In a message dated 5/28/99 1:08:12 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] writes:

<<
 Caleg DKI Jakarta PDIP

 1. Roy B. Bejanis
 2. Drs. Kwik Kian Gie
 3. Sabam Sirait
 4. Aberson Marley Sihalolo
 5. H. Syaifulloh Yusuf
 6. H. Julius Usman SH
 7. Hobbes Sinaga
 8. KH. Ahmad Aries Munandar    ?
 9. Drs. Robert Tambunan
 10. dr. Radjin Sihombing

------------------------------------------------------------------------------
  sepuluh besar
 11. Sukarjo SH.
 12. Roseli Adriyana Jartini
 13. Andi Jani Sungkono
 14. Ir. Hendarso Hadiparmono
 15. Ir. Nanik Juliawati Santoso
 16. Juli Prasanti Sudarto
 17. Drs. Retor W. Kaligis
 18. Dr. Safrida
 19. Uzt. Satiri AB.
 20. Syarif Muda Harahap
 21. Andreas Sunarto
 22. Robert Pangaribuan
 23. Juliari Batu Bara
 24. Lumban Tobing Silitonga
 25. Dr. Pudiyanto
 26. Sugeng Pranoto
 27. Hamad Ginting
 28. Drs. Sukarji
 29. Mingkit
 30. H. Ramli Harahap
 31. Afendi Simbolon
 32. Suwanto Ongli
 33. Dra. Nurmarheini.

 --
 Salam,
 Jaya
  >>
& & &
Salam,
Banyak halak hita rupanya. Tapi, marga gua, pohan atau simanjuntak, nggak ada
di situ. Emang di mana-mana nggak ada. Tapi aneh. Sabam Sirait-- yang sejak
SMP sudah saya kenal-- malah masih mau jadi caleg juga. Gimana nih-- yang
muda-muda, kok nggak tampil. Kok masih Orang Lama juga ya, yang dipakai
PDI-P.

Lae Blucer, tentu tak ada niat saya mengejek PDI-P. Saya hanya ingin kita
kritis dan berpikir merdeka. Pertemanan sekalipun, sikap kritis dalam
beropini, itu tetap perlu. Dengan adanya kritik, kita bisa saling jaga-jaga
dan waspada.

Saya ingat waktu di kampung saya dulu masih SMP (1970-an), Alm Ibu saya, Alm
ayah, abang saya, dan kakak saya-- jika berdebat politik panas sekali.
Masing-masing punya nostalgia politik dan idealisme berbeda. Dalam soal
partai apalagi, wah banyak gambar di rumahku. Ciri keluarga Batak, kental di
rumah saya.  Cuma itulah,  kadang-kadang karenaa lama bergaul di Jakarta dan
Jawa -- toleransi dan keharmonisan semu seperti jadi lebih penting. Namun
sekali-sekali, lepas total lah. Apalagi kalau menyangkut keyakinan politik.

Kalau hanya untuk mengejar ketawa-ketiwi dan basa-basi, manis mulut manis
kata-- mungkin milis tercinta ini kurang terasa manfaatnya. Justru dengan
keadaan sekarang,  beropini bebas dan berpikir merdeka, milis ini jadinya
makiin enaaak.

salam,
ramadhan pohan

Kirim email ke