Sekolah  ke LN bukan sekedar untuk menjadi kolektor ilmu, yaitu dengan
melahap buku ke buku, seperti di perpustakaan. Tetapi bagaimana melihat sisi
keilmuan yang diperoleh di sana dari sudut lain daripada yang lain, terlebih
kalau
diimplementasikan bisa memberikan nilai tambah eksklusivitas, yang
gilirannya bisa mengantisipasi adanya persaingan. Ini sangat penting dalam
menghadapi era globalisasi.

Ngapain menjadi kolektor ilmu, tetapi ketika pulang ke tanah air tidak bisa
dikonversikan, diimplementasikan, atau dipraktekkan, selain hanya ditransfer
pada murid di kampus atau audens pada seminar, misalkan.

Sementara bea siswa yang dikeluarkan sudah seabrek. Mendingan kalau dari
kantong sendiri. Celakanya kalau hasil pinjaman dari luar negeri di mana
harus di bayar oleh geneasi mendatang.

Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke