Ini bener nggak sih?
Ane cut and paste supaye ane ndak nglanggar.....
'------------ awal potongan -----------
Seorang wartawan sebuah tabloit datang mewawancarai Wardah
yang lagi naik daun karena laporan kontroversialnya tentang
kebocoran dana JPS dan KUT
"Anda bilang 90% dana KUT lenyab digunakan untuk money politik
Golkar dan PDR, anda bisa menunjukkan bukti?"
Wardah Hafidz itu diam saja, "Lihat dong data ini ..."
"Data yang mana, kok cuma coretan 90% dana JPS dan KUT bocor",
Wardah kembali diam saja. " Lho kok diam saja mbak", tanya sang
wartawan.
"Anda kurang jeli membaca data"..
Data yang mana lagi mbak, lha laporan cuma selembar begini bisa
dijadikan rujukan kebocoran dana 90%.
"EGP, emang gue pikirin", suara Wardah Hafidz meninggi."Pokoknya 90% dana
KUT lenyap, titik. Bukti tidak penting, titik, anda harus tahu itu.."
"Terus yang penting apa mbak Wardah?"
"Yang penting ya itu tadi, 90% dana KTU lenyap".
Sang wartawanpun mulai senyum-senyum menahan kegelian.
"Kronologinya bagaimana mbak Wardah?, lha wong KTU mulai sejak 1.5 tahun
yang lalu, sedang PDR mulai ada 3 bulan yang lalu. Terus bagaimana
menjelaskan 90% lenyap dikorup PDR?"
Muka Wardah mulai nampak merah dicecar pertanyaan Wartawan tadi.
Suara Wardah meninggi
" Emang gua pikirin, KTU ada sejak 1.5 tahun kek atau 10 tahun kek,
pokoknya 90% dana KUT lenyap, itu yang paling penting"
Oh ..pantes..pantes Wardah, kenape elu kagak pernah berani debat dengan
orang yang berkecimpung langsung dengan JPS dan KUT. Gerutu sang Wartawan.
Sang wartawanpun berusaha menenangkan Mbak Wardah.
" Udah deh mbak Wardah, kalau mbak keberatan, ya nggak usah marah-marah
begitu deh...malu kan diliat orang, apalagi nama mbak sedang naik daun
sekarang",
Wardahpun nampak mulai tenang.
"Begini deh dik, untuk pengetahuan adik saja, tapi jangan bilang-bilang
pada yang lain ya.... Angka 90% itu kan sebenarnya angka pesenan
konglomerat-konglomerat yang ketika jamannya Orba mendapatkan berbagai
privilege dari pemerintah. Karena kredit macet mereka di Bank lebih
dari 80%, maka konglomerat-konglomerat itu minta saya, buat saja angka
90% dana KUT dan JPS dikorup oleh Golkar dan PDR, biar kita tampak sedikit
lebih bersih dari Golkar dan PDR",
Oh ..begitu toh mbak Wardah...., saya paham sekarang...
" Tapi ingat, jangan bilang-bilang pada orang lain, ini untuk pengetahuan
adik saja..."
Baik mbak, saya mengerti kok perasaan mbak Wardah...
Makasih atas wawancaranya.
'---------------- akhir potongan ----------------------
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)