Rakyat mencintai Partai
Partai selingkuh dengan SERDADU
...kalau saya mah, biar aja.....
siapa tahu Rakyat jadi benci sama tuh Partai..
dan balik jadi.......
Rakyat mencintai saya.....he he...
----- Original Message -----
From: Ira Damayanti <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 15, 1999 3:42 PM
Subject: Sejarah baru dunia? (fwd)
> ---------- Forwarded message ----------
> Date: Mon, 14 Jun 1999 09:20:39 +0000
> From: [EMAIL PROTECTED]
>
> Dalam konteks politik, masalahnya bukan kearifan atau tidak, karena
> kata ini punya makna yang berbeda bagi mereka yang mengambil posisi
> sejarah yang berbeda.
> Tapi coba bayangkan, seandainya partai -- yang selama ini mengesankan
> dirinya sebagai reformis sejati -- yang dipinang rakyat untuk
> dijadikan kekasih ternyata sudah lama pacaran dengan laki-laki lain,
> bernama SERDADU?
> Seandainya Anda merasa mencintai rakyat, dan tahu persis dengan
> perselingkuhan semacam ini, apakah Anda akan menjegalnya sekarang,
> dengan resiko dibenci rakyat yang sudah kadung jatuh cinta (sementara
> kita tahu: cinta itu membutakan, dan ini adalah jenis perselingkuhan
> "halus" yang sulit sekali dipaparkan), atau Anda berdiam dan
> membiarkan rakyat merasakan resiko pilihannya sendiri lima tahun
> kemudian?
>
> CS
>
>
>
> ______________________________ Reply Separator
_________________________________
> Subject: Sejarah baru dunia?
> Author: [EMAIL PROTECTED] at Internet/X400
> Date: 14/06/99 8:46
>
>
> Akankah Indonesia membuat sejarah baru dunia dimana
> partai yg memenangkan pemilu ternyata capresnya tidak
> terpilih menjadi presiden?
>
> Apakah hal seperti ini pernah terjadi di negara lain,
> dimana partai pemenang pemilu ternyata capresnya
> tidak terpilih menjadi presiden?
>
> Indonesia memang sering lain dari yang lain.
> Moga2 kali ini normal2 saja. Jangan lagi kita
> kecewakan rakyat. Rakyat dalam pemilu kemarin
> memilih partai cenderung karena melihat capres
> yg diajukan oleh masing2 partai. Kalau mau dilihat
> dari program2 yg diajukan, cenderung tidak banyak
> perbedaan dan memang cenderung tidak begitu
> diperdulikan oleh sebagian besar pemilih.
>
> Semoga rakyat kali ini tidak dikecewakan kembali,
> tidak dipermainkan kembali oleh sistem.
> Dibutuhkan kearifan dan jiwa besar para pemimpin
> untuk memenuhi keinginan masyarakat Indonesia
> yg tercermin dalam pemilu kali ini.
>