At 11:14 AM 6/11/99 -0700, bung Samodra Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>wien:
>Justru yang saya dengar agak lain. Ada yang bilang bahwa sudah ada lobby
>antara PPP, PKB, PAN dan PK untuk koal. Ada yang bisa menjelaskan ini?
>
>Yang saya pahami adalah bahwa PDI-P memang sulit untuk koal dengan
>partai
>banteng lainnya. Apalagi ditambah mendengar khabar pesimis dari KKG
>bahwa
>di dalam PDI-P sendiri sudah ada fraction. Bener nggah sih?
>
>-----
>
>Sam komentar dikit:
>
>pemilu kali ini memunculkan peta baru aliran politik bangsa Indonesia
>menjadi sebagai berikut:
>
>semua partai adalah nasionalis (pro Indonesia) dan demokrat (pro
>demokrasi atau pro reformasi). kalaupun ada partai yang disebut partai
>Islam, tak berarti mereka anti-nasional dan anti-demokrasi. dan
>sebaliknya, beberapa partai non-Islam sesungguhnya adalah partai yang
>visi dan sentimennya dipengaruhi secara kuat oleh Islam (atau Nasrani).
>
>jadi, aliran politik di Indonesia sekarang lebih realistis jika
>dipetakan atas dasar agama (formal) para pendukung tiap-tiap partai.
>artinya:
>
> Islam
> Nasrani
> Tradisional (terutama Jawa)
>
>yang paling mungkin berkoalisi adalah Nasrani dan Tradisional. Islam
>hanya akan berkoalisi dengan Islam.
>
>jadi, misalnya, kalau di dalam PDIP ketiga aliran ini relatif sama kuat,
>PDIP akan pecah. Golkar tak mungkin berkoalisi dengan MKGR, karena yang
>pertama (telah menjadi) Islam, yang kedua Tradisional. so, tampaknya
>aliran Islam akan mulai memerintah negara Indonesia.
>
>cemas? berharap? nggak usah. ini othak-athik thok.
>
>sam
Bung Sam, terimakasih. Ini othak-athik yang memberikan bobot dan dimensi
yang unik bagi saya. Simulasi ini yang kita perlukan untuk mengamati gejala
sosial-politik yang sedang berkembang. Simulasi begini lebih ringan
ketimbang berteori ini dan itu. Ada model simulasi lainnya? Anyone?
wassalam,
=wien