From: zUlFaN K <[EMAIL PROTECTED]>
To: _ACI/SCI
<[EMAIL PROTECTED]
.edu>
Date: Thursday, June 17, 1999 11:48 PM
Subject: [Sabil] THE DINASTY CONNECTION ADALAH PENJAJAHAN SEUMUR HIDUP


THE DINASTY CONNECTION ADALAH PENJAJAHAN SEUMUR HIDUP
Menyikapi adanya dugaan Politik Dinasti, bila kita perhatikan secara
mendalam, ternyata dugaan tersebut cukup menarik untuk di telusuri
kebenarannya. Dan sebagaimana halnya yang dianjurkan oleh Muladi pada kasus
Ghalib, maka dugaan Politik Dinasti juga bisa menggunakan Sistem Koneksitas
dan Pembuktian Terbalik.

Nah kalau kita lihat historical para Penguasa dan PENGUSAHA, maka dengan
sangat mudahnya kita bisa meraba permainan MEREKA yang terlibat "The Dinasty
Connection", apalagi membaca judul berita bahwa JAMES  RIADY SIAP GANDENG
PEMERINTAH BARU !! yang secara AROGAN mengajak PDI-P untuk segera ber KKN.

Mari Kita Lihat secara historical apa yang dimaksud dengan The Dinasty
Connection :

1945 s/d 1967 :
Tepatnya sejak 1959, SOEKARNO menjadi PENGUASA di Indonesia dan sejalan
dengan kepemimpinannya yang dikenal dengan rezim Orde Lama yg menerapkan
Demokrasi Terpimpin, dan memang selama kepemimpinannya Telah Berprestasi
melahirkan BEBERAPA PENGUSAHAalias Konglomerat yang khususnya didominasi
Taipan bernama Liem Sioe Liong, akan tetapi 20 Tahun kemudian diakhir
rezimnya tahun 1967 sang Penguasa dan Pengusaha meninggalkan KRISIS dan
KEMISKINAN bagi Rakyat Indonesia.

1967 s/d 1998 :
Diawali dengan insiden G30S/PKI dan Supersemar, SOEHARTO yang merupakan
murid kesayangan Soekarno (sang Presiden seumur hidup) , meneruskan
kepemimpinan Soekarno sebagai PENGUASA lanjutannya dengan istilah baru rezim
Orde Baru  yg menerapkan Demokrasi Pancasila, dan memang selama
kepemimpinannya Telah Berprestasi pula melahirkan RATUSAN PENGUSAHA alias
Konglomerat alias Vampire KKN termasuk anak anak/om/paman/ tante/keponakan
dan para kroni lainnya yang tetap saja didominasi Taipan yang sama bernama
Sudono Salim, akan tetapi 30 tahun kemudian diakhir rezimnya tahun 1998 lagi
lagi kejadian yang sama terulang kembali sang Penguasa dan Pengusaha
meninggalkan KRISIS dan KEMISKINAN bagi Rakyat Indonesia ditambah plus
HUTANG RATUSAN MILYAR US$



----------------------------------------------------------------------------
----

DINASTY
PENGUASA DAN PENGUSAHA
Menganalisa historical kepemimpinan sang PENGUASA & PENGUSAHA pada kedua
jaman rezim tersebut diatas, apalagi secara mencolok diakhir rezim Soeharto
di tahun 1998 lalu, telah meletus Kerusuhan Rasial Anti Cina Tragedi MEI
1998
Lalu timbul sebuh pertanyaan, SUDAH PUTUSKAH DINASTY kedua sang Penguasa &
Pengusaha tersebut diatas ???

Jawabannya : Simple dan Mudah sekali, BELUM !!!

Mari kita buktikan :

    1.. Walaupun selama kepemimpinan orde baru, telah bermunculan para
Konglomerat Baru antara lain : Bob Hasan, The Ning King, Prayogo Pangestu,
Eka Cipta Widjaya, Anak Anak Soeharto, Probo Sutedjo, Sudwikatmono, Peter
Gontha, dan lain lain, sesuai dengan jamannya ternyata Taipan Lim Sioe Liong
yang telah berganti nama Sudono Salim masih tetap MERAJAI percaturan
business di Indonesia dan berhak menyandang PENGUSAHA seumur hidup.
    2.. Tahun 1990an, Indonesia kebanjiran US$ dengan berdatangannya modal
asing yang mana pada saat itu pula telah bermunculan Bank Bank yang
jumlahnya sangat TIDAK MASUK AKAL mencapai ratusan.
    3.. Lalu sejalan dengan bermunculannya bank bank sejak 1990an, tiba tiba
saja banyak bermunculan perusahaan perusahaan baru yang dimiliki oleh para
Ali Ali Baba dan Baba Baba Ali lengkap dengan dukungan para Mantan Jendral
yang berjabatan Pres-Kom atau Pres-Dir yang notabene berfungsi sebagai
Algojo Elit dengan gaji Rp.50juta /bulan plus inventaris Mercy Baby Benz dan
Rumah Mewah di Jakarta Selatan sekelas Beverly Hill.
    4.. Terbukti satu contoh saudagar yang terhormat Peter Gontha kedapatan
memiliki anak perusahaan yang dewan direksinya adalah para Office Boy dan
Satpamnya akan tetapi memiliki Utang Macet Ratusan Milyar Rupiah....... huh
benar benar edan !!
    5.. Kesemua dugaan diatas adalah hanya bumbu bumbu penyedap saja
daripada dinamika per DINASTY an sang Penguasa & Pengusaha yang di aktori
oleh Soekarno - Soeharto dan Lim Sioe Liong alias Sudono Salim.
    6.. Tahun 1990 an, bersamaan dengan lahirnya ratusan bank bank, telah
lahir pula Kloningnya Om Liem yakni Om Mooti atau kepanjangannya Lee Mo Tie
alias Mukhtar Riady yang merupakan Tangan Kanan Om Liem di BCA dengan
membuka Bank Lippo.
    7.. Semua orang menyadari kalau saja Soeharto jatuh, pasti Om Liem juga
akan jatuh, dan dugaan tersebut benar benar terjadi dimana sejak 1998 lalu,
hampir seluruh group BCA jatuh ketangan pemerintah, namun benarkah hal itu
???
    8.. Dalam kurun waktu yang sangat singkat di tahun 1995, Mukhtar Riady
beserta anak anaknya telah memiliki wadah Lippo Group yang memiliki asset
dengan taksiran Trilyunan Rupiah. Wow Sim sa la bim ternyata Kloning om Liem
telah begitu cepatnya menguasai ekonomi Indonesia.
    9.. Disisi lain, untuk mengantisipasi tekanan politik dari kejatuhan
Soeharto, dengan cerdiknya Lippo Group melalui Kloningnya yg baru Laksamana
Sukardi sejak 1996 an telah masuk ke Kandang Kerbau PDI dan menjadi figure
Bendahara yang handal dalam tubuh PDI-P.
    10.. Disisi lain sang anak bernama saudagar James Riady masuk ke
pemeritahan dengan jabatan Duta Besar Keliling Keliling Dunia......
memainkan perananannya dalam rangka mengukuhkan The Dinasty Connection
Setelah adanya data optimistik perhitungan suara PDI-P mengungguli partai
partai lainnya.
Pada Bulan ini, hari ini tanggal 17 Juni 1999, adalah merupakan momentum
yang sangat TEPAT sekali bagi sang DYNASTY (Lihat uraian diatas) untuk
menyatakan SIKAP nya melalui pernyataan sang anak cabe rawit baru gede
kemarin (supaya ngga ada resiko dong, kan anak anak !! kata si Eko Parto
Group)

Melalui pernyataanya : JAMES RIADY SIAP GANDENG PEMERINTAH BARU (Alias
PDI-P)

Kesan saya : BETAPA SOMBONGNYA ANAK INGUSAN YG SATU INI !!!
Apakah Lippo sudah berhasil mensejahterakan bangsa Indonesia ?? Atau ??
Karena sudah merasa sukses mendanakan kampanyenya Bill Clinton ??

Itulah sekedar ulasan dari saya mengenai apa yang dimaksud dengan Politik
Dinasty yang bisa juga disebut The Dinasty Connection, atau bolehkah saya
simpulkan Penjajahan Seumur Hidup ? Sehingga sangat tepat kalau rezim
pemerintahan mendatang di sebut Orde DINASTI sang Penguasa dan Pengusaha.

Lalu pertanyaannya : Siapa mereka mereka itu ?? Mohon pendapat !!

Mohon maaf bilamana ada kata kata yang kurang kurang berkenan dan tak lain
maksud saya adalah dikarenakan keprihatinan saya terhadap kemiskinan Rakyat
Indonesia.

Salam

Zulfan



----------------------------------------------------------------------------
----

Kamis, 17 Juni 1999
James Riady Siap Gandeng Pemerintah Baru

Jakarta, JP.-

Hasil pemilu yang menempatkan PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri
di urutan pertama tidak membuat gentar Grup Lippo. Kerajaan bisnis milik
keluarga Mochtar Riady itu menyatakan, kesuksesan bisnisnya selama ini tidak
bergantung pada hubungan dekat dengan kekuasaan. Oleh karena itu, Grup Lippo
siap menerima kenyataan lahirnya pemerintahan baru.

��Lippo adalah kelembagaan yang profesional,�� ujar chief executive officer
(CEO) Grup Lippo James T. Riady dalam acara public expose di BKPM Jakarta,
kemarin. Acara tersebut selain dihadiri jajaran direksi Grup Lippo, hadir
Meninves/Kepala BKPM Marzuki Usman.

Ditegaskan, sebagai lembaga bisnis profesional, Grup Lippo mencakup satu
organisasi yang memiliki ribuan karyawan dan pemegang saham. Karena itu,
Lippo akan selalu menempatkan dirinya dalam kerangka hubungan bisnis
profesional tersebut. Termasuk dengan pemerintahan baru hasil pemilu nanti.

��Lippo punya prinsip untuk selalu memiliki satu hubungan kelembagaan dengan
pemerintah yang profesional. Itu prinsip kita,�� ujar penerus tahta kerajaan
bisnis Grup Lippo ini. Dijelaskan, grup bisnisnya berkembang menjadi
kerajaan bisnis bukan karena hubungan dekat dengan kekuasaan. Juga bukan
berkat hubungan pribadi dengan para pejabat, termasuk pemimpin negara.

Mengenai hubungan pribadinya dengan pemimpin negara, James minta off the
record. Permintaan senada dia sampaikan saat menjelaskan berapa kali dia
pernah menginjakkan kakinya di Istana Negara. James tampaknya ingin
menegaskan, sukses kerajaan bisnisnya betul-betul berkat manajemen yang
tepat. Dan, bukan karena fasilitas-fasilitas dari penguasa sebagaimana
dinikmati para konglomerat umumnya.

Ditanya soal bocornya rekening Jaksa Agung Andi M. Ghalib yang kini
dinonaktifkan, James awalnya minta tidak dikutip. Alasannya, dia bukan lagi
direksi Bank Lippo. Hanya, James akhirnya mau memberi komentar dengan
menyebut Bank Lippo telah mengeluarkan sikap resmi menyangkut bocornya
rekening bank Ghalib tersebut.

��Bank Lippo telah memberikan pernyataan yang resmi bawa tidak membocorkan
informasi apa pun mengenai nasabah dan menjunjung tinggi undang-undang
perbankan mengenai kerahasiaan bank,�� tegasnya.

James yang juga anggota MPR ini lebih senang menjelaskan posisi bisnisnya.
Menurut dia, Grup Lippo bisa terhindar dari kebangkrutan akibat hantaman
krisis bukan karena faktor kedekatan dengan pemerintah. Tapi, hal itu berkat
manajemen tangan dingin para pengelolanya.

��Kita bisa bertahan dan terus berkembang justru karena konsisten untuk
mempertahankan core business,�� ungkapnya. Disebutkan, krisis ekonomi yang
melanda Indonesia mulai pertengahan 1997 sebenarnya sudah terdeteksi sejak
awal. Tepatnya ketika Thailand dilanda krisis pada 1996. Waktu itulah, Lippo
melakukan berbagai antisipasi agar terhindar dari badai krisis.

Antisipasi yang dilakukan adalah merancang rekapitalisasi Bank Lippo sebagai
salah satu bisnis utama Grup Lippo. Selain itu, James melakukan pengelolaan
utang perusahaan secara intensif. Dilakukan pula peningkatan cash flow serta
efisiensi di segala bidang usaha. ��Jadi, ketepatan dalam memilih strategi
bisnis yang bisa membuat kita bertahan,�� tandasnya.

Saat ini, Grup Lippo membawahkan 12 perusahaan utama dan 25 perusahaan
penunjang dengan jumlah karyawan 26 ribu orang yang tersebar di 560 kantor
cabang di seluruh Indonesia. Dalam menatap masa depan bisnisnya, Lippo akan
tetap memfokuskan pada empat bidang utamanya.

Empat bidang utama bisnis Grup Lippo itu adalah lembaga keuangan dan
financial services (Bank Lippo, Lippo Life, dan Lippo Securitas), bisnis
eceran (Matahari dan Multipolar), pembangunan sarana kota terpadu (Lippo
Land Development), dan investasi. (adb)

Kirim email ke