Mengingat susahnya menentukan pemenang PEMILU 1999 ini tentu membuat
pengurus dari berbagai partai harus memeras otak. Bukan saja yang berkaitan
dengan upaya memperoleh suara sebanyak mungkin, khususnya melalui kampanye,
juga menentukan partai lain yang bisa memberikan kredit point bagi
eksistensi dan kekuatan mereka. Ini dilakukan karena kondisi pragmatis dan
realistis yang memungkinkannya harus demikian.
     Dalam pertarungan partai dengan suasana kompetisi yang sangat ketat,
setiap keputusan yang diambil pengurusnya mempunyai nilai ketidakpastian
yang beragam, meskipun untuk sebuah masalah, seperti koalisi.
     Jadi kecermatan dan kematangan dalam pengambilan keputusan harus
dimiliki pengurus partai dengan mengacu pada data base terkait.
     Yang tidak kalah pentingnya adalah tindakan itu sendiri harus bisa
diterima oleh para pendukung partainya alias jangan sampai menjadi bumerang.


Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke