Lha kalo saya mau ekstrim lagi saya peduli pada anggota DPR/MPR. Mau banyak partai kek, mau partai tunggal kek, yang penting Presiden RI mesti dipilih lewat voting tertutup. Katakanlah partainya partai tunggal (mestinya juga partai ganda campuran), berarti 'kan pada pemilu rakyat memilih caleg, bukan partainya. Jadi wajar saja Bung Nas menanyakan soal Presiden. Menyoal mengapa belum pernah dari Sospol, ini karena masalah waktu saja. Masalahnya waktu-waktu dulu periode jabatan Presiden RI adalah seumur hidup bukan lima tahunan. Wassalam, Efron -----Original Message----- From: Donald Saluling [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, 02 June, 1999 10:47 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: Mengapa Presiden Indonesia belum pernah yang dari SOSPOL Saudara Nasrullah Idris, Saya malah ingin menanyakan, mengapa kita tidak banyak tahu mengenai wakil wakil kita di DPR dan MPR? Mana yang lebig penting untuk ditanyakan ? Secara legislatif posisi DPR/MPR adalah lebih penting dari seorang presiden kan? Tata cara pemilihan presiden di Indonesia tidak pernah murni dan tidak langsung dari rakyat jadi pertanyaan anda itu sedikit tak beralasan ( no offense .) What choice did we have back then ? Anyways, ntar next time elu coba tanyain tentang pertanyaan di atas. Saya lebih concern tentang wakil2 kita di DPR/MPR daripada presiden Indonesia yang akan datang. Ntar kalo presidennyabelagu, tinggal kita turunin lagi rame2, right? Sudah saatnya anggota DPR dan MPR untuk menjalin kontak dan dialog lebih banyak dengan masyarakat yang memilih mereka. Setuju? Merdeka, Donald
Re: Mengapa Presiden Indonesia belum pernah yang dari SOSPOL
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Tue, 1 Jun 1999 21:54:18 -0700
- Mengapa Presiden Indonesia belum pernah... Nasrullah Idris
- Re: Mengapa Presiden Indonesia bel... Donald Saluling
- Re: Mengapa Presiden Indonesia bel... Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Mengapa Presiden Indonesia bel... Nasrullah Idris
