PDI Mega Terlibat Politik Uang di Jakarta Timur
Reporter Hestiana Dharmastuti

detikcom, Jakarta-Bukan cuma Golkar dan Partai Daulat Rakyat (PDR) yang banyak dilaporkan organisasi pemantau pemilu telah melakukan money politics. Bahkan PDI Perjuangan pun dilaporkan melakukan hal yang sama di Jakarta Timur.

Adanya praktek haram itu ditemukan Unfrel (University Network for Fair dan Free Election) pimpinan T Mulya Lubis. Temuan itu disampaikan oleh relawan Unfrel bernama Dicky Hardianto yang bertugas memantau Pemilu 7 Juni 1999 di perumahan AL di TPS 20 Jl Usman Harun RT 01/RW 05 Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

Dicky melaporkan temuannya dalam selembar surat yang kemudian dikirimkan lewat faksmili ke kantor pusat Unfrel, Jl Borobudur, Jakarta Pusat. Reporter detikcom berhasil mendapatkan faksimili itu bersama wartawan Rakyat Merdeka, Suara Bangsa, Sinar Pagi, dan Bali Post.

Menurut Febi Adamsyah, Koordinator Humas Unfrel, faks itu masuk ke kantor pusat Unfrel pukul 15.12 WIB, Rabu (09/06/1999). Faks itu ditujukan pada Divisi Pengaduan Unfrel attn Bapak Agung Supriyo/Daris, hal pengaduan money politics PDI Perjuangan. Demikian bunyi surat yang ditulis Dicky, relawan Unfrel yang berkode 089 ini:

Ass. Wr. Wb.

Saya mengadukan pelanggaran Pemilu 7 Juni kemarin. Di TPS 20 Jl Usman Harun RT 01 RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, telah terjadi praktek money politics yang dilakukan PDI Perjuangan (membagikan uang Rp 10 ribu) oleh simpatisan atau pengurus PDI Perjuangan di daerah setempat dari purnawirawan AL kepada beberapa tukang ojek untuk mendukung PDI Perjuangan pada pemilu kemarin.

Pelanggaran ini cukup menarik karena ini memberi jawaban mengapa di pemukiman ABRI, PDI Perjuangan menang. Bahkan di tempat itu adalah bekas kediaman KSAL.

Terimakasih atas perhatiannya, saya mengharapkan Anda melakukan investigasi dan melaporkan ke masyarakat demi tegaknya demokrasi di Indonesia.

Wassalam,
Dicky Hardianto (089)

Febi sendiri mengaku belum melakukan investigasi ulang terhadap laporan itu. Akan tetapi kemenangan PDI Perjuangan di kawasan ABRI memang cukup unik. Sebab di beberapa perkampungan sejenis, Golkar tetap nomor satu. Misalnya di TPS di perumahan Paspampres (Pasukan Pengawal Presiden) di Kramat Jati, Jakarta Timur, Golkar tetap unggul.

Kirim email ke