Salam PERMIAS, Boy, policy yang menentukan apakah mailing list ini terbuka atau tidak datangnya bukan dari saya, melainkan dari para pengurus mailing list ini pada jaman dahulu. Para pengurus mailing list yang ada saat ini pun saya rasa perlu menghormati keputusan yang telah diambil oleh the founding fathers of this mailing list, which you can read at the PERMIAS website (http://www.permias.org). Saya melihat bahwa alternatif untuk PERMIAS memiliki mailing list sendiri adalah: 1. Membentuk mailing list baru (which akan kami akomodasikan, dengan permias.org domain yang kita miliki) 2. Aktif dalam kepengurusan dan ikutan didalam [EMAIL PROTECTED] mailing list yang berisi para pengurus PERMIAS dari seluruh Amerika. Hal ini juga sangat menarik untuk didiskusikan dalam Kongres mendatang dan saya lihat dapat dimasukan kedalam agenda Kongres kita. Nah, disinilah anda bisa menyampaikan aspirasi anda mengenai mailing list kita ini, dan kemudian dapat melakukan berbagai usulan yang kita miliki tentang mailing list ini. Juga, jangan lupa ikutan dan bawa temen yang banyak, biar diskusinya seru. Sampai jumpa di KSNP 99 di Washington ! Salam kenal dan kompak selalu, Okki On Fri, 25 Jun 1999, Boy anderesta wrote: > Tentang pandangan saya terhadap milis ini tetap tidak berubah. Idealnya, > milis ini hanya bisa diakses oleh mahasiswa. Tapi karena Okki sendiri sudah > mempunyai kebijaksanaan untuk meng-go publik-kan milisnya, ya mau tidak mau > semua harus menerima dong. > Tapi efek negatifnya menurut saya antara lain; diskusi picisan tentang agama > yang berakhir dengan gontok gontokan masih bakalan terus berlangsung. Kenapa > sih tidak belajar sama anak anak Cleveland. Katanya Irwan napitupulu dalam > email yang lalu, di dalam milisnya Permias Cleveland agama itu topik yang > tidak dibicarakan, agar keakraban antar anggota permias tidak terganggu. > Itu satu, lalu untuk Okki, > Saya pengen bilang aja kalo milis ini memang udah keluar dari jalur nya. Anak > anak permias sekarang merasa milis ini ngga guna untuk dipake sebagai jalur > komunikasi. > Contohnya, untuk mengundang permias lain ikutan acara olahraga, kita lebih > suka menghubungi lewat irc, email dan telpon. Memposting acara permias di > sini malah kadang kadang suka dicela, dan dijadiin bahan debat. Ngapain coba > ? > Acara, acara kita, kok boleh bolehnya orang yang ada di "God Knows Where" > memperdebatin. Katanya ngga prihatin lah, anak mahasiswa cuma bisa hura hura > lah.. > Padahal loe kan juga tau Ki, kalau anak anak sini juga kerja, belajar dan > bikin sumbangan buat Indonesia. Jadi loe sebagai orang yang juga ngurus milis > ini, ikut deh ngebantuin biar anak anak Indonesia ngga pada males pake milis > ini. > > Lagipula kalo saban hari dicecokin ama politik dan agama, kan pada enek juga. > Ya emang sih bisa di delete. Tapi kan akhir nya lebih baik sign off aja > daripada delete trus. > Sorry nih, saya ( atau gue yah enaknye ) emang belom pernah ketemu sama Okki, > tapi anak anak NY dan DC banyak yang tau elo. Jadi ya gitu lah Ki, kan > katanya PERMIAS mailing list. Saya sih kalo boleh usul, milis ini ganti nama > aja jadi Forum Internasional Mahasiswa Indonesia. Kalau gini saya yakin > peminatnya lebih banyak, dan yang buat Mahasiswa di Amerika, milingnya > ditutup buat umum. Ini usul doang loh. > Sampe ketemu nanti deh di Kongres.
