Kabinet versi saya lebih ramping dan efektif. Tak perlu buang banyak duit
untuk ngongkosi pejabat tinggi setingkat menteri. Untuk jabatan saya (4
jabatan bukan 3) setidaknya pemerintah bakal menghemat 27 Milyar setahun.
Gaji saya ya tetap untuk satu jabatan.  Tak perlu ada Menko. Soal
koordinasi? Bukanlah hal yang sulit. Wong ada telpon (juga H/P), ada
internet (plus email). 'Kan bisa bikin milis kabinet, juga milis
antarsektor. Jadi hal sederhana tak perlu dirumitkan, hal rumit dapat
disederhanakan.

Menyoal Sdr. Yuni kok saya tidak ambil pusing kalo doi tersungging. Ini
sudah risiko mengikuti milis. Kalopun saya bersalah kepada seseorang sudah
pasti saya langsung minta mangap..eh..maap. Ini sudah saya buktikan
sebelumnya. Kalo doi emang tersungging yah salah sendiri mengapa mesti
berdiskusi pakek perasaan. Makanya dulu saya nggak suka ama istilah
"sambung-rasa". Yang bener adalah "sambung-nalar".

Wassalam,
Efron


-----Original Message-----
From:   Lab Setup [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Wednesday, 16 June, 1999 8:57 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: FW: Versi saya . ( FW: DAFTAR SUSUNAN KABINET BAYANGAN
VERSILITBANG PDI-P)

Eeeee....siapa kamu namanya...eee....Marie'...eh, bukan...
Epron.... mbok ya jangan kemaruk gitu ya. Itu jabatan 3 menteri
masak mau ditongkrongi sendiri. Satu menteri 9 milyar per tahun,
berarti mau kemaruk 27 milyar per tahun hah... Tapi ndak papa.
Nanti anakku Tommy dan Tutut tolong diperhatiken kesejahteraannya.
Mbesuk saya akan suruh si Murdiono untuk mbikin suratnya. Biar
saya teken suratnya sore-sorean. Kalau bisa ngajak Murdiono ke
Tapos, temtunya akan saya teken saat itu juga. Tapi inget yo...
Anak-anak tolong diperhatiken.....

Tuh kan mbak Yuni tesinggung berat.... udah minta maap sama nyah Yuni.
Ndak usah ngengkel wong nyatanya ndak ngerti artine gitu.... Jadi ya
ndak ada yg mbolak-mbalik (coba si rudi diomongin gitu deh, entar kan
dapat ketupat bengkulu). Ungkapan itu emang sama sekali ndak cocok dan
sangat vulgar, sarkastik pangkat seratus. Wong sekolah di Yogja kok
ndak tahu lho....

Udah ah...ntar dibilang selalu setia setiap saat kayak rexona.


'-----------
"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" wrote:
>
> Ha...ha...ha....kalo nggak tahu siapa saya nggak perlu menjuri saya.
>
> Saya mau menjadi Mentan (mencakup pertanian, pangan, kehutanan, dan
> lingkungan hidup) karena akan mengembalikan posisi bargaining power para
> petani sebagai pelaku ekonomi. Juga lingkungan hidup sangat erat
nasabahnya
> dengan sistem ekologi pertanian. Selain itu saya akan menggasak
pelanggaran
> HPH. Saya tangkap pencuri dana IR. Lagi pula saya merasa mampu melakukan
> itu, asalkan dipercayai oleh presiden memegang jabatan itu.
>
> Mengapa Anda mesti ragu?
>
> Efron
>
> -----Original Message-----
> From:   Joko Purwanto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Wednesday, 16 June, 1999 6:06 AM
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        Re: FW: Versi saya . ( FW: DAFTAR SUSUNAN KABINET BAYANGAN
> VERSI LITB              ANG PDI-P)
>
> Anda kan tukang minyak? kok jadi menteri pertanian.
> Anda kan yang suka nyebarin security bulletin jadi paling nggak anda
> ini antek tentara jahanam itu kan.. kok bisa nya pura-pura ikut
> reformasi.
>
> Namanya juga Indonesia penuh dagelan..
>
> > From:   Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
> > Sent:   Tuesday, 15 June, 1999 8:56 AM
> >
> > Inilah versi saya sendiri jika PDIP menduduki uratan
> > perolehan kursi pada
> > Pemilu 99.
> > Menteri Pertanian (Pertanian, Pangan, Kehutanan, dan
> > Lingkungan Hidup):
> > Efron Dwi Poyo
>
> > Wassalam,
> > Efron
> >
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke