Dear pendukung PDIP,
Maafkan saya kalau apa yang saya tulis membuat anda semuanya gusar. tidak ada
niatan saya untuk membuat anda gusar. Saya sendiri memang bukan orang yang
sepintar anda, tidak berpengetahuan luas. Saya hanyalah anak lulusan
universitas dalam negeri dan belum pernah mengecap pendidikan luar negeri
seperti anda semua. Saya hanyalah rakyat biasa belum banyak makan asam garam. 

Saya hanyalah rakyat biasa yang kebetulan menyaksikan sendiri beberapa ketidak
becusan didunia politik, dunia penggede, dan saya hanyalah rakyat biasa yang
sedikit menyadari, bahwa tidak semua tindakan korupsi dan manupulasi serta
berbagai selingkuh dipemerintahan dan bisnis, tidak selamanya dapat
dibuktikan. Saya hanya bagian dari masyarakat biasa yang  tidak begitu peduli
ketika ada surat dari Megawati kepada Gubernur, yang merujuk ke masalah
bisnis.Dan saya memang benar benar orang tololnya pada waktu itu saya sibuk
ngurus kasus rakyat di Gresik, sehingga saya hanya menganggap enteng saja
ketika gubernur cerita tentang surat itu. Saya hanyalah rakyat biasa yang
tidak peduli gubernur memberikan atau tidak proyek tersebut kepada Mega,
karena saya anggap itu adalah urusan penggede, urusan saya hanyalah mengurus
bagaimana agar rakyat yang saya wakili bisa tersenyum.hm...... seharusnya saya
tanya dengan detail untuk bisa saya sajikan kepada anda, sekali lagi sayang
dan sorry. Saya akui saya memang besar mulut, tidak tahu kenyataan berani
cerita cerita. Maaf kan saya  ya mbak Mega, Ampuni kelancangan mulut aya ya
Allah.

Saya akui memang saya hanya rakyat biasa yang kebetulan tahu latar belakang
bisnis tanda tangannya Bambang Sulistomo untuk mendapatkan proyek dan mengatas
namakan rakyat untuk kepentingan pribadi. Dan saya hanyalah rakyat biasa yang
kebetulan sedikit tahu sepak terjang pembagian proyek di PU, dan saya hanyalah
rakyat biasa yang tahu..... dan... dan...

Saya hanyalah rakyat sedikit tahu bahwa tidak ada hubungannya antara keinginan
saya untuk mendapatkan seorang pemimpin pria muslim yang bijak dan penjelasan
saya tentang Mega. Saya hanyalah seorang rakyat yang tetap akan menentang
seorang pemimpin yang mempunyai latar belakang seperti Mega mekipun ia tampak
sebagai figur seorang pria muslim yang bijak. Dan saya hanyalah rakyat biasa
yang tidak pernah mempersoalkan masalah pendidikan seorang pemimpin, bisa saja
seorang pemimpin tidak pernah mengecap bangku sekolah, asalkan dia mempunyai
seorang kemampuan yang luar biasa, contohnya Suharto, dia tidak berpendidikan
tinggi namun tampil sebagai pemimpin yang luar biasa (disukai atau tidak dia
memang luar biasa, smile). 

Saya hanyalah seorang rakyat biasa yang berusaha menahan diri untuk tidak
terlena oleh nama besar seseorang. Saya hanyalah seorang rakyat biasa berusaha
agar tidak termakan arus. Saya hanyalah
................................nothing dibandingkan dengan anda
semuanya....................

Semoga ini memuaskan anda semua, ini adalah email terakhir menyangkut Mega
Kalau ada komentar lain, maaf saya tidak bisa menanggapi, karena saya hanyalah
rakyat biasa yang sudah mulai bosan dengan topiknya.

Salam damai
Yuni Wilcox   



Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
he, he, kemarin katanya Mega jadi Presiden karena benci dengan Soeharto,
sekarang karena ada
yang bagi-bagi tanda tangan walaupun belum jelas itu siapa. Kemudian mengambil
contong anak
Bung Tomo sebagai salah satu teladan yang salah. Akhirnya mengakui bahwa Yuni
memang ingin
pria muslim yang jadi presiden.
Sungguh Yuni seorang yang benar-benar berpengetahuan.

senyum manis juga.

yuni windarti wrote:

> Apakah yang memilih PDIP tahu benar siapa Mega????
> Apakah yang mati karena peristiwa kerusuhan beberapa tahun lalu, karena
> membela PDIP tahu siapa Mega??
>
> Di email ku yang lain sudah aku katakan bahwa aku melihat dengan mata dan
> kepalaku sendiri Mega sewaktu jadi pemimpin resmi PDI sudah sebar sebar
tanda
> tangan untuk minta proyek, untuk partai.Apapun alasannya, hal hal seperti
ini
> yang saya tidak suka dari seorang pemimpin. Mungkin itu bukan Mega, mungkin
> itu perbuatan oknum, mudah mudahan. Tetapi tampaknya arahnya waktu itu jelas
> menunjukkan Mega tidak ubahnya anak anak pejabat lainnya yang suka
> memanfaatkan kesempatan bapaknya jadinya penggede. Seperti halnya Bambang
> Sulistomo, anaknya bung Tomo, yang memanfaatkan nama bapaknya yang sudah
> meninggal untuk mendapatkan proyek di PLN.
>
> Saya tahu hal hal seperti ini karena saya suka iseng ingin tahu bagaimana
> kehidupan orang orang gede, saya dulu terlibat dengan mereka untuk memenuhi
> rasa keingin tahuan. Setelah tahu kehidupan mereka saya jadi ngeri.Memang
> benar firman Allah bahwa harta dan kedudukan bisa melupakan seseorang akan
> dirinya sendiri dan sekitarnya.
>
> Oke saya akui demi Allah saya menginginkan agar Indonesia dipimpin oleh
> seorang pria muslim yang arif bijaksana dan tahu kepemimpinan secara Islam.
>
> Udah deh gue nanti dikira sok tahu lagi
> n
>
> Yuni
>
>
>
>
>
>
> Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> In a message dated 6/9/99 2:29:15 PM Eastern Daylight Time,
> [EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Saya berpendapat jelas bukan mewakili rakyat, mewakili diri saya pribadi.
> > Yang
> >  saya riaukan adalah rakyat yang memilih Mega. Yang aya resahkan adalah
> suara
> >  yang memilih Mega, jika kebanyakan adalah orang orang yang tidak tahu
> >  sebenarnya Mega, tahunya Mega adalah anak Sukarno, seperti contohnya para
> >  rakyat kecil, tentu saja bisa berabe, karena masa depan mereka dalam
> > jeopardy
> >  termasuk the rest of rakyat Indonesia lainnya yang tidak ikut ikutan
> memilih
> >  Mega, karena mau tidak mau mereka harus rela berada dibawah kepemimpinan
> > Mega.
> >
> >  Yuni
>
> Irwan:
> Dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa anda lebih
> tahu banyak tentang Mega ketimbang pemilih2 PDIP.
> Hmmm....mungkin karena sikap anda yg seperti ini makanya
> anda kemarin2 itu dibilang sok tahu oleh beberapa rekan disini.
>
> Sadarkah anda sebenarnya dalam posting anda terdahulu
> itu anda sudah melontarkan satu prasangka yg tidak didukung
> oleh bukti atau pun nalar yg cukup?
> Kalau anda belum menyadarinya, nanti saya postingkan
> disini bagian dari posting anda tersebut. Tapi kalau anda
> sudah menyadarinya, baguslah, saya ngga perlu lagi
> menunjukkan hal tersebut.
> Belajarlah dari kesalahan. Jangan menganggap diri
> menjadi orang yg paling hebat dan merasa paling tahu
> tentang sesuatu. Di atas awan masih ada langit.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> ____________________________________________________________________
> Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.


____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at 
http://webmail.netscape.com.

Kirim email ke