Dengan 'tumbangnya' juragan Ghalib akibat campur aduknya keuangan dinas,
organisasi, dan pribadi, tentu akan berdampak besar terhadap hampir semua
juragan di Indonesia (sebut: kepala dinas, bupati, camat, walikota,
gubernur, kepala kantor, menteri-menteri, dll.).
Saya hampir yakin bahwa mereka-mereka juga melakukan hal-hal yang serupa
dengan juragan Ghalib ini (meskipun tidak semuanya seperti itu), yaitu
mencampuradukkan keuangan kantor, yayasan, organisasi, dan pribadi. Saya
menemui banyak hal seperti itu sewaktu bekerja di salah satu departemen di
Indonesia.
Tentu saja dampak yang ditimbulkan oleh 'tumbangnya' juragan Ghalib ini
adalah sibuknya para juragan lain dalam membenahi simpanan-simpanan atas
nama mereka di bank-bank. Mereka tentu lagi sibuk milah-sana milah-sini
untuk mengamankan milik 'pribadi'.
Bisa nggak teman-teman yang di Indonesia mengkonfirmasikan asumsi saya ini.
NB: Kalau asumsi saya benar, kasus juragan Ghalib merupakan pelajaran yang
sangat berharga buat para juragan lainnya.
Salam,
Budi