Did we choose mbak Mega sevagai presiden Indonesia atau PDI-Perjuangan sebagai wakil kita di MPR-DPR? Saya rasa manusia2 Indonesia sudah keseringan menyalahkan seorang presiden bila ada kesalahan2 atau kebobrokan dalam negeri. Take a look at yourself, perhatikan itu wakil2 rakyat yang selama 30 tahun lebih cuman bisa jadi yes-man nya babe. Plin plan kiri kanan dan tidak pernah bisa menyetir haluan negara. Ibaratnya presiden kita itu adalah seorang kapten kapal besar ( Titanik juga boleh) yang tidak mungkin bisa menjalankan kapalnya seorang diri saja. Dia harus betul2 dibantu oleh anak buah kapal dan juru kemudi dan lain lain. And plus, harus mematuhi peraturan pemilik kapal tersebut (dalam hal ini Indonesia,) sebab kalau tidak, doi bisa di pecat! Pemilik kapal ini lah yang kita sebut DPR/MPR yang adalah wakil2 rakyat (gue propose to sweep ABRI dari MPR-DPR.) Nah, saudari Yuni, yang berprihatin, mari kita beri Mega kesempatan untuk sementara waktu dan mari kita berikan feedback kepada beliau melalui MPR/DPR yang saat ini seharusnya dalam tahap rebuilding. Presiden bisa kita pecat kalau tidak membuahkan hasil sesuai keinginan kita, ya nggak ? PDI Perjuangan adalah sebuah partai dan tidak dikatakan bahwa PDI Perjuangan adalah pegawai2nya Megawati. Kebetulan Megawati adalah andalan PDI Perjuangan, ya nggak? Voting adalah penyaluran suara hati. Jika anda ragu-ragu, jangan memilih .. sama seperti saya. PEMILU ini belum 100% demokratik sebab masih dibawah pengaruh orde baru (NB: Orde Baru itu bukan hanya menunjuk ke Soeharto) dan satu2nya cara untuk membersihkan Indonesia dari Orde Baru ialah dengan mengadili dan membersihkan negara ini dari antek2 Soeharto yaitu : menteri2 yang cuma tau ngomong dan ber"ken-ken" ria, semua ketua umu MPR/DPR yang nggak becus, meluruskan ABRI kejalan yang benar dan lain lain. PEMILU ini hanyalah secuil dari banyak hal yang harus kita lakukan. Kalau hasil PEMILU kita kali ini bisa merealisasikan hal2 diatas , baru saya salut. :) Selamat berjuang, Donald Saluling
