Menjadi presiden Republik Indonesia nanti itu ibarat seseorang yang
sedang menggendong dua anak sekaligus sambil melakukan eksperimen nuklir di
laboratorium
Nah bila anak yang satu diam dan anak yang lain meronta-ronta (sambil
menggoyangkan badannya), apakah resiko yang ditimbulkannya lebih besar atau
lebih kecil dibandingkan dengan bila kedua anaknya bisa diam ?
Apakah anak yang meronta-ronta itu diikat saja tangannya untuk kemudian
dimasukkan ke dalam kamar ?
Kedua anak yang sama besar dan sama berat badan itu masing-masing
menggambarkan :
* kelompok yang setuju dipimpin olehnya.
* kelompok yang tidak setuju dipimpin olehnya
Jadi jalan keluarnya bagaimana ?
Cuma tanya saja kok !
Salam,
Nasrullah Idris