At 10:41 PM 7/1/99 -0400, you wrote:
>Ikut berduka cita juga.
>
>Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>
>> Saya sedih membaca peristiwa demo berdarah
>> di halaman KPU.
>> http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/02/UTAMA/poli01.htm
>>
>> Yang tidak habis pikir lagi, ketika saya membaca bagian paragraf
>> berikut ini dari artikel yg termuat di alamat atas:
...
Yw: Too bad. Kejadiannya memang bikin 'miris'. Saya lihat
langsung bagaimana gebuk-gebukannya di televisi (SCTV
kalau tidak salah). Hanya kalau saya perhatikan, mood
sementara kalangan, sekarang sudah lain.
Situasi dan mood yg 'lain' itu, terutama terjadi karena
rakyat banyak sudah punya gambaran hasil pemilu. Jadi
begitu mereka tahu PRD, siapa itu PRD, apakah partai itu
pilihan mereka? PRD itu mewakili berapa persen rakyat?
Orang jadi cenderung cuwek.
Saya sendiri terus terang miris. Sebagai orang yg
not so long time ago pernah di jalanan juga (ngeluyur
sana, ngeluyur sini), saya bisa gamblang mbayangin
gimana rasanya berada di tengah situasi chaotic begitu.
Apakah anda polisi, apakah anda di pihak lainnya, apakah
anda wartawan, apakah anda the wrong person at the wrong
place at the wrong time, apapun anda, segede apapun badan
anda, seprima apapun stamina anda, di jalanan anda tidak
ingin berada di tengah-tengah gebuk-gebukan massal.
Saya doain para netters permias semaunya baik-baik aja
dan gembira selalu. ;-)