Ah, bukan gitu... Memang betul sekali Sabam cukup bilang seperti itu.
Artinya
Sabam sudah terlalu tua untuk berpikir multi alternatif. Kesimpulannya
Sabam
sudah terlalu karatan untuk menjadi anggota DPR ataupun duduk di
kabinet.
Sangat berbahaya tho kalau semua-semuanya ndak pake alternatif?

Katanya PDIP adalah parte anak muda, kok pentolan yang sudah bau tanah
masih
dipakai. Sudahlah Sabam diminta lengser aja, daripada kelamaan duduk di
kursi
MPR atau kabinet malah nanti beser lho. Kan kasihan yg duduk di
sebelahnya.

Cari yang muda dan bersemangat dong. Yuk nyanyi aja yuk.

Bangun Pemudi Pemuda...Indonesia.
Lengan bajumu singsingkan untuk negara.
Masa yg akan datang kewajibanmulah.
Menjadi tanggunganmu terhadap nusaaaaaa..
Menjadi tanggunganmu terhadap nusaaaaaa..

(Kalo syairnya salah ngetik diper-sorry aja. Sudah luama banget je).



Blucer Rajagukguk wrote:
>
> Arogan??? Tergantung sudut pandangnya darimana. Sebagai salah satu ketua PDIP, wajar 
>saja jika Sabam menyebutkan ketua umumnya
> the best. Kebetulan PDIP khan memang yang terbanyak dipilih rakyat, kenapa pilih 
>yang lain. Justru terlalu berlebihan
> menganggap situasi seperti ini arogan.
>
> Lutfi M. wrote:
>
> > Sebetulnya masalahnya capable atau tidak.
> > Kalau capresnya spt. Margaret Teacher sih nggak masalah.
> > Selain itu, ada sifat arogan dari PDI-P spt. yg. dicetuskan oleh Sabam
> > Sirait saat interview dg. salah satu TV swasta.  Ketika ditanya apakah siap,
> > misalnya, Mega tidak terpilih saat SU MPR nanti?.  Dia menjawab,
> > "berdasarkan rapat ..bla..bla.. tetap memutuskan MS sebagai capres".  Ketika
> > ditanya lagi, "in worse case, apa siap?".  Jawabnya, "Mengapa mencari worse
> > case, kalau the best sudah ada?".
> > Apa ini tidak arogan?
> > Biar bagaimana pun, di dunia ini kan tidak dapat kita pastikan kejadian yg.
> > akan datang.
> >
> > > ----------
> > > From:         Mardhika Wisesa[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > Sent:         Monday, June 21, 1999 8:11 AM
> > > Subject:      PDIP atau MEGA Dikalahkan Secara Tidak Jujur, Daerah
> > > Non-Muslim Keluar Dari Kesatuan ??
> > >
> > > Ass. Wr. Wb,
> > >
> > > Pesan kepada Para Elitis (Muslim) yang Pro-Status Quo,
> > > (Tidak hanya kepada para Muslimnya, tetapi kepada yang Non Muslim Juga)
> > >
> > > Khususnya di MUI, PPP, dan ICMI (KISDI)
> > >
> > > Bila kemenangan yang telah diraih oleh PDIP dan Ibu Megawati Soekarnoputri
> > > terus-terusan dirongrong oleh Propaganda-propaganda yang dipaksakan
> > > berbau KeIslaman, seperti Kasus Sembahyang di Pura, Presiden tidak boleh
> > > Wanita atau Non-Muslim, Caleg PDIP Mayoritas Non-Muslim
> > >
> > > Maka, Umat Islam sudah secara Kurang Ajar Menyinggung,
> > > ketulusan dan keikhlasan Para Pemeluk Agama Kristen Protestan,
> > > Pemeluk Agama Katholik, Pemeluk Agama Hindu, Pemeluk Agama Buddha
> > > dan Pemeluk Aliran Kepercayaan lainnya, yang telah mengakui
> > > sebagai Warga Negara Republik Indonesia (yang dalam pendiriannya,
> > > jelas disusun sebagai Republik yang mengakui 5 Agama sebagai Agama Resmi,
> > > Republik Sekuler yang tidak memihak kepada dominasi Satu Agama
> > > Mayoritas.
> > >
> > > Dan bila ini masih terus dijadikan sebagai alasan untuk, menjegal
> > > Ibu Megawati, maka Pilihan untuk berpisah dari Republik
> > > Indonesia adalah kemungkinan satu-satunya pilihan, jika
> > > memang para Politik berkehendak untuk memaksakan Indonesia
> > > berwarna Ke-Islaman. Jikalau Rakyat menghendaki lain, maka para
> > > Politis-politis yang telah menggunakan Warna Islam sebagai
> > > alat propaganda mereka, dan telah menyinggung perasaan para
> > > kaum Minoritas yang juga pemilik Republik ini, diharuskan
> > > keluar dari pentas politik.
> > >
> > > Posting ini juga ditujukan untuk Menolak Deklarasi PPP yang
> > > mengkehendaki agar Non-Muslim dan Wanita tidak boleh dipilih
> > > dalam Pemilu ini. Terutama kepada Seruan MUI, yang isinya
> > > juga hampir sama, Harus DITOLAK oleh BANGSA, karena akan
> > > merusak Persatuan Dan Kesatuan Bangsa dan Negara Indonesia.
> > >
> > > Persatuan adalah yang Utama, Islam sesudah Persatuan.
> > >
> > > Rakyat Menolak Negara Agama, Rakyat Menginginkan Agama Menjiwai  Negara
> > >
> > > Pemimpin yang Beragama, tidak Korupsi, tidak bermain berzinah,
> > > tidak mabuk Alcohol, dan Semua tercantum dalam Al Quran dan Kitab-kitab
> > > suci
> > > Agama Lain.
> > >
> > > "Ya Allah, pimpinlah Bangsa Indonesia"
> > > Amin.
> > >
> > > Mardhika Wisesa
> > >
> > >
> > >
> > > ____________________________________________________________________
> > > Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
> > >
> >
> >                                                   
>------------------------------------------------------------------------
> >
> >    Part 1.2       Type: application/ms-tnef
> >               Encoding: base64

Kirim email ke