Masalahnya sebetulnya PDIP punya agenda-agenda yang menuju ke arah
reformasi tidak sih? Kan tidak ? Jadi kemaren menangnya karena apa?
Waktu sebelum pemilu orang-orang sibuk menyerang MS, para pendukung
PDIP lalu sibuk berkilah agar jangan mengkritik MS secara pribadi, tetapi
kritiklah program PDIP. Begitu dikritik program-programnya, lalu berkilah
bahwa rakyat memilih MS sebagai presiden, bukan program karena programnya
mirip dengan yg lain. Padahal yang mirip dengan program PDIP cuman punya
Golkar. Jadi muter-muter ke sana kemari.

Nah, di sini mesti dilihat kepantasannya dalam membawa agenda reformasi
sesuai jalurnya. Lha kalo punya program aja endak, apanya nyang mau
dinilai pantas atau tidak. Makanya mending MS tetap di rumah aja. Wong
orang lain sibuk demo ibu kita Megawati malah bobok-bobok siang saja.
Habis itu tidak mau nerima tamu jauh.... weh...repot.




"Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" wrote:

> Suatu ketika pada akhirnya Megawati mengubah sikapnya. Ia mau mengamandemen
> UUD dan menghapus dwifungsi TNI. Adakah alasan lain untuk mencegahnya
> menjadi presiden? Ingat, sampai saat ini PDIP meraih suara terbanyak (bukan
> kursi) dalam pemilu.
>
> Wassalam,
> Efron

Kirim email ke