Asli produksi Indonesia (fwd dari teman-teman di Inodnesia). MALAM PERTAMA Dalam menghadapi malam pertama perkawinannya Anto yang lugu itu minta nasihat ayahnya tentang apa yang harus dilakukannya. "Begini," kata ayahnya, "ambillah barang yang sering kau mainkan di masa remajamu dulu, masukan barang tersebut ke tempat pipis istrimu." Dan begitulah, pada malam pertamanya, Anto yang lugu itu mengambil seluruh kelerengnya dan memasukannya ke dalam toilet. MENCURI Seorang pemuda diajukan ke depan pengadilan atas tuduhan mencuri sepeda milik seorang gadis remaja."Saya sama sekali tidak mencurinya, Pak Hakim", kata si pemuda membela diri. "Dia yang memberikan sepeda itu kepada saya. Ketika itu pulang sekolah, dia meminta saya agar memboncengkannya dengan sepedanya. Saya dudukkan dia di stang. Lalu dalam perjalanan, di suatu semak belukar, dia menyuruh saya berhenti. Dibukanya baju dan celananya. Lalu katanya, saya boleh mengambil miliknya yang paling berharga. Pak Hakim, lalu saya berpikir, bajunya memang berharga, tapi itu baju wanita dan tak ada gunanya bagi saya. Jeans-nya juga terlalu kecil bagi saya. Karena itu, yah, apa boleh buat terpaksa saya mengambil sepedanya". PUNYAMU Patrick masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah babak belur dan sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya. "Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda. Tapi terlebih dahulu, mengapa raket itu sampai melilit leher anda?" "Ceritanya begini, dokter", kata Patrick. "Tadi sore, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu istri saya melakukan pukulan yang begitu keras sehingga bolanya hilang dari pandangan kami. Kami sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan saya melihat seekor sapi betina sedang berbaring-baring. Saya dekati sapi itu, dan dengan perlahan-lahan ekornya saya angkat. Astaga ! ternyata bola tenis yang hilang itu memang ada dibawah pangkal ekornya. Saya berteriak memanggil istri saya "Sayang, kelihatannya ini seperti punyamu". Dan dokter, setelah mengucapkan kata-kata itu saya tidak ingat apa-apa lagi". DOSA Guru sekolah minggu di gereja sedang mengajarkan pentingnya rasa penyesalan di hadapan Tuhan kepada murid-muridnya. Diakhir pelajaran itu, untuk mengukur sejauh mana pada murid menangkap uraiannya, ia berkata "Jadi anak-anak sekalian, apa yang harus lebih dahulu kita perbuat sebelum kita memohon pengampunan dosa? Kita harus terlebih dahulu berbuat ............." "Doooooooosssssssaaaaaaa.....!" jawab seisi kelas serempak. PENCIPTA Pastor desa mendatangi tetangganya yang sama sekali tidak pernah ke gereja meskipun ia sudah berumur 70 tahun. Pastor itu mencoba mendekatinya dengan pertanyaan ini : "Tahukah Bapak siapa yang menciptakan Bapak?". "Wah Pastor, terus terang saya ngga bisa menjawab pertanyaan itu." Seorang bocah kebetulan melintas di depan mereka dan sang Pastor memanggilnya salau bertanya : "Siapa yang menciptakanmu, Nak?" "Tuhan, Pastor." Pastor itu menoleh kembali ke tetangganya tadi, "Lihatlah, apakah Bapak tidak merasa malu? Sedangkan anak sekecil itu saja tahu siapa penciptanya". "Tentu saja dia bisa mengingat siapa penciptanya, Pastor. Dia kan belum lama lahir. Untuk saya yang setua ini wajar dong kalau ingatan saya tidak kuat lagi menyimpan peristiwa 70 tahun yang lewat."
