Thesis tulisan Kapten TNI Anton Nugroho, master Peace War and Diplomacy
lulusan dari Norwich University yang berjudul " A Threat From the North"
dapat memjelaskan sedikit banyak Tantangan ABRI di masa depan untuk
mempertahankan wilayah kesatuan dari gangguan musuh luar, terutama dari RRC.
Sumber daya alam kita yang kemungkinan dapat membiyayai pembangunan di
masa depan adalah gugusan kepulauan Natuna, yang kaya akan Gas Alam Cair,
yang sekarang saja sudah dinilai 30-40 Billion Dollar oleh Exxon.
Dan kebutuhan akan energi akan sedemikian besarnya, sehingga kemungkinan
dapat membuat China untuk sedikitnya mempertimbangkan untuk melakukan
agresi militernya ke arah selatan. Pembuktian ini tidak saja secara
gampang di analisa, ini didasari oleh Konflik kepulauan Spratly dan
Chinese policy about South China Sea, yang dimana claimnya melingkup
seluruh lautan Cina Selatan (dan Natuna termasuk didalamnya).
Pergerakan dan penempatan pasukan RRC di beberapa pulau di Spratly dan
konflik antara Cina, Filipina, dan Vietnam. Bahkan Cina sudah menempatkan
pos-pos angkatan laut di beberapa pulau tersebut, yang bahkan menurut
beberapa sumber sudah mulai dibangun landasan pacu untuk pesawat udara.
Inilah yang ditakutkan akan menjadi konflik terbuka di kawasan Asia
dimasa mendatang. Mungkinkah karena itu AS memaksakan diri untuk tetap
membuka pangkalan di Asia Tenggara (Singapore)?
Dan jelas kemungkinan ini bisa saja terjadi pada masa generasi kita ini.
Mungkin bagi yang di Jakarta dapat menanyakan langsung subjek ini kepada
Kapten TNI Anton Nugroho
Makopassus, Cijantung
Andrew Pattiwael
On Sun, 6 Jun 1999, Nasrullah Idris wrote:
> Bukan kedaulatan Indonesia saja yang ingin diganggu melalui beragam
> konspirasi Barat, juga beberapa negara besar di Asia lainnya, seperti Cina
> dan India. Demikian kata Bilveer Singh, pengamat politik dari Universitas
> Nasional Singapura. Dengan kata lain, ia ingin mengatakan bahwa ada upaya
> konspirasi untuk meng "Timur-Tengah" kan Indonesia.
>
> Salam,
>
> Nasrullah Idris
>