Naskah Kampanye Monologis Partai Keadilan (no 24) di TVRI

Oleh: Dr. Ir. Nur Mahmudi Isma'il, MSc
Presiden Partai Keadilan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahil ladzi allafa bayna quluubina wa ashbahna bini'mati
ikhwana.Asyhadu anlaa ilaha illallah waasyhadu anna muhammadar rasuulullah.
Allahumma shalli 'ala muhammadin wa 'ala alihi wa ashabihi ajma'in.

Saudara-sauadara sekalian para pemirsa sebangsa dan setanah air.
Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak TVRI yang
telah memberi kesempatan kepada partai-partai politik untuk mengetengahkan
visi, missi dan program mereka kepada khalayak ramai. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada pemirsa yang telah rela menyisihkan waktunya yang sangat
berharga untuk mendengar apa yang kami sampaikan. Mudah-mudahan semua
kebaikan tersebut mendapat balasan dari Allah SWT. Jazaakmullah khairan
katsiiran.

Saudara-saudara pemirsa yang berbahagia.
Partai Keadilan muncul bukan secara tiba-tiba, tetapi merupakan satu
kesatuan rangkaian dengan gerakan dakwah yang telah dirintis selama
bertahun-tahun sebelum ini. Oleh karena itu para pendiri, kader, serta
simpatisan Partai Keadilan adalah bukan orang-orang asing di tengah-tengah
masyarakat. Mereka adalah para dai, ustadz dan ulama yang telah bekerja
menyadarkan ummat tentang ketertinggalan dan ketakberdayaan mereka dan
berupaya membangun kekuatan mereka. Mereka adalah para intelektual yang
berupaya membangkitkan kesadaran rakyat akan hak-hak mereka. Dan harus
dicatat bahwa puluhan ribu kader Partai Keadilan adalah para mahasiswa yang
secara aktif mengobarkan semangat perubahan di tanah air kita tercinta ini.
Mereka bahu membahu bersama masyarakat meluncurkan roda reformasi untuk
mengakhiri rezim Orde Baru.

Partai Keadilan didirikan selain untuk melanjutkan missi dakwah Islam juga
dimaksudkan untuk menjadi wahana pendidikan politik kaum muslimin khususnya
dan bangsa Indonesia umumnya. Pengorganisasian yang baik, disiplin
perkaderan yang ketat dan pendekatan kepada masyarakat yang simpatik menjadi
ciri utama yang akan ditonjolkan Partai Keadilan. Oleh karena itu kita dapat
melihat kader-kader partai yang dengan semangat tanggung jawab dan
pengorbanan yang tinggi bekerja tak kenal lelah untuk mengembangkan
sayap-sayap partai. Alhamdulillah, terhitung sejak dideklarasikan di
lapangan Masjid Al Azhar tanggal 8 Agustus 1998 yang lalu Partai Keadilan
telah dapat membentuk cabang di 26 Proponsi, 284 Kabupaten, 2400 Kecamatan
dan 9.000 Desa. Kami menargetkan, dengan izin Allah dan bantuan serta
partisipasi dari pemirsa sekalian yang berbahagia, pada Pemilu 2004 nanti
Partai Keadilan telah dapat menutup cabang di seluruh Propinsi,
Kabupaten,Kecamatan dan Desa yang ada di Indonesia ini. Mudah-mudahan, amin.

Saudara-saudaraku sekalian.
Mengapa keadilan dipilih sebagai nama dari partai kami? Ini tidak lain
adalah bahwa keadilan adalah merupakan jiwa dari ajaran Islam. Tidak ada
Islam tanpa Keadilan. Keadilan adalah sunnah kauniyah yang melingkupi
seluruh alam ini. Keadilan yang dijalankan oleh kaum muslimin kepada sesama
muslim, kepada manusia secara keseluruhan, kepada mahluq hidup yang ada di
muka bumi dan kepada alam raya ini akan membawa kita kepada hakikat
ketaqwaan sebagaimana firman Allah: "I'diluu huwa aqrabu littaqwa". Dengan
jiwa keadilan pula kami menghadapi kenyataan kemajemukan bangsa Indonesia
dalam warna kulit, bahasa, budaya dan agamanya.

Saudara-saudara seagama, sebangsa dan setanah air.
Sesuai dengan surah Al Quraisy yang berbunyi: Partai Keadilan memandang
bahwa pada hakekatnya ada tiga tujuan pembentukan negara, termasuk negara
Republik Indonesia yang kita cintai ini. Pertama, negara adalah sebuah
institusi besar untuk membangun kepribadian masyarakatnya sehingga mereka
menjadi hamba yang tunduk dan mengabdi kepada Allah SWT. Kedua, negara
berkewajiban mensejahterakan masyarakat melalui pemberdayaan kemampuan
ekonomi mereka. Ketiga, mengangkat harkat kemanusiaan dengan memberikan
perlindungan kepada hak-hak asasi mereka. manusia melalui penegakan amar
ma?uf nahi munkar.

Berdasarkan pemahaman tersebut Partai Keadilan memandang setidaknya ada tiga
krisis yang kini tengah dihadapi Bangsa Indonesia. Pertama, krisis
kepribadian baik yang menimpa para pemimpin formal maupun informal dan juga
menimpa sebagian besar masyarakat sendiri. Krisis ini ditandai dengan :

1. Marginalisasi peran agama dan sakralisasi Pancasila
2. Pengedepanan budaya materi
3. Melemahnya soliditas institusi keluarga dan peran wanita
4. Lemahnya religiusitas kurikulum pendidikan.

Kedua, krisis ekonomi yang disebabkan gagalnya pemerintah membangun model
kemakmuran, yakni terlalu bertumpu kepada angka pertumbuhan semu bukan
kekuatan ekonomi masyarakat yang dibangun atas dasar pemerataan dan
pemberdayaan masyarakat. Krisis ini ditandai oleh :

1. Disorientasi model produksi
2. Ketidakadilan dalam distribusi modal dan pembagian kekayaan negara
3. Industrialisasi sektor-sektor pelayanan umum
4. Eksploitasi sumberdaya alam tanpa memperhatikan konservasi     lingkungan
hidup manusia
5. Menumpuknya hutang luar negeri.

Ketiga, krisis politik yang disebabkan kegagalan pemerintah dalam membentuk
model penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Krisis ini ditandai oleh :

1. Disorientasi politik pembangunan
2. Radikalisasi militerisme
3. Marginalisasi pendekatan hukum
4. Pengebirian peran serta kemampuan politik sipil.

Partai Keadilan memandang upaya penanggulangan krisis kepribadian harus
dimulai dari pengokohan peran agama dalam kehidupan berbangsa sehingga
langkah-langkah kebijakan kita senantiasa berdimensi dunia dan akhirat.
Kita harus tinggalkan ambivalensi yang tercermin dalam ungkapan Indonesia
bukan negara agama dan juga bukan negara sekuler. Sudah waktunya Islam
mengilhami apa yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945: negara berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa. Keluarga sebagai lembaga terdekat dalam sosialisasi
nilai-nilai keagamaan harus diperkuat peranannya pada masa depan baik dengan
pengembangan motivasi pernikahan, upaya pengokohan soliditas keluarga dan
pengembangan peran wanita. Reorientasi pengajaran agama di lembaga
pendidikan perlu dilakukan baik dari penambahan bobot kredit maupun
penjiwaan dalam mata pelajaran lainnya. Visi umum pendidikan yang tercermin
dalam kurikulumnya harus diarahkan kepada pembentukan watak
dan kebutuhan pembangunan bangsa masa depan.

Penekanan produksi berteknologi tinggi, berbahan baku impor dan
berorientasi kepada kemewahan berjangka pendek terbukti sangat rentan
terhadap gejolak ekonomi. Apalagi diiringi dengan inefesiensi investasi
modal asing. Sektor riil harus dibangun di atas potensi dalam negeri,
terutama agribisnis, dengan mencari model pembiayaan yang realistis,
diantaranya memperkuat sistem bagi hasil. Tidak sekedar bicara penjadwalan
ulang dan permohonan tambahan hutang, kita juga perlu menuntut tanggungjawab
lembaga-lembaga keuangan dunia yang telah membiarkan distorsi pembangunan
Indonesia terjadi dan bahkan memberi penilaian yang melengahkan. Keadilan
dalam distribusi kekayaan negara, kesempatan bekerja, berproduksi dan
penghapusan monopoli diharapkan mampu meredam semangat anarki dan
disintegrasi. Pemerintah harus pula memberikan pelayanan yang maksimal dalam
bidang pendidikan dan kesehatan serta menekan kedua bidang tersebut agar
tidak menjadi ladang bisnis komersial yang memberatkan rakyat. Perluasan
pada otonomi daerah hanya efektip jika pemerintah daerah
mampu menampilkan sifat amanah dan keadilan. Selain itu, konservasi
lingkungan mengarahkan kita pada upaya kemakmuran berkelanjutan.

Pengebirian proses demokratisasi atas nama pembangunan ekonomi justru
menjadi bumerang. Hari ini ekonomi kita terpuruk, hutang luar negeri
menumpuk serta masyarakat dan politisi sipil tak terdayakan. Gigantisme
peran politik militer dalam bidang sosial, politik dan ekonomi sudah saatnya
dihentikan dengan meredefinisi doktrin ABRI tentang dwifungsi.
Penyetaraan hak-hak asasi manusia diantara elemen warga negara akan
melahirkan rakyat madani yang mengokohkan jatidiri bangsa. Untuk menjawab
berbagai polemik mengenai bentuk pemerintahan, kekuasaan presiden dan
lainnya perlu dibentuk komisi khusus perumus UUD. Kita perlu mengokohkan UUD
kita dengan memperhatikan aspek konstititusionalitas dan fleksibilitasnya.

Saudara-saudara yang berbahagia.
Tentu bukan pada tempatnya disini kita membahas agenda nasional Partai
Keadilan secara rinci dan untuk itu kami telah menerbitkan sebuah buku
berjudul Sekilas Partai Keadilan, dua buah VCD dan dua kaset yang mengulas
tentang visi, missi, sejarah berdiri serta profil Calon Presiden. Untuk
memperkenalkan Partai Keadilan para kader dan simpatisan juga telah
melakukan silaturahmi ke rumah-rumah penduduk diiringi dengan beberapa
pelayanan sosial yang mampu kami berikan.

Kami menyadari bahwa 48 partai yang berdiri telah membuat saudara bingung
dan harus bekerja keras untuk menentukan pilihan yang tepat pada tanggal 7
Juni 1999 nanti. Mohon maaf, hal itu pasti menyibukkan saudara sekalian,
tetapi itulah konsekuensi dari sebuah proses demokratisasi. Kami yakin upaya
saudara demi kebaikan masa depan bangsa pasti akan memperoleh berkah dari
Allah SWT. Oleh karena itu kami hanya bisa menyatakan kepada saudara yang
terhormat bahwa jika ternyata anda memang telah lama mengenal Partai
Keadilan dan menyetujuinya maka segeralah bergabung dengan kami. Jika anda
belum mengenal Partai Keadilan segera pelajari kami. Jika anda masih
ragu-ragu dengarlah pendapat-pendapat dan komentar-komentar tentang kami.
Jika ternyata anda memang belum dapat bersama Partai Keadilan dalam Pemilu
1999 ini jangan khawatir insya Allah kami akan tetap berupaya
memperjuangkan hak-hak anda melalui partai kami.

Kami juga mohon kepada para pemirsa yang akan mencoblos partai kami, Partai
Keadilan, Nomor 24, jangan lupa mengiringinya dengan doa semoga amanah yang
saudara berikan tidak sia-sia. Semoga kader-kader Partai Keadilan yang ada
di parlemen nanti mampu berkiprah menegakkan kebenaran dan keadilan, tidak
menjadi utusan yang khianat karena berbagai godaan dunia.

Kami sangat berbahagia jika saudara bersedia menyampaikan pesan-pesan kami
ini kepada mereka yang tidak sempat menyaksikan siaran ini. Partai Keadilan
Nomor 24, inilah pilihan yang paling tepat. Billahi taufiq wal hidayah.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke