Taroklah terjadi perdebatan sengit pada SU-MPR 1999 seputar "Makan
dengan Hidung". Sebagian anggota menyatakan pro dan sebagian anggota
menyatakan anti di mana masing-masing mengemukakan beberapa latar belakang
pemikirannya.
     Karena mengalami "jalan buntu" maka keputusan diambil berdasarkan suara
terbanyak.
     Ternyata hasilnya adalah sebagai berikut :
     Yang setuju "Makan dengan Hidung" adalah 411 suara
     Yang menolak "Makan dengan Hidung" adalah 280 suara
     Sisanya abstain.
     Sehingga akhirnya melalui sidang paripurna MPR ditetapkanlah keputusan
itu sebagai TAP MPR 1999 tentang "Makan dengan Hidung"
     Yang menjadi pertanyaan, "Apakah jawaban itu menggambarkan
representatif dari masyarakat Indonesia ?"

Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke