Weleh...weleh... ternyata bekas ratu Iran ada di Indonesia ya?
Setelah Syah Iran meninggal rupanya nikah sama Agust.....
SP menurunkan berita di bawah ini. Terdapat suatu ironi yang mengusik
hati setelah mbaca berita di bawah ini. Saya rasa KIPP tiba-tiba mempunyai
warna politik tertentu. Bagaimana tidak... wong jumlah partai yang membawa
bendera agama jauh lebih banyak daripada yang tidak membawa bendera
agama. So, jelas agama menjadi isu penting tho? Ada yg mbawa warna Islam,
ada yg mbawa warna Kristen, dan juga ada yg Katolik.
Memang saat ini 2 partai teratas tidak berwarna agama, sedangkan PKB walaupun
bilang tidak tetapi warna yg ada tidak bisa diputihkan lagi (biarpun pake bleach).
Partai-partai 'second tier' jelas berwarna agama yg kental. Hence, agama memang
sudah menjadi warna politik sejak repiblik ini ada. Kenapa sekarang ada yg sibuk
dengan isu agama macam KIPP ini?
Bila sekarang KIPP protes berarti selama ini KIPP tidak paham dengan
kondisi yang ada. Seharusnya protes disampaikan pada saat partai-partai
berwarna agama ini didirikan. Bukan sekarang ini, yang apa akhirnya membuat
saya sibuk menduga-duga bahwa:
- KIPP memang punya warna politik tertentu...
- KIPP waton bunyi....
Ada pendapat? Tentu saja pendapat yg bebas dari efek hooliganisme Liverpool
sangat dihargai.
'-------------
"Women Projects" Kecam Politisasi Isu Agama
Jakarta, Pembaruan
Sekitar 150 orang yang tergabung dalam Women Projects Komite Independen
Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia menggelar aksi unjukrasa di depan gedung
DPR MPR Senayan Jakarta hari Rabu (23/6) dengan melakukan orasi dan
menggelar sejumlah pamflet.
Di antara pamflet itu ada yang bertuliskan ''Jangan Politisir Isu Perempuan
Menjadi Agama'', ''Kami Menolak Presiden Yang Tidak Menyuarakan Aspirasi
Perempuan'' dan ''Jangan Hambat Perjuangan Perempuan''. Aksi mereka terhadang
tidak dapat masuk ke halaman gedung, karena penjagaan yang ketat oleh aparat
keamanan di pintu gerbang.
Koordinator Women Projects KIPP Indonesia Farah Diba Agust dalam pernyataan
sikapnya menuntut agar tidak mempolitisasi agama menjadi kepentingan politik,
tidak merusak nilai-nilai demokrasi dan tidak mempermasalahkan tentang persamaan
hak politik antara laki-laki dan perempuan.
Pihaknya mendukung dan akan bersama-sama memperjuang- kan hak perempuan
di semua bidang.
Dalam orasinya mereka menilai bahwa demokrasi selama 30 tahun di bawah
pimpinan Soeharto telah mati. Mereka juga mengecam para elite politik yang
menggunakan isu-isu agama sebagai komoditas politik.
Aksi Women Projects KIPP akan dilanjutkan di Bundaran HI. Mereka akan
mensosialisasikan tuntutannya kepada seluruh masyarakat yang melintasi di
sekitar jalan tersebut. (125/129)
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)