Dear permias@ yth., Kok sampai saat ini belum kedengaran ya gaungnya 'kebulatan tekad'? Padahal, gaung ini khan sangat diminati dan marak pada masa sebelum dan sesudah pemilu-pemilu yang lalu-lalu. Para organisasi kemasyarakatan, kelompok-kelompok sosial, dan bahkan partai-partai saling mendahului menyuarakan dengan lantang (beserta berbagai kosmetiknya) 'kebulatan tekad' ini. Sekarang kemana ya mas 'tekad' ini? Apa sekarang 'tekad' sudah tidak bulet lagi (maksudnya bulat)? Atau mas 'tekad' ini ikutan ngungsi akibat berbondong-bondongnya kedatangan imigran 'reformasi'? Bagaimanapun, mas 'tekad' ini sungguh mengangenkan. Salam, Budi
