Sebenarnya masih cukup banyak posisi yang dapat digunakan untuk
memperjuangkan kepentingan nasional; misalnya Ketua DPR/MPR, Ketua DPA.
Saya pikir rakyat( terutama yang beragama Islam, yang sekarang ini
menentang MS untuk menjadi presiden) akan lebih bisa menerima bila MS
menjadi Ketua DPR/MPR; Jabatan ini sebenarnya lebih tinggi daripada
Presiden tetapi cuma kurang populer saja. Dengan jabatan Ketua DPR/MPR,
MS juga tetap dapat mempengaruhi jalannya pemerintahan. Saya pikir ini
lebih baik daripada lagi-lagi "tidak mendapat legitimasi" dari sebagian
(cukup besar) rakyat.
Itu kalau mau kompromi, tapi kalau mau jadi "kepala batu" ya lihat saja
nanti.......kita doakan saja semoga semuanya berjalan baik; kalau
ternyata buruk paling tidak kita bisa berkata "ya semua input sudah
dipertimbangkan, dan saya menempuh jalan yang nyerempet-nyerempet
bahaya....."
Kata lainnya adalah "vivere pericoloso"...... dan rekan-rekan pasti
ingat "tahun vivere pericoloso"...
khan banyak tuh yang punya anak namanya TAVIP....
nah...ternyata "mode" itu cuma berulang kembali, dan yang
"memperkenalkan kembali" itu tidak lain adalah "anaknya pencetus
TAVIP"......
(Semoga tidak terjadi, ya Allah jangan timpakan hal-hal yang buruk itu
kepada kami)
Salam,
Dody
--- Yuni Wilcox <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Blucer, secara obyektif sebagai orang yang
> tidak berkepentingan dengan
> jungkir baliknya Indonesia, saya menilai justru AR
> adalah seorang pemimpin
> yang ideal. Ia lahir dari bawah, dengan kata lain ia
> berhasil menduduki
> jabatan salah satu organisasi Islam kedua terbesar
> di Indonesia. Dan ia adalah
> salah seorang yang sudah dapat dibuktikan kerjanya
> dalam membantu
> menggulingkan Suharto. Paling tidak suaranya yang
> lantang dan konsisten pada
> waktu itu membakar semangat para mahasiswa
> "minimal".
>
> Apakah itu tidak cukup membuktikan
> keterkecimpungannya dalam politik.
>
> Saya ingin tahu apakah MS sudah cukup membuktikan
> dirinya lebih matang
> daripada AR? Saya tidak melihat tanda tanda itu,
> kecuali "kesahajaannya"
> sebagai seorang "perempuan" dan anak "Sukarno".
>
> Mengapa kalangan internasional sempat cepat ketika
> bergolaknya reformasi tahun
> 1998, itu karena kalau kejadian serupa Indonesia
> terjadi di Amerika, Kanada
> atau negara maju lainnya, maka sosok seperti AR
> itulah yang akan terpilih
> menjadi kepala negara. Karena terlepas dari unsur
> keagamaan AR adalah seorang
> yang mumpuni sebagai pemimpin, dimana ia mampu
> menggerakkan mahasiswa, dengan
> landasan perjuangan bangsa, bukan partai. Sedangkan
> Mega jika pergolakan
> terjadi tahun sebelumnya dari yang saya baca itu
> hanya dikarenakan pembelaan
> terhadap PDIP, bukan bangsa dan negara (kalau saya
> tidak salah baca).
>
> Itulah yang saya tangkap dari koran koran Kanada
> pada waktu itu. Tetapi
> sayangnya Indonesia sendiri unik, meskipun kondisi
> sudah membuktikan
> sedemikian rupa, eh hasil yang dicapai berbeda.
>
> Yuni
>
>
>
> Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya kira Amien Rais perlu berkecimpung lebih dalam
> dulu dan tidak langsung
> menjadi Presiden. Bung Dodi boleh percaya dengan
> Amien Rais begitu juga
> dengan 4 juta lebih penduduk lainnya yang ikut
> memilih PAN. Masalahnya ada
> 22 juta lebih rakyat yang lebih percaya PDIP yang
> diketuai oleh Megawati.
>
> Dody Ruliawan wrote:
>
> > Saya rakyat jelata ikut-ikut nimbrung nih.
> > Proses reformasi yang terjadi di Indonesia itu
> memang
> > rame sekali. Ada ini ada itu, si ini lawan si itu,
> kekerasan, darah,
> > saling sikut, koalisi...pokoknya ada macam-macam
> lah.
> > Saya mencoba untuk menyederhanakan permasalahan,
> dan membahasnya,
> > begini :
> > 1. Apa yang diharapkan dari reformasi ?
> > Ujung-ujungnya reformasi sebenarnya sama saja
> dengan cita-cita yang
> > dimiliki oleh pendiri RI, dan itu bisa dibaca di
> pelajaran sejarah,
> > mulai dari proklamasi, Pancasila, UUD45, pokoknya
> orang yang "makan
> > sekolahan" pasti tahu deh wong dari SD sudah
> diajari yang itu.
> > Terus, yang mengenai peran internasional kita
> singkirkan dulu, hasilnya
> > adalah bahwa sebenarnya siapapun yang memerintah
> RI wajib untuk
> > berusaha "menjadikan rakyat adil dan makmur".
> >
> > 2. Siapa yang layak jadi pemimpin kita ?
> > Seperti kita ketahui bahwa untuk mewujudkan
> cita-cita
> > itu perlu "sistem" yang mendukung. Nah, kalau saya
> katakan harus ada
> > "software" dalam hal ini perundangan, dan
> "brainware" dalam hal ini
> > kualitas pemimpin / penyelengara negara yang baik
> maka kita akan
> > sama-sama tahu bahwa "brainware" yang kita miliki
> itu nggak bener.
> > Boro-boro menciptakan "software" yang baik, ini
> yang diciptakan malah
> > software (dan lingkungannya) yang mendukung KKN.
> > Mahasiswa dan rakyat pun melihat hal ini dan
> ujung-ujungnya adalah
> > tuntutan "ganti semua pemimpin yang KKN" atau
> sering juga dibilang
> > "ganti Soeharto" karena diharapkan dengan
> mengganti presiden dengan
> > presiden yang "baik" maka otomatis dia akan
> menunjuk orang-orang yang
> > "baik" pula di pemerintahan.
> > Jadi siapapun yang dipercaya oleh rakyat (bahasa
> sekarang "memiliki
> > legitimasi") dan diperkirakan memiliki "brainware"
> yang baik maka dia
> > bisa menjadi presiden dan diperkirakan akan sukses
> membawa RI menjadi
> > negara yang mempunyai rakyat yang "adil dan
> makmur".
> >
> > 3. Mengapa Megawati (MS) banyak ditentang ?
> > Kalau diperhatikan, yang banyak menentang ini
> dibagi menjadi 3 kelompok
> > :
> > a. Alasan agama; memang mau tidak mau beginilah
> kehidupan nyata di
> > Indonesia, sebagian besar penduduknya beragama
> Islam (walaupun sebagian
> > besar bukan santri karena istilahnya "Islam KTP")
> namun pendapat
> > sebagian besar (tidak saya katakan sebagai
> mayoritas, tapi cukup besar)
> > ini perlu diperhatikan walaupun pemeluk agama lain
> agak heran (dan
> > menggerutu)terhadap pemikiran umat Islam di
> Indonesia.
> > b. Alasan kompetensi / kepiawaian; mbak Yuni
> sudah menyebutkan banyak
> > sekali contoh tentang MS yang sayang sekali
> menjadikan MS "tidak bisa
> > meyakinkan para politisi lain" dalam hal
> kompetensi ini.
> > Kita sama-sama maklum bahwa tantangan yang
> dihadapi Indonesia saat ini
> > benar-benar memerlukan orang yang "bener" dan
> "pinter" dan "tidak mudah
> > keblinger". Dalam hal ini "rapot" MS banyak
> merahnya.
> > Rakyat juga mengerti kok, pak Habibie yang doktor
> dan lama menjadi
> > menteri saja tiba-tiba bisa menjadi "bodoh" dalam
> politik karena
> > "diumpani" masukan-masukan yang salah. Sebut saja
> berapa keputusan yang
> > dikoreksi dan "salah ngomong" misalnya mengenai
> "KOMAS" dan pembicaraan
> > dengan Andi Ghalib ?
> > Indonesia jaman ini tidak memerlukan pemimpin yang
> seperti itu, nanti
> > kalau sudah adil makmur bolehlah agak salah-salah
> tapi pemimpin yang
> > sekarang harus "hebat" dan harus bisa mengobati
> Indonesia yang
> > sakit-sakitan ini.
> > c. Alasan "adal bukan musuh Soeharto";
> penganutnya adalah pendukung
> > Soeharto yang takut akan "merana" kalau MS akan
> melakukan "balas
> > dendam", ingat juga bahwa perseteruan pak Harto
> dan bung Karno itu
> > bukan perseteruan yang "biasa".
> >
> > Kesimpulannya, masalah MS ini cukup rumit karena
> pihak yang "kontra"
> > cukup banyak dan nampaknya tidak mudah untuk
> diajak "kompromi".
> >
> > Kalau MS dan PDIP agak mau "bergeser banyak" dari
> alur pemikiran yang
> > sekarang berlaku (partai yang banyak dipilih pasti
> calon presidennya
> > disahkan oleh MPR) maka hasil pemilu bisa
> diartikan sebagai berikut :
> > "PDIP, mohon supaya partai anda itu bekerjasama
> dengan yang lain untuk
> > mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur"
> > Dengan begitu PDIP bisa "legowo" menerima presiden
> lain selain MS
> > karena PDIP pada dasarnya menerima posisi sebagai
> partai "yang sangat
> > berpengaruh" karena banyaknya wakil di DPR/MPR.
> Jadi perjuangan itu
> > tidak selalu berarti menjadikan ketua partainya /
> MS sebagai presiden
> > karena bisa jadi kalau MS jadi presiden kemudian
> Indonesia malah lebih
> > terpuruk lagi ?
> >
> > Kalau ditanya siapa yang layak untuk jadi
> presiden, dengan
> > memperhatikan banyak hal maka saya sendiri memilih
> Amien
=== message truncated ===
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com