>From: andy azisi amin <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] Assalaamu'alaikum wr.wb. Semoga rahmat Allah selalu bersama kita. Berikut ini petikan berita dari Detik.com yang meliput putaran kampanye terakhir di Jakarta. Semoga bermanfaat. Wassalaam, ====================================================================== Pasang Bendera di Tugu Bunderan HI Jadi Trend Bendera PK pun Berkibar Reporter Irna Gustia W & Nurul Hidayati detikcom, Jakarta. Bunderan Hotel Indonesia kini jadi rebutan massa partai. Setelah PPP memulai memasang bendera di Tugu Selamat Datang HI, esoknya diikuti PKB, PNB, dan Partai Keadilan (PK) pun tak mau kalah. Tepat pukul 12.30 WIB, bendera PK dengan warna dasar putih, dua bulan sabit di samping kiri dan kanan ditengahi perisai pun berkibar. Begitu berkibar, suara sirine mobil simpatisan PK yang jumlahnya ratusan ribu meraung bersama dan tepuk tangan membahana. Setelah terpasang, masa PK pun menuju Istiqlal untuk shalat dzuhur bersama. Hadir dalam acara pengibaran bendera PK itu adalah Presiden PK Nur Mahmudi Ismail yang tak memberikan orasi. Beda dengan cara memasang bendera dengan partai sebelumnya, pemasangan bendera PK ini dilakukan oleh pemanjat tebing tiga orang yang sudah naik duluan di atas. Lalu ketiga orang yang sudah membawa tali itu pun menarik tali yang di ujungnya tergantung bendera PK berukuran sekitar 80 meter persegi. Bendera iu bertuliskan: Nomor 24, Justice Party, Partai Keadilan, dan di bawahnya dibubuhi pesan 'Moral Landasan Menuju Indonsia Baru'. Namun saking terlalu besarnya bendera itu, sehingga tak bisa sampai di puncak. Kawasan bunderan HI benar-benar kini menjadi 'sasaran' utama seluruh partai yang bersaing, terutama partai besar. Dan Tugu Selamat Datang adalah incarannya, untuk dinaiki dan memasang bendera dengan alasan menunjukkan bahwa mereka merebut Jakarta. Meski demikian, tindakan itu adalah sangat membahayakan nyawa simpatisan partai manapun. Jauh sebelum tengah hari, sekitar pukul 8 pagi banyak massa partai sudah berkumpul. Dan HI pada hari Rabu (2/6/1999) ini menjadi rebutan tiga partai besar: PK, PBB, dan PAN. Namun, ternyata PK sudah datang lebih dulu sejak pagi, sehingga PAN memilih lewat saja dan merencanakan sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengusai bunderan HI. Sementara PBB tetap bertahan bersama massa PK, tapi kalah banyak massanya. Tak ada bentrokan diantara kedua partai tersebut. Massa PK memang sangat tumpah ruah. Sebagian besar mereka anak muda. Tapi tak kendaraan mereka tidak bising. Meski memenuhi kawasan bunderan HI, tapi lalu lintas bisa jalan walau agak sedikit terganggu. Di bunderan HI, massa PK selain melakukan atraksi 'Panjat Dinding' Tugu Selamat Datang, mereka juga melakukan atraksi pantomim dan shalawat badar. Dan PBB, walau kalah dalam jumlah massa, tapi mereka masih bisa masang spanduknya sepanjang 1 km yang mengelilingi bunderan HI. Sampai dengan pukul 13.00 WIB, massa PK tak meninggalkan tempat. Mereka tumpah ruah sampai di Jalan Imam Bonjol, Jalan Kebon Kacang, Jalan Sudirman, dan Thamrin tentu saja. Setelah pukul 14.00 rencananya mereka meninggalkan tempat setelah ada komando dari pemimpin mereka. Berjubelnya masa PK ini karena melibatkan seluruh DPC PK di Jakarta. Tak pelak bila acara kampanye monologis yang dilakukan di Bolk S agak sepi karena konsentrasi massa PK sejak awal menguasai Jakarta Headquarter: Bunderan HI. ====================================================================== ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
