>From: Nasrul Indroyono <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Jika PAN menang
>Date: Thu, 20 May 1999 20:55:00 PDT
>
>Melalui tulisan saya ini, saya sebagai mahasiswa Indonesia
>di Amerika Serikat ingin ikut berpartisipasi membantu PAN
>secara tulus ikhlas, tanpa bayaran.
>Saat ini saya masih merasa berat untuk mendukung secara dana
>maupun begabung resmi secara organisasi. Tentunya tanpa
>ragu dengan "my best current knowledge" saya akan coblos
>PAN dalam pemilu nanti. Kritik pembaca saya harapkan.
>
>Saya tidak kawatir jika PAN menang.
>Saya punya prediksi bahwa hubungan AS dan Indonesia
>akan semakin saling menguntungkan jika PAN menang.
>
>Saya yakin hubungan mutualisme AS dan Indonesia sangat
>penting buat kemajuan bangsa Indonesia.
>Alasan-alasan:
> Pengurus PAN/anggotanya kebanyakan dari kalangan
> akademik. Banyak pula lulusan luar negeri terutama
> dari Amerika Serikat. Dengan demikian, cara pandang
> dan saling percaya dengan pemimpin AS dalam
> pemerintahan, bisnis dan pendidikan tentunya akan
> lebih mudah karena saling mengutamakan profesionalisme.
> Mereka lebih anti hura-hura, pemborosan, apalagi KKN.
> Mereka tahu betapa terkebelakangnya bangsa Indonesia
> dimuka dunia internasional sehingga kerja keras diperlukan
> untuk mengejar ketinggalan supaya tidak tergilas dalam
> dunia yang semakin global.
> Mereka tidak mau rakyat Indonesia hanya menjadi TKW ataupun
> pekerja janitor pada abad 21 nanti. Mereka tidak mau negara
> Indonesia menjadi bulan-bulanan para "crooks of bussines people".
>
> Ingatlah bahwa hanya negara negara yang miskin, bodoh dan
> terbelakang, ataupun pemimpinya diktator yang lebih mementingkan
> kekuasaan pribadi yang mendorong rakyatnya sadar/tanpa sadar
>terjebak dengan "hobby" yel-yel "go to hell with US"
> seperti Ethiopia, Irak, Libya, Yugoslavia, dst. Dan negara tsb
> semakin terkucil dan hancur dan mungkin akan menjadi gurun
> kering kerontang di abad 21 dan penuh perang suadara nantinya.
>
> Golongan akademik yang bergabung dengan PAN
> tahu bagaimana menyalurkan suara/pendapat secara
> "civilized" ke kongres AS maupun pemimpin-pemimpinnya.
> Sekali lagi pemimpin dalam hal ini dalam arti luas, bukan
> hanya di pemerintahan tetapi juga dibidang ekonomi, bisnis,
> pendidikan, agama, perfilman, engineering dsb. Sehingga
> membuat susah "crooks of bussiness people" terutama dari
> negara bermodal meraja lela di negara kita.
>
> I believe, despite many bad news about the US, there are
> still more good people in the US who are capable to make
> the difference. I have seen and heard so many generous
> rich people in the US willing to participate in volunteer
> work such as firefigther, personnel of red cross,
> salvation army, curches and even mosques. They travelled
> around the world to enjoy and share their wealth.
> I even believe that the US policies are in practice more
> consistent with the teachings of many religions than any
> other country including Islam and Christian.
> Sebagai contoh, saya melihat betapa berkembangnya mesjid/Islam
> di Amerika dan semakin pengertiannya rakyat Amerika Serikat
> terhadap Islam. Coba dimanakah kejujuran/harga diri/
> integrity lebih berharga, di Amerika atau di Indonesia ?
> Saya percaya di Amerika, orang yang punya integrity akan mudah
> hidupnya, sedangkan diIndonesia lebih banyak yang memeperjuangkan
> harga diri yang salah kaprah. Kejujuran tentu adalah landasan penting
>menurut agama manapun juga.
>
>Saya akan resah seandainya Golkar/golongan status quo tetap berkuasa.
>Status quo saya sesuai dengan yang dimaksud Mr Eep Syaefulloh,
>katanya sebenarnya hanya group Amien Rais yang reformis.
>Jika status quo masih berkuasa, pemimpin Indonesia akan terkucil
>dari dunia Internasional. Pemimpin AS misalnya akan risih untuk
>bertemu. Jadi yang ingin bertemu dengan bangsa Indonesia bisa-bisa
>hanya para "crooks". Maukah saudara-saudara kita setanah air
>kita menjadi korbannya ? Saya yakin di network ini lebih banyak
>yang ingin memperjuangkan saudara-saudara kita ditanah air yang
>saat ini sedang lemah dibandingkan bangsa lainnya.
>
>Ingat Bosnia-Herzegovina, yang mulanya tidak dikenal rakyat AS,
>sehingga pada mulanya menjadi bulan-bulanan Serbia.
>Dengan kerja keras para pemimpinnya yang banyak lulusan AS, mereka
>bisa membuka mata dan hati rakyat Amerika.
>Ingat bangsa Palestina yang sebelumnya menjadi bulan-bulanannya
>Israel karena pemimpin Palestina waktu itu belum menjadi
>"darling of white house". Karena semakin banyaknya palestinians
>di US, mahir bahasa Inggris, bergaul dengan American people, dan
>banyak yang membantu Arafat memperbaiki reputasinya.
>Sekarang, Kosovo dan Albania mejadi perhatian Amerika dst.
>Bangsa Yahudi bisa punya hubungan dekat dengan US karena usaha
>lobbiest-nya, bankers-nya, Hollywood-nya dsb sehingga membuat
>mereka mampu mempengaruhi US policies. Kita bangsa Indonesiapun
>seharusnya tidak patah semangat untuk bisa dekat dengan
>American people demi kemajuan bangsa kita.
>
>Begitulah nasib rakyat kecil Indonesia yang termakan berita wartawan
>Indonesia yang notabenenya juga banyak berpendidikan rendah sehingga
>cuma bisa menulis hal hal yang buruk mengenai Amerika. Yahh.. satu
>dua dan beberapa ada yang bmenunjukkan kehebatan negara Amerika
>tetapi itupun kebanyakan hanya sebatas kulit-kulitnya sehingga tidak
>bisa menunjukkan detail bagaimana sebenarnya dan apa yang mengakibat
>kan AS itu menjadi negara besar. Jelas Amerika menjadi negara besar
>bukanlah karena KKN ataupun tipu menipu tetapi karena mayoritas
>rakyatnya adalah pekerja keras dan berdedikasi tinggi.
>
>Sekali lagi, Insya Allah jika PAN menang prediksi saya benar.
>
>sekian dulu nanti saya sambung.
>Simpatisan PAN
>Nasrul I
>
>
>_______________________________________________________________
>Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
>
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com