Woooo....ati-ati kalo ndak tahu artine....
Kere munggah mbale itu artinya ya 'kere naik ke ranjang'. Arti ranjang
di sini punya arti sempit 'kasur ato tempat tidur'. Arti luasnya bisa berarti
'kursi kebesaran' karena jaman dulu 'mbale' selain dipake untuk tidur juga
dipake untuk duduk, bahkan untuk makan bareng. Sementara itu kere
jaman dulu tidurnya di tanah atau di atas pohon di hutan sana. Sekarang ini
yg namanya kere justru tidurnya di mbale. Yang bukan kere tidurnya di
kasur atau spring bed.
Karena kiasan itu dipake untuk orang kaya baru atau pejabat baru yg
berasal dari bawah dan kemudian sewenang-wenang atau sok-sokan,
kayaknya tidak ada cocok-cocoknya dengan yg anda maksud.
Begitu DIK efron...hehehe...ngamuk'o...ngamuk'o kono....
'-----------------------------------
"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" wrote:
> Adinda Yuni,
>
> Tolong jangan sebut-sebut istilah "adik", "kalian", dan lain-lainnya yang
> mengunjukkan (indicate) Anda (kayaknya) lebih tua atau senior ketimbang
> mereka. Yang ada di sini saya menganggap setara untuk saling bertukar
> informasi dan berdiskusi tanpa mengenal kualifikasi (tak sekolah, S0, S1,
> S2, S3, atau S76).
>
> Dengan sikap Anda yang berlaku seperti senior justru mencoreng moreng muka
> Anda sendiri. Seorang senior atau yang dituakan tentu lebih matang ketimbang
> junior-nya. Namun mengapa Anda sendiri mengakui ada emosi. Bukankah ini
> mencoreng muka sendiri? Sukar mencari padanan pepatah Jawa untuk perilaku
> Anda ini. Pepatah yang mengarah ke sana yaitu "kere munggah bale".
>
> Wassalam,
> Efron
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)