Amerika serta negara barat tidak memiliki kekuatan Yahudi seperti yang
diperkirakan banyak orang. Amerika jelas hanya memikirkan interestnya sendiri
dan inilah prinsip congress, cabinet ataupun mahkamah agungnya. Begitu juga
dengan Eropa, khususnya Inggris sendiri akhir-akhir ini sering mengecam
Israel. Alasannya? Karena kepentingan Inggris juga, dimana keuangan Inggris
banyak dikuasai negara timur tengah dan negara Islam lainnya. Alasan dukungan
Amerika dan Eropa terhadap Israel rata-rata dihinggapi sentimen agama, yang
sebenarnya amat lucu karena penganut Jews tidak seberapa dibandingkan dengan
Agnostik yang diikuti Kristen. Mungkin Jews sebanding atau lebih banyak
sedikit dari penganut Islam sendiri (hanya berdasarkan pengamatan disekitar).

Gus Dur sendiri dipilih untuk ikut komite perdamaian Israel-Palestina karena
pengakuan internasional atas wawasannya yang luas. Jika kita ingin membantu
sebaiknya kita ada didalam. Dengan memutuskan hubungan diplomatik artinya
Indonesia diluar. Menurut saya ini lebih berarti melarikan diri dari
pemasalahan daripada ingin memberikan bantuan kepada Palestina.
Soal Taiwan jelas berbeda. Sentimen agama sangat kuat faktornya dinegara
kita. Jika ada negara yang sudah diakui negara lain tetapi agamanya lain,
menjadi agak kurang perhatian kita. Inilah yang saya anggap salah satu
kelemahan kebijakan luar negeri. Apapun namanya sangat tersirat pemihakan
yang kurang terpuji. Jika kita ingin memperjuangkan Palestina sebagai negara
dan memiliki wilayah, juga ekuivalen dengan kewajiban kita ikut mengakui
Taiwan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Begitulah sangkut paut yang
ingin saya sampaikan.

peace.

Mardhika Wisesa wrote:

> Bung Blucer,
> ada perbedaan antara membuka hubungan karena negara lain
> sudah membuka hubungan dengan membuka hubungan yang benar-benar
> dilandasi oleh rasa persahabatan. Kalau hanya membuka hubungan
> karena 'ikut-ikutan'atau dipaksa oleh negara-negara besar,
> ini bukan membina hubungan yang dilandasi oleh rasa persahabatan,
> melainkan karena memang terpaksa. Apakah jangan-jangan PDIP sudah
> diwanti-wanti oleh Amerika dan Negara Barat lainnya untuk
> segera membuka hubungan dengan Israel?
>
> Dan untuk Kasus Taiwan, saya rasa diskusinya akan menjadi beda
> Sebab kita berbicara masalah yang sudah berbeda, dan tidak
> dapat disangkut pautkan dengan pengakuan Israel
>
> Mardhika Wisesa
>
> ____________________________________________________________________
> Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke