Hari ini adalah hari tenang dagelan.
Mengapa? Karena Amien Rais protes karena lambang partai KAMI tiba-tiba
berubah warna.
Juga, karena penggembosan PDI Perjuangan dengan alasan konyol begitu
dipuncakan hari ini. Kenapa konyol? Karena berkedok "alasan agama", maka
tiba-tiba sampaikan MUI pun menyerukan agar muslim pilih caleg beragama
Islam. Karena berkedok "alasan agama", tiba-tiba jumlah caleg PDI Perjuangan
Non Muslim dipertanyakan justru di hari-hari akhir. (Ku heran, kenapa ngga
sekalian mempertanyakan caleg non muslim dari Partai Krisna dan Partai
Katolik Demokrat saja yah? Biar seru!) Dan PDI Perjuangan seakan sukar untuk
menjawab, karena sekarang bukan saatnya kampanye lagi.
Tapi, paling konyol lagi, adalah jawaban Rudini di Detik-Detik Pemilu yang
ditayangkan seluruh TV di Indonesia. (Kecuali SCTV, yang tengah siaran
langsung tenis)
Ditanya tentang lambang partai KAMI berubah, dia bilang itu hak partai
merubah warna. Padahal, buat apa jadinya partai mendaftar di saat awal harus
menyertakan lambang? (Bayangkan, mungkin bila KAMI merubah lambang menjadi
PAN dengan tulisan bawah KAMI pun, itu dianggap hak partai)
Lalu, ketika
Dan ditanya tentang penggembosan PDI Perjuangan, Rudini mengelak menjawab,
dan diplomatis mengatakan "Itu urusan Panwaslu". Oke Panwaslu, mana
statementmu?
Memang, hari ini adalah hari tenang dagelan.
Salam,
Erwin