, PDI-P kemungkinan tersebut, boleh jadi, cukup menguatirkan.
>  Nggak bisa ngebayangin partainya para orang tua dan mapan itu
'kebingungan'.
>  Tiga partai ortu dan mapan lainnya yakni  Golkar-PDR-PPP sudah terdengar
>  ingin merancang aliansi pula. Untuk yang ini, tak ada yang bingung lah.
>
>  salam,
>  ramadhan pohan
>  (penyimak)

Bung Ramadhan, saya ini bukan penyimak profesional. Berikut ini adalah
komentar saya atas pengamatan pribadi dari jauh.
Menurut saya apa yg anda katakan bahwa PKB, PAN, PDI-P sebagai partainya
para orang tua dan mapan (saya artikan dalam pengertian ekonomi) itu jauh
dari
kebenaran lapangan.
PDI-P itu sudah dikenal sebagai partainya orang kecil, orang2 susah
ekonominya,
partainya orang2 yg merasa hak2nya diperlakukan tidak adil semasa orde baru.
Makanya saya ngga kaget lagi kalau suka mendengar kata2 bahwa PDI-P itu
partainya para supir bus, supir becak, supir mikrolet, supir bajaj, supir
ojek,
pemulung, dan kelompok2 masyarakat kurang beruntung lainnya.
Pelabelan ini sudah cukup mengakar dimasyarakat termasuk para pengamat.
Nah, karenanya atas dasar apa anda sampai menggolongkan PDI-P sebagai
partainya orang mapan?
Lalu mengenai pengelompokan anda bahwa PDI-P sebagai partainya orang tua,
ini juga atas dasar apa? Apakah memang anggotanya PDI-P semuanya orang tua?
Lha, itu yg dilapangan kalau lagi kampanye atau temu kader yg kebanyakan
orang2 muda apa ngga masuk dalam simakan anda?
Saya melihat PDI-P itu berisikan campuran, baik itu masyarakat yg kurang
beruntung
atau pun yg sudah beruntung yg bisa dikategorikan mapan. Juga beranggotakan
orang2 tua dan juga orang2 muda. Mungkin ciri khas di PDI-P ini, orang2 mapan
yg bergabung di PDI-P sepengamatan saya punya cita2 perjuangan yg sama dengan
cita2 perjuangan PDI-P yg merasa rakyat kecik, rakyat kurang beruntung, perlu
dibela dan diperjuangkan kehidupannya.

Untuk PAN pun saya lihat penyebutan anda sebagai partainya orang tua dan mapan
itu juga tidak tepat. PAN yg saya tahu lebih dikenal sebagai kelompok
akademisi yg
yg ingin melakukan perubahan2 dan pembaharuan2. Semangat mereka begitu
menggebu
akan hal tersebut. Lha, yg punya semangat2 menggebu seperti itu khan biasanya
ada dikalangan orang muda.

Khusus untuk PKB, kategori partainya orang tua mungkin ada tepatnya walau
saya masih ragukan mengingat dalam PKB juga banyak orang mudanya. Hanya
saja cara berpikir mereka yg mungkin kalau dilihat dari luar kelihatan tenang
dan kurang menggebu2 seperti layaknya orang tua. Hal ini mungkin karena
apa yg mereka perjuangkan itu termasuk sederhana yaitu mereka ingin
tercipta kedamaian di Indonesia. Tidak lagi terjadi pembantaian2, perang
agama,
dan sejenis yg kalau diperhatikan bisa jadi karena keberhasilan golkar dimasa
lalu dalam memanfaatkan agama sebagai kendaraan politik dan pelanggengan
kekuasaan. Mereka mungkin termasuk yg percaya bahwa suasana damai
adalah syarat mutlak untuk melakukan pembangunan yg berkesinambungan.
Untuk kemapanan, ah saya lihat justru banyak anggota atau pendukung PKB,
kalau
boleh saya identikan dengan warga NU, masih termasuk yg kelas bawah.

Mengenai hal membawa2 agama sebagai kendaraan politik, saya sepakat
bahwa hal ini tidak bijaksana. Lebih parah lagi kalau simbol2 agama
dibawa2 dalam melakukan kampanye pemilu atau dijadikan alat
memperoleh suara yg banyak. Agama itu suci, jangan dikotori oleh kepentingan2
partai. Coba deh kita bayangin kalau banyak partai, katakanlah partai KKK,
LLL,
MMM, dan NNN, yg membawa2 satu agama,  katakanlah agama "A", sebagai alat
perjuangan mereka meraih suara.
Nah, bukannya ini malah jadi bikin bingung orang yg agamanya "A", mau
pilih yg mana nih (ini dengan asumsi orang itu akan memilih partai
hanya berdasarkan sentimen agama). Khan kita ngga bisa bilang kalau
LLL itu dalam menjalankan atau memperjuangkan agama "A" lebih baik
dari partai KKK. Trus yg lainnya lagi bilang partai MMM yg paling baik
dalam memperjuangkan agama "A". Wah, kalau udah begini khan jadi
terbuka konflik2 yg seharusnya ngga perlu terjadi.
Karenanya jargo2 seperti "A agamaku, MMM pilihan ku" menjadi slogan2
yg jauh dari bijaksana. Semoga masyarakat kita2 bisa menjadi lebih bijaksana
untuk tidak menjadikan agama sebagai alat politik.
Cukup sudah orde baru melakukan kesalahan itu yg berakibat fatal
bagi generasi kita. Jangan biarkan generasi kita berikutnya dijejali
pemikiran2 sempit seperti itu.
Saya mendukung apa yg sedang diperjuangkan oleh PKB dalam
membenahi Indonesia dari penyakit ini.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
Pendukung kerjasama PDIP, PKB, dan PAN
demi kebaikan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Kirim email ke