Mengapa PDI-P menang (harus hati-hati, ini baru hasil sementara lo!) dan parpol lain 
kalah
merupakan suatu bahan kajian yang mungkin menarik untuk menjadi bahan thesis atau 
disertasi
anda dan teman-teman lainnya. Saya sendiri tidak tahu persis, namun saya sependapat 
dengan
anda bahwa pengaruh nama besar Megawati (baca: putri Presiden Soekarno) cukup besar 
bagi
penentuan kemenangan tersebut.

Mengenai kepiawaian Mega dan PDI-P tentunya masih harus diuji oleh waktu, dan kita 
tidak perlu
apriori mengenainya. Namun demikian, kita tidak boleh tinggal diam dan menonton dari 
jauh
bagaimana mereka berkiprah di Republik yang kita cintai itu. Saya berkeyakinan bahwa 
Era
Reformasi bukan monopoli parpol pemenang Pemilu, tetapi milik bersama bangsa Indonesia 
yang
merupakan anugerah dari Tuhan. Anugerah besar lainnya bagi bangsa kita adalah Pemilu 
dan masa
kampanye yang damai dan lancar (bahasa politiknya Jurdil dan Luber).

Berdasarkan hal-hal diatas, kita perlu bertekad mengisi Era Reformasi ini dengan 
memberikan
yang terbaik bagi bangsa kita, regardless siapapun Presiden dan pemenang Pemilu itu, 
dan
tentunya jangan ngambek kalau jago kita kalah. Kita semua tentunya masih ingat bahwa 
Era
Reformasi ini tidak akan pernah terjadi tanpa pengorbanan nyawa para Pahlawan Reformasi
Nasional. Dalam konteks itulah, saya berpendapat ikut memberikan suara adalah 
perwujudan
penghargaan saya kepada para Pahlawan Reformasi itu sekaligus peran serta mengisi 
reformasi
itu sendiri, walaupun hanya satu suara.

Mahendra
(mantan mahasiswa Ekonomi UI)


yuni windarti wrote:

> Karena saya tahu pasti PDIP yang akan memenangkan suara, kehilangan satu suara
> toh tidak akan berpengaruh bagi lainnya.
>
> LAgi pula saya tidak bermaksud menghakimi, akan tetapi berpendapat sesuai
> dengan fakta yang ada. Kalaupun toh nantinya Mega ternyata pemimpin nasional
> yang jempolan maka pendapat saya salah, dan akan saya akui kesalahan pendapat
> saya.
> Akan tetapi untuk sementara ini fakta fakta yang tidak bisa kita pungkiri
> bahwa rakyat Indonesia masih cenderung memilih orang orang yang berdasarkan
> nama besarnya saja, dan saya merasa merupakan kegagalan selanjutnya, mudah
> mudahan saya salah.
>
> Kalau saya mencampur adukkan antara pemilihan presiden dan DPR/MPR, saya kira
> tidak karena yang dipilih rakyat Indonesia adalah Mega bukan PDIP, mereka
> tidak memperdulikan PDIP jika bukan Mega yang memimpin.
>
> Mengapa mereka tidak memilih partainya Amien Rais atau lainnya, padahal Amin
> capable untuk memimpin bangsa.Tidak karena partai lainnya bukan partainya
> anaknya Sukarno.
>
> Sorry bung Mahendra apakah anda dari UNAIR,Fak Hukum???
>
> Yuni
>
> Mahendra Siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya kurang dapat memahami logika berpikir Saudara Yuni dan Donald. Disatu
> pihak anda
> bertindak sebagai judge and jury mengenai Pemilu di Indonesia dengan menilai
> dan menghakimi
> sistem politik dan pemimpin nasional, di lain pihak you do nothing about it
> (dengan menjadi
> golput).
>
> Mahendra
>
> yuni windarti wrote:
>
> > Saya setuju saja kok dengan Bung Donald. Mengenai lemparan kesalahan kepada
> > presiden memang saat ini merupakan satu satunya cara, karena seperti yang
> > sudah saya singgung sebagaian rakyat belum punya wawasan yang cukup
> bagaimana
> > cara mengatur negara, termasuk MPR/DPR. Mereka mudah dinina bobokan oleh
> sang
> > presiden, satu satunya cara untuk membangunkan mereka ya menghantam
> > presidennya dulu baru mereka bangun (MPR/DPR).
> >
> > Saya juga tidak ikut jadi pemilih....ngeri he..he..kebetulan dinegeri rantau
> > jadinya aman aman aja jadi golput
> >
> > yuni
> >
> > Donald Saluling <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Did we choose mbak Mega sevagai presiden Indonesia atau PDI-Perjuangan
> > sebagai wakil kita di MPR-DPR? Saya rasa manusia2 Indonesia sudah keseringan
> > menyalahkan seorang presiden bila ada kesalahan2 atau kebobrokan dalam
> > negeri. Take a look at yourself, perhatikan itu wakil2 rakyat yang selama 30
> > tahun lebih cuman bisa  jadi yes-man nya babe. Plin plan kiri kanan dan
> tidak
> > pernah bisa menyetir haluan negara.
> > Ibaratnya presiden kita itu adalah seorang kapten kapal besar ( Titanik juga
> > boleh) yang tidak mungkin bisa menjalankan kapalnya seorang diri saja. Dia
> > harus betul2 dibantu oleh anak buah kapal dan juru kemudi dan lain lain. And
> > plus, harus mematuhi peraturan pemilik kapal tersebut (dalam hal ini
> > Indonesia,) sebab kalau tidak, doi bisa di pecat! Pemilik kapal ini lah yang
> > kita sebut DPR/MPR yang adalah wakil2 rakyat (gue propose to sweep ABRI dari
> > MPR-DPR.) Nah, saudari Yuni, yang berprihatin, mari kita beri Mega
> kesempatan
> > untuk sementara waktu dan mari kita berikan feedback kepada beliau melalui
> > MPR/DPR yang saat ini seharusnya dalam tahap rebuilding. Presiden bisa kita
> > pecat kalau tidak membuahkan hasil sesuai keinginan kita, ya nggak ? PDI
> > Perjuangan adalah sebuah partai dan tidak dikatakan bahwa PDI Perjuangan
> > adalah pegawai2nya Megawati. Kebetulan Megawati adalah andalan PDI
> > Perjuangan, ya nggak?
> >
> > Voting adalah penyaluran suara hati. Jika anda ragu-ragu, jangan memilih ..
> > sama seperti saya. PEMILU ini belum 100% demokratik sebab masih dibawah
> > pengaruh orde baru (NB: Orde Baru itu bukan hanya menunjuk ke Soeharto) dan
> > satu2nya cara untuk membersihkan Indonesia dari Orde Baru ialah dengan
> > mengadili dan membersihkan negara ini dari antek2 Soeharto yaitu : menteri2
> > yang cuma tau ngomong dan ber"ken-ken" ria, semua ketua umu MPR/DPR yang
> > nggak becus, meluruskan ABRI kejalan yang benar dan lain lain. PEMILU ini
> > hanyalah secuil dari banyak hal yang harus kita lakukan. Kalau hasil PEMILU
> > kita kali ini bisa merealisasikan hal2 diatas , baru saya salut. :)
> >
> > Selamat berjuang,
> > Donald Saluling
> >
> > ____________________________________________________________________
> > Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
> http://webmail.netscape.com.
>
> ____________________________________________________________________
> Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
>http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke