Saya tidak melihat adanya konteks email anda dg. email sebelumnya.
Email sebelumnya menyatakan "rules"/aturan yg. perlu dikerjakan dan tentang
tidak adanya dikotomi Politik-agama dalam Islam, sementara email replynya
menyatakan tentang takdir (= ketentuan Tuhan, diketahui oleh manusia setelah
sesuatu terjadi).  Nggak nyambung tuh.

> ----------
> From:         Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Monday, June 14, 1999 9:33 AM
> Subject:      Re: [Re: Nasionalis dan Agamis]
>
> Kalo udah gini.......tanggapan pada kalimat terakhir membuat saya jadi
> ingat
> waktu tugas ke lapangan (ke desa)  semasa kuliah. Saya bertanya kepada
> seorang petani tentang mengapa ia bisa gagal total dalam panen.
> Jawabnya,"Sudah takdir, Mas!!!". Kalo udah gini....what can I say?
>
> Wassalam,
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From:   yuni windarti [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Monday, 14 June, 1999 8:07 AM
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        Re: [Re: Nasionalis dan Agamis]
>
> Bung Andrew,
>
> Dalam agama lain memang diatur bahwa agama adalah agama, pemerintahan atau
> politik tidak ikut didalamnya.Tetapi dalam agama Islam, pemerintahan,
> politik,
> hubungan dengan manusia hubungan dengan Tuhan, ekonmi dan
> lainlainnya...............adalah diatur. Islam mengatur kehidupan umatnya
> dari
> sebelum tidur, bangun tidur, kegiatan selama bangun sampai menjelang tidur
> lagi.
>
> Itulah Islam, tidak ada pemisahan antara agama, pemerintahan, dll.
>
> Salam
> Yuni
>
>

application/ms-tnef

Kirim email ke