Mungkin memang masih terlalu dini bagi Indonesia untuk
dapat segera membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Pertama, memang dikarenakan Israel masih menduduki
Mesjid Al-Aqsa di Yerusalem, dan kedua masih belum
seratus persen diselesaikannya masalah dengan Israel,
apalagi dengan adanya Pemerintahan baru yang baru saja
menggantikan PM. Benjamin Netanyahu.
Mungkin PDIP dapat mempertimbangkan kembali niat tersebut,
atau setidaknya menunggu setelah Pemerintahan RI yang baru
terbentuk, dan tentunya melihat perkembangan respon dari
masyarakat kita sendiri.
Jangan hanya untuk mendapatkan popular vote dari Pemerintahan
barat, PDIP mengkorbankan suara rakyat dan akhirnya PDIP
malah akan kehilangan suara rakyat itu sendiri.
Mardhika Wisesa
Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Adanya pernyataan salah satu tokoh PDI-P pada media massa Israel
tentang kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik RI - Israel memperoleh
reaksi keras dari para tokoh/cendekiawan di tanah air.
Di antarannya dari salah seorang tokoh Partai Amanat Nasional.
Katanya, pernyataan itu akan melukai ummat Islam di Indonesia.
Reaksi keras pun muncul dari Sri Bintang Pamungkas.
Belum terjalinnya hubungan RI-Israel bukan sekedar masalah politis.
Juga agama. Ini berkaitan dengan masih didudukinya Masjid Al-Aqso (tempat
persinggahan Rasulullah SAW dalam Isra' Mir'raj) oleh Israel.
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Salam,
Nasrullah Idris
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1