Salam, Wah, tampaknya Permias DC yang dimotori David Hutagalung dan "Sang Teknokrat Sufi" Priyo harus dari sekarang siap-siap. Kalau saya enjoy saja-- apalagi digelar di DC-- yah tinggal lenggang kangkung tok. Sebagai penyimak pinggiran, harapan saya Seminar dalam Kongres Permias nanti bisa lebih baik atau paling tidak menyamai apa yang dilakukan Permias Madison, bulan lalu, dimana peserta membludak sekitar 650 orang. Buktikan bahwa mahasiswa Indonesia di AS lebih waras dibandingkan para politisi di Gedung DPR/MPR Senayan hasil Pemilu Juni 1999. Maklum, Jakarta kan sumpek, penuh keriuhan, dan menyemburkan hawa pengap kebusukan politik. Sedangkan di AS, para mahasiswa agak terbebas dari segala hiruk-pikuk dan carut-marut politik tanah air. Sehingga buah pikirannya, ehm, lebih murni, strategis dan membumi. Sekaligus membuktikan pemikiran orang-orang muda lah yang sebenarnya lebih relevan mengisi dan menjalankan Reformasi Total. Bukan kepada orang-orang tua yang kebanyakan seperti sudah stagnan, mapan (merasa sudah sampai, dan tidak suka inovasi) dan lebih banyak dosa sosial-politik itu. Ah, kadang-kadang saya memang begitu berharap. Ah, kadang-kadang aku pun jadi dicap sadis. Tak problem lah. salam, ramadhan pohan (penyimak pinggiran) & & & & In a message dated 5/21/99 2:40:43 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] writes: << Mas Priyo, Sekedar masukan ringan untuk Kongres Permias sebagai bagian dari upaya mendemokratisasikan sistem politik Indonesia: 1. Sebaiknya waktu Kongres dan Seminar Nasional tahun ini dilakukan sebelum SU-MPR (yang menurut jadwal adalah akhir Agustus 1999), sehingga hasilnya dapat disampaikan untuk bahan SU tersebut. 2. Disamping memberikan hasil seminar itu kepada DPR dan MPR sebagai lembaga, seyogyanya hasil itu juga diserahkan langsung kepada anggota DPR yang mewakili DKI Jakarta. Alasannya, wilayah pemilihan luar negeri secara keseluruhan (termasuk US) dihitung sebagai wilayah pemilihan DKI Jakarta. Sehingga wakil kita di DPR adalah mereka yang mewakili wilayah pemilihan DKI Jakarta. 3. Berkaitan dengan butir 2 di atas, mungkin PPLN dapat mengumumkan nama-nama caleg dari DKI Jakarta, sehingga para pemilih di US tahu profil calon wakil-wakilnya. Kalau nanti ternyata Pemerintah, Menteri tertentu, DPR atau lembaga manapun di RI tidak menunjukkan kinerja yang baik pada era pasca-pemilu, maka kita tahu kemana harus menyalurkan protes itu. 4. Kepada para wakil-wakil partai yg sedang menjalankan kampanye, mungkin sudah saatnya anda mengkampanyekan juga caleg dari DKI Jakarta dari partai anda kepada para pemilih di US, tidak melulu calon Presiden (yang sebenarnya justru dipilih oleh MPR, bukan dipilih langsung oleh rakyat). Seperti di US, kalau suatu daerah (baca: konstituen) merasa tidak puas terhadap suatu masalah tertentu, maka ketidakpuasan itu disalurkan melalui anggota Kongres dari distrik atau negara bagian itu untuk disampaikan kepada eksekutif (baca: Pemerintah), bukan langsung dari konstituen kepada Presidennya. Dan kalau anggota legislatif itu tidak dapat menjalankan kerjanya dengan baik dalam menampung dan menyalurkan aspirasi konstituennya, maka pada periode pemilihan berikutnya jangan harap dapat dipilih kembali. Salam Mahendra Siregar Priyo Pujiwasono wrote: > Salam Kongres Permias! > BUng Madhan: > Lho...bacanya yang teliti dong. Disitu khan disebut-sebut Permias DC akan > jadi host untuk acara Kongres & Seminar Nasional (seluruh US) tahun 1999 > ini. Khan ini pas sekali dengan sikon di tanah air. Apa nggak keren kalau > Permias-DC mau ngadain Seminar Nasional "Membangun Indonesia Baru", sebuah > Visi dan Sumbang-saran Permias. > Sumberdaya yang potensial kita punya segudang: ada Faran, Ali Simplido, > David, Janson, Rosadi, etc. itu mungkin yang kita harap menyusun makalah > dari Permias nanti. Belum lagi ada sang "penyimak" dan "penyulut", calon > penerima Pullitzer prize: Ramadhan Pohan yang akan menyusun makalah dari > kacamata pers, juga ada Bung Yan Suryana wakil NGO di DC, ada juga Pak > Mahendra, wakil birokrasi yang reformis. Belum lagi yang lain-lain. Khan > bakal seru nanti Seminar/Kongres Permias di DC. Ingat lho, kita sudah > sepakat bahwa Permias-DC bukanlah milik mahasiswa 'thok', tapi semua yang > punya semangat reformasi...:-) > Jadi kapan nih Seminar/Kongres Nasional Permias di DC? > Soalnya malu juga sama Mbak Megawati kalau Permias nggak punya KONSEP buat > membangun Indonesia. Nanti diledek lho sama beliau: > "Tuuuh khan...yang sekolah di Amrik aja nggak punya konsep, apalagi yang > sarjana S-1 aja nggak lulus. Makanya jangan cuma bisa ngritik doang..." > Heeeheee...gimana Bung Pohan & Bung Yan, siapin ya makalahnya! > Saya tunggu lho di seminar Permias di KBRI nanti. > Salam, > > ~yo > > On Thu, 20 May 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Salam, > > Yo opo cak, lama gak nongol, tiba-tiba muncul dengan posting "sejarah > > Permias". Gimana dengan sejarah kekuasaan dan KKN Soeharto? Sejarah > > presiden-presiden korup Indonesia, de-el-el? Atau sejarah rakyat yang dikorup > > para penguasa lalim? > > salam, > > ramadhan pohan > > (penyimak) > > & & & > > > > In a message dated 5/20/99 6:33:25 PM !!!First Boot!!!, > > << > > Salam Permias, > > Ngomong-ngomong masalah organisasi Permias .. apa kabar Washington DC? > > Gimana dengan rencana penyelenggaraan Kongres Permias 1999 di DC? Saya cc > > email ini ke teman-teman di DC. > > Jabat erat, > > > > Ahmad Syamil > > Toledo, OH > > > > ****************** > >>
