Taroklah ada lembaga "X" di luar negeri melakukan konspirasi politik di
dalam negeri melalui lembaga "Y".  Dalam hal ini  lembaga "X" memberikan
sumbangan dana/tehnis sukarela dengan jumlah tertentu kepada lembaga "Y".
     Dalam hal itu lembaga "X" jelas tidak akan mengatakan kepada lembaga
"Y" pada tujuan ia memberi sumbangan dana/tehnis  sukarela itu dalam rangka
melakukan konspirasi politik. Sebab lembaga "X" yakin bahwa kalau itu
dikatakan secara terus-terang maka lembaga "Y" akan menolak.
     Akhirnya lembaga "Y" menjalankan tugas tanpa merasa sedikit pun bahwa
ia sudah dijadikan sarana sebagai konspirasi politik oleh lembaga X".
     Sehingga tidak heranlah ketika ditanyai pers, lembaga "Y" akan
membantah jika kegiatannya dianggap sebagai konspirasi politik Karena tidak
merasa demikian. Itu sih memang betul.
     Hanya yang tidak disadari oleh lembaga ""Y" adalah bahwa lembaga "X"
sebelum mengucurkan sumbangan dana/tehnis sukarela itu sudah melakukan
kalkulasi politik. Dalam hal ini lembaga "X" memperkirakan berapa jumlah
keuntungan politik yang dihasilkan bagi negara di mana lembaga X" berdiri
dari negara di mana lembaga "Y" berdiri. Yang jelas sasaran keuntungan
politiknya jaug beberapa kali lipat ketimbang sumbangan dana/tehnis sukarela
yang disampaikan.


Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke