Rekan Yth., Saya forward tulisan yang menarik untuk disimak. Salam, bRidWaN ------------------------------------------------------------------------ >Edisi ini diterbitkan pada: >Rabu 09 Juni 1999 15:10 UTC > > >* GOLKAR KALAH SUARA TAPI AKAN MENANG DALAM PEROLEHAN KURSI MPR >Ancaman Gus Dur untuk membentuk pemerintahan darurat jika Golkar sampai >melakukan intervensi ke KPU ditanggapi secara dingin oleh Mendagri >Syarwan Hamid. Ia menganggap keterangan Gus Dur terlalu emosional. >Sedangkan Akbar Tanjung menganggap wajar jika Golkar memprotes cara >pengumuman KPU, karena partai-partai lain menyatakan hal serupa. Lebih >lanjut laporan rekan Syahrir dari Jakarta: > >Meski penghitungan suara baru bersifat sementara, namun berdasarkan data >KPU Rabu kemarin, PDI Perjuangan masih tetap unggul. Di Jawa Timur saja >menurut PPD I setempat PDI-Perjuangan berhasil meraih 2,8 juta suara. >Pengumuman penghitungan suara ini sempat diprotes Partai Keadilan dan >PAN yang masing-masing dimasukkan dalam rangking 6 dan 4. "Ini berbahaya >karena bisa mempengaruhi para pemilih di Aceh, Sibolga, Maluku dan >daerah-daerah yang masih harus memilih. Bisa saja mereka memilih partai >yang dianggap toh sudah menang", ujar Nur Mahmudi Ketua Umum Partai >Keadilan. > >Memang, sementara beberapa pihak sudah mulai berbicara mengenai kabinet >koalisi, dari beberapa daerah di Sulawesi, basisnya Habibie, ada >permintaan agar pemilu diulang karena Pemda dan Golkar melakukan >kecurangan pada saat pemilu. Sekretaris Panitia Pemilihan Daerah atau >PPD I Sulawesi Utara, Ferry Siwi menyatakan kepada Radio Nederland, ia >bersama Ketua PPD I Frits Sumampouw Rabu ini ke Jakarta untuk membawa >bukti-bukti pelanggaran pihak aparat dan Golkar di Kabupaten Bolaang >Mongondow dan Kota Bitung. PPD I Sulawesi Utara dengan didukung semua >partai, kecuali Golkar memutuskan, pemilu di kedua wilayah itu harus >diulang. > >Di Jakarta para pemimpin Golkar sudah menyatakan tidak akan rela duduk >di dalam kabinet Megawati. Mereka lebih senang berkoalisi dengan PAN. >Ini antara lain dikatakan oleh Ekky Syahruddin mantan aktivis HMI yang >pada tahun 1966 ikut menjatuhkan Soekarno. Namun sejumlah pemimpin PAN >mengatakan tidak bersedia bekerjasama dengan partai yang dianggap pro- >status quo. Ketua Umum PPP Hamzah Haz sebelum pemilu sudah menyatakan >bersedia bekerjasama dengan Golkar tetapi tidak bersedia berkoalisi >dengan PDI Perjuangan. > >Akibat pengumuman-pengumuman hasil sementara KPU masyarakatpun mulai >percaya bahwa PDI Perjuangan yang akan menang sehingga otomatis Megawati >akan menjadi presiden. Padahal jika Megawati tidak memperoleh 60 persen >suara sulit baginya untuk menjadi Presiden RI ke-empat. Hingga Rabu >malam, menurut versi KPU yang resmi, PDI sudah meraih sekitar 2,4 juta >suara. Sedangkan Golkar baru memperoleh sekitar 1,4 juta suara. Padahal >menurut versi Golkar, PDI Perjuangan sudah meraih 4,5 juta suara >sedangkan Golkar 3,3 juta suara. Menurut catatan Golkar, PPP yang juga >duduk dalam kabinet Habibie muncul sebagai partai ketiga dengan 1,2 juta >suara. Selanjutnya menyusul PAN dan PKB dengan perolehan di bawah >900.000 suara. > >Kalangan-kalangan yang sangat dekat dengan Presiden Habibie percaya >bahwa Habibie akan bertahan sebagai presiden mengingat Golkar >diperkirakan akan menang di 17 provinsi. Hingga kini Golkar sudah unggul >di 12 propinsi. Yaitu di Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Barat, Riau, >Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Timor >Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku dan Irian Jaya. Lima >propinsi di antaranya praktis merupakan daerah-daerah yang dikuasai >militer. Habibie percaya bahwa Wiranto akan tetap mendukungnya. Di >hampir semua TPS yang berada dekat dengan asrama-asrama militer Golkar >unggul, meski Wiranto berhasil menunjukkan bahwa militer netral. > >Dari propinsi-propinsi yang dimenangkan itu, Golkar berharap memperoleh >paling tidak lima kursi dari utusan daerah dan golongan. Kursi-kursi itu >akan ditentukan oleh DPRD-DPRD setempat yang dikuasai Golkar. Berarti >Habibie akan mendapat tambahan 85 kursi di luar 38 kursi gratis untuk >TNI. Di samping itu, militer sudah pasti akan mendapat tambahan 27 kursi >dari 27 propinsi, karena jatahnya yang 0,5 persen di setiap daerah >dibulatkan menjadi satu kursi. Dengan perhitungan ini dapatlah >dimengerti mengapa orang-orang di sekitar Habibie saat ini nampak >gembira. "Orang PDI Perjuangan salah hitung", kata seorang pembantu >Habibie. "Mereka hanya menguasai Pulau Jawa yang utusan golongannya >hanya 25 orang, sedangkan kami kuat di luar Jawa yang banyak kursinya. >Selain itu kami punya 'rudal' yang namanya TNI-AD", tambahnya sambil >tertawa. > >Orang itu tidak menyebut maksud pemerintah dengan memulai insiden- >insiden berdarah yang dicetuskan tentara di daerah seperti misalnya di >Jayapura kemarin. Ini tampaknya merupakan 'rudal' Habibie yang lain. >Yang penting pemerintah sudah berhasil menunjukkan ke luar negeri bahwa >pemilu berjalan aman sehingga IMF segera dapat mencairkan dana pinjaman. >Sementara itu sumber-sumber IMF di Washington mengatakan "Yang lebih >aman bagi kami adalah menunggu sampai hasil pemilu benar-benar >diketahui".
