Persis dengan dugaan saya .... :-)

Hadeer


============================================


PPP, PAN, dan PK Teken Kesepakatan
Tak Calonkan Habibie dan Tekuk Golkar
Reporter Hestiana Darmastuti

detikcom, Jakarta. Kesepakatan tiga partai, PAN, PPP, dan PK akhirnya ditandangani tepat pukul 14.45 oleh ketiga pimpinan mereka. Selesai teken di naskah, Amien Rais, Hamzah Haz, dan Nur Mahmudi menyatakan: 'Ini untuk Melipat Golkar'.

"Kespakatan ini tidak menyaingi dan tak berkomptisi dengan yang lain. Ini juga tidak kontradiktif dengan kesepakatan yang dilakukan PAN, PKB, dan PDI Mega yang dikenal dengan pernyataan Paso," kata Amien kepada wartawan, di ruang Kirana Hotel Kartika Chandra, Jumat (21/5/1999) siang.

Menurut Amien, kalau saja suara lima partai dikumpulkan (PAN, PKB, PDI Mega, PK, dan PPP) akan mendapatkan suara sekitar 65 %. "Mungkin Golkar dapat 9,7 persen saja. Saya rasa itu sudah cukup. Kita anak bangsa dapat berjalan bersama, kecuali dengan Golkar yang masih sulit."

Setelah penandatanganan kesepakatan, dan pembacaan enam butirnya dan jumpa pers, acara ditutup dengan doa oleh Alwi Shihab. Alwi adalah salah satu ketua PKB dan tokoh penting dalam deklarasi Paso. Sebab, di rumahnya komunike bersama PKB, PAN dan PDI Perjuangan dilakukan minggu lalu.

Dalam jumpa pers tersebut, ketiga tokoh partai duduk bersama secara berdampingan. Amien memakai jas warna hitam, juga Nur Mahmudi Ismail. Sedang Hamzah Haz memakai jas partai warna hijau. Kesepakatan itu menelorkan enam butir penting. Dan ketiga tokoh itu secara tegas menyatakan bahwa partai mereka tak akan mencalonkan Habibie dalam pemilu mendatang.

"Ketiga partai ini tak mendukung Habibie jadi presiden, tapi coba untuk menekuk Golkar," katanya. "Mungkin istilah menekuk itu terlalu kasar, tapi melipat Golkar begitulah," tambahnya yang disambut senyum pengunjung. Pertemuan itu juga dihadiri banyak pengurus dan simaptisan ketiga partai besar tersebut.

Hamzah dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kesepakatan tersebut dibuat dengan jelas, dan PPP sendiri akan menjalin kerjasama bukan hanya dengan kelompok Islam tapi juga lain yang punya platform dan visi yang sama di bangsa ini. "Dengan tegas saya membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa PPP akan mencalonkan dan mendukung Habibie sebagai Presiden. Tapi sudah jadi kesepakatan bersama dalam partai kami, bahwa presiden dan wapres harusdari PPP sendiri, bukan dari partai lain."

Sementara Presiden Partai keadilan (PK) Nur Mahmudi Ismail menyatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani itu dilakukan karena dinilai sesuai dengan platform PK. "Saya berharap ini akan menjadi perekat umat dan bangsa," jelas Nur Mahmudi.

Setelah mengucapkan sepatah dua patah kata, Nur Mahmudi lantas membacakan enam butir kesepakatan tiga partai tersebut.

PAN, PPP, dan PK menyatakan sikap bersama; 1. Kami bertekad mengemban amanat tanggungjawab bersama untuk memelihara persatuan nasional dan mewujudkan pemilu 7 Juni yang jurdil, aman tanpa kekerasan dan kerusuhan.

2. Kami bertekad mendesak agar pemilihan presiden dan wapres dilakukan selambat-lambatnya tiga bulan setelah Pemilu 7 Juni dengan didahului oleh peresmian anggota DPR terpilih hasil pemilu tersebut.

3. Kami bertekad mendorong pembentukan koalisi dengan kekuatan politik reformasi yang memiliki agenda dan prestasi reformasi yang jelas transparan dan dapat berfungsi mewujudkan Indonesia baru yang maju sejahtera dan mendapat ridho Allah swt.

4. Kami bertekat mendorong pemerintahan baru yang baik hasil pemilu yang dipercaya rakyat dan legitimate dan mengacu pada agenda reformasi dalam tatanan kehidupan kebangsaan yang demokratis dan bebas KKN

5. Kami bertekad menggalang semua kekuatan nasional untuk menghalau dan menyingkirkan segala bentuk halangan dan gangguan oleh kekuatan anti reformasi yang hari ini masih aktif. Kekuatan itu masih tega menjalanakan agenda yang mengorbankan kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

6. Kami menyerukan segenap jajaran PPP, PAN dan PK di seluruh penjuru tanah air dan seluruh kekuatan reformasi nasional untuk sukseskan pemilu 7 Juni dengan cara memantau mengawasai dan mencegah segela bentuk kecurangan dan kekerasan dalam pelaksanannya.

Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999

Kirim email ke