Mungkin lebih tepatnya, Para Elitis Politik yang menggunakan Agama Islam sebagai Tameng Mereka, jangan menfitnah dengan menggunakan Sunah Nabi, Al Quran, Harus kita ketahui semua, khususnya para Muslimin dan Muslimat, walaupun Indonesia adalah Mayoritas pemeluk agama Islam, namun ada beberapa daerah yang Sejak Dahulu Kala adalah pemeluk agama Non-Islam. Mereka punya hak untuk dapat hidup dan melaksanakan ajaran agamanya, dan mereka juga punya hak untuk Mempunyai Pemerintahan yang bukan Didominasi oleh kekuatan Muslim. Kalau Indonesia mau diarahkan kepada Pemerintahan Muslim, mungkin ada baiknya Indonesia dipecah dulu sehingga kita tidak akan memaksakan kehendak kita kepada para non-Muslim. Mardhika Wisesa, Pendukung Negara Sekular Republik Indonesia Agama tidak boleh menjadi pemerintah, tetapi Pemerintah harus dijiwai oleh Agama ********************************************************** Umat Islam Jangan Lecehkan Kami Masyarakat Hindu Bali Hasil Pemilu menunjukan bahwa PDIP memimpin, apalagi di pulau kami, Bali, yang mayoritas beragama Hindu. Hampir 100% mayarakat memilih PDIP. Namun berita penjegalan ibu Megawati untuk menjadi presiden makin santer. Agama lalu diperalat untuk politik. Kasus penghinaan menteri pertanian terhadap Megawati dan rakyat Bali kembali berulang. Kami menduga penjegalan Megawati hanyalah dimotori oleh para elite politik regim status quo di Jakarta, bukan keinginan rakyat yang justru menginginkan Megawati sebagai presiden. Namun karena regim status quo menguasai media televisi, maka masyarakat terusmenerus dicuci otak dengan melancarkan isue bahwa yang tidak menghendaki Megawati adalah umat Islam. Baiklah sebelum kepokok permasalahan coba simak dulu hal dibawah ini: India adalah demokrasi negara terbesar dengan mayoritas beragama Hindu. Namun masyarakat Hindu dapat menerima Sonia Gandhi, orang Katholik kelahiran Italia, sebagai ketua partai Konggres. India memberikan upacara pemakaman Nasional ketika Ibu Teresa, kelahiran Albania dan biarawati Katolik, meninggal dunia. Pilipina rela dipimpin seorang presiden wanita keturunan Cina, Ny. Aquino, jadi tidak ada ras diskriminasi. Turki, Pakistan dan Bangladesh adalah negara Islam yang pernah diperintah oleh wanita. Oleh sebab itu, bila ibu Megawati tidak dapat menjadi presiden dan umat Islam terus menerus mempolitisir agama, maka kami menyarankan agar Pulau Bali merdeka dibawah presiden Ibu Megawati. Alasan kami: - Makin kecil negara, makin makmur, dan aman sentosa. Contoh: Belanda, Singapore dan Monako. Ingat, jaman sekarang sudah bukan jaman "Mangan ora mangan kumpul, tapi kumpul ora kumpul mangan enak" (maaf pakai bhs. Yogya). - Dapat terbebas dari preman, koruptor dan penjahat Jakarta. Sumber segala sumber bencana Indonesia adalah birokrat, konglomerat dan tentara di Jakarta. - Dapat terbebas dari fanatisme umat Islam. Sejarah dunia membuat bulu kuduk kami merinding, ternyata negara2 Islam sulit maju dan selalu bergejolak, lihat: negara2 Timur Tengah, Pakistan, Bangladesh, Kosovo, Aljasair, Afganistan. Bahkan Malaysia makmur atas pengorbanan hak2 suku Cina. - Televisi Bali menjadi terbebas dari virus Jakarta. Sungguh bosan melihat acara televisi yang Jakarta sentris dan pejabat sentris serta isinya memihak status quo. - Bila Bali merdeka, apapun yang terjadi di Jakarta maupun di Indonesia, turisme di Bali (sumber pemasukan utama) tak akan goncang. Saat ini turisme drop menjadi hanya 30%, bayangkan kerugian kami! Sekian dulu ungkapan nurani kami. Kami mohon tanggapan rekan2 dari Bali, terutama sivitas akademika universitas Udayana (jangan diam berpangku tangan). . Aktip menulis dong di http://www.indopubs.com/archives, alamat: [EMAIL PROTECTED] Kami harap Rektor dan Gubernur bukan kepanjangan tangan para mafia di Jakarta. Barangkali tidak hanya Bali, melainkan Flores, Ambon, Sulut, Kalteng, dan Irja (sebagai kaum minoritas) yang merasa dilecehkan oleh para elit politik Muslim di Jakarta. Mohon bantuan agar artikel ini disebarluaskan, terima kasih. I Made Suarjaya Pimpinan Salah Satu Asrama Bali di Babarsari, Yogyakarta. ----- End of forwarded message from I Made Suarjaya ----- ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
