Palestina dan banyak negara Arab saja sudah buka hubungan diplomatik, kok
Indonesia belum ?? Apa sich yang dikejar? Jika memang mau bantu Palestina lebih
baik buka hubungan langsung dengan Israel, apa dengan putus hubungan diplomatik,
Indonesia bisa membantu Palestina?
Yang kedua soal Taiwan. Ini juga soal bargaining dengan PRC. Kenapa sich kita
harus tidak mengakui Taiwan hanya karena mau membuka hubungan diplomatik dengan
PRC. Kebijakan masa orde baru ini perlu dirubah. Sudah saatnya Indonesia bisa
menentukan sikap sendiri tanpa mau dipengaruhi oleh sentimen negara lain.
Negara yang besar berjalan dengan pikirannya bukan dengan kemauan negara lain.

peace.

Alexander Lumbantobing wrote:

> Membuka hubungan diplomatik dengan Israel????
>
> Bagus! Sangat bagus!
>
> Tentunya supaya (tersangka) Prabowo tidak usah tenang-tenang dan
> ongkang-ongkang kaki di Timur Tengah. Juga supaya (tersangka) Prabowo,
> melalui bantuan Mossad, bisa dengan lebih cepat dan mudah ditangkap, digiring
> ke pengadilan dan dibuktikan sebagai terhukum pelaku kebiadaban a la pasukan
> SS milik Nazi Jerman.
>
> Lebih daripada itu, pelacakan harta Suharto jadi lebih lancar, karena
> Indonesia bisa minta bantuan Israel yang terbukti sangat berhasil meminta
> kembali harta kaum Yahudi yang dirampok Nazi Jerman dan disembunyikan selama
> beberapa puluh tahun di Swiss dan  Austria. Bahkan pengembalian harta-harta
> itu terjadi setelah para penjahat perang dan korban-korbannya banyak yang
> sama-sama sudah meninggal. Jadi, generasi mendatang Indonesia bisa belajar
> bagaimana menuntut kembali harta jarahan Suharto bahkan ketika Suharto sudah
> wafat.
>
> There is always a bright side on everything, only if you do not praise the
> darkness.
>
> Rgds,
>
> Alexander Lumbantobing

Kirim email ke