Dear permias@ yth.,
Hari-hari ini ke depan adalah tidak hanya merupakan hari-hari yang
mendebarkan bagi partai Golkar menunggu hasil penghitungan suara pemilu,
yang selama ini selalu dimenangkannya, tetapi juga merupakan hari-hari
yang mendebarkan bahkan menakutkan buat salah seorang juragan republik
kita ini, yaitu bung Ghalib, si jaksa agung. Betapa tidak, laporan ICW
kepada yang berwenang agar menelusuri dugaan suap/korupsi bung Ghalib
dan analisis banyak pakar hukum telah menyudutkannya pada posisi yang
sangat...sangat... sulit.
Kalau laporan di tempo.co.id benar adanya, tamatlah 'riwayat' si jaksa
agung yang katanya tidak pernah menangani satupun kasus hukum selama
karirnya ini.
Kasus-kasus menonjol di mata masyarakat seperti: penculikan aktivis,
penembakan mahasiswa, dugaan korupsi Soeharto, penyadapan telpon,
pembelian mobil mewah bagi pejabat kejagung, pencopotan jaksa-jaksa yang
dinilai bereputasi bagus, dll., tidak pernah kedengaran progres dan
kejelasannya. Sekarang, dia sendiri yang dilaporkan dengan dugaan
menerima suap dikaitkan dengan gaya hidupnya dan isterinya yang wah.\
Sedemikian besar beban kepeningannya saat ini. Kasian ya....?!
Apakah ini juga termasuk dalam bagian dari suatu skenario raksasa dengan
tujuan tertentu dari sekelompok elit di republik ini...?
Ada ide lain...?
Salam,
Budi