Bung Nasrullah, 

Manas-manasin lagi nih? atau memprovokasi? (Mardhika bertanya)

saya hanya ingin mengomentari pernyataan ttg tuduhan dari Artikel ini
ttg adanya propaganda yang memojokkan dari Huaren int'l atau World Huaren
Federation, yang dapat juga anda check di www.huaren.org. 

Bukan hanya Huaren yang ikut memperjuangkan nasib para warga keturunan yang
menjadi korban pada bulan Mei 1998 lalu, tetapi juga banyak dari
Organisasi-organisasi dalam negeri (Pribumi) yang juga ikut membela
perlakuan semena-mena terhadap para warga keturunan ini. Banyak pula
organisasi-organisasi Muslim yang menentang atau menyangkal peristiwa ini
dengan dalih bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin memojokkan Agama Islam
( ABRI atau Nasrani ?)  

Pemerintah juga telah mengakui adanya Kekerasan yang menimpa para, walaupun
tidak diakui secara langsung oleh Presiden Habibie, namun telah diambil
kesimpulan bahwa peristiwa Perampokan, perusakan, penjarahan, pembunuhan, dan
pemerkosaan, memang 'terjadi' dan ini adalah
'kenyataan'yang memang terjadi pada bulan Mei 1998. Terlepas dari
jumlah-jumlah korban pemerkosaan yang sampai saat ini hasilnya masih
meragukan, karena perbedaan versi yang diakui oleh pemerintah dan penyelidikan
lapangan dari LSM-LSM seperti Tim Relawan pimpinan Romo Sandyawan. 

Isu-isu seperti peneriakan "Allahu'Akbar" oleh para pemerkosa, penjarah dan
pembunuh, seperti yang diungkapkan oleh para korban (diambil dari
artikel-artikel yang pernah memuat kisah-kisah Tragedi Mei 1998) juga masih
diragukan kebenarannya. Kalau memang benar, apakah ini hanya untuk menghasut
saja, agar para rakyat jelata (yang mayoritas adalah Muslim) akan ikut merusak
dan menganiyaya atau untuk menciptakan image yang menakutkan kepada para
minoritas (Kristen ataupun Keturunan yang mayoritas Kristen). Mengambil
kesimpulan bahwa hampir sebagian besar kalangan Kristen ataupun Keturunan
adalah masyarakat golongan menengah keatas yang diperkirakan menjadi target
dari para provokator-provokator (ABRI atau Prabowo?).

Menjawab dari isu-isu Kristenisasi oleh KH Abdullah Wasi'an, 
terutama: 

" Dinegara yang konon jumlah moslemnya terbesar didunia ini, orang orang Kafir
di Ambon dengan biadab dan keji berani-beraninya menyerang, membantai,
memperkosa dan mengusir orang orang Islam dari tanah Ambon."

Ada pertanyaan yang melintas di benak saya, Biarpun pemeluk agama mayoritas di
Indonesia adalah Muslim, apakah Indonesia sendiri adalah Negara muslim ataupun
Bangsa Muslim? Dalam konstitusi Republik ini (yg adalah sekuler, red.) Tidak
pernah tercantum atau tertulis bahwa Indonesia adalah negara Islam. 
Fakta yang turut menambah kekuatan sekulerisme di Indonesia, bahwa masih
banyak daerah-daerah di beberapa bagian Indonesia yang bukan bermayoritaskan
pemeluk Muslim. 

Di ambon sendiri, mayoritas adalah Kristen, apakah hanya karena di Propinsi
Maluku yang terjadi kekuatan imbang antara Muslim dan Kristen, atau karena
Negara Indonesia adalah mempunyai mayoritas Muslim adalah juga 
daerah atau teritori Muslim ? Yang pasti, ide separatisme di Indonesia akan
berkembang dan bertumbuh dengan suburnya. Apalagi dengan yang katanya
pencerahan umat Islam Indonesia yang ingin Islam lebih menjiwai setiap sendi
kehidupan Indonesia. Indonesia jelas akan pecah apabila Umat Islam Indonesia
menuntut bagian yang lebih besar. Non-Muslim akan berontak dan tidak lagi mau
menjadi bagian dari Republik Indonesia yang bermayoritaskan 
Islam (bukankah sekarang saja sudah, bahkan sejak jaman Soeharto dan Soekarno,
tetapi non-Muslim tidak berontak, karena kehidupan bernegara dan berbangsa
masih dijiwai oleh Semangat Nasionalisme bukan Islamisme)

Belum lagi dengan melejitnya perolehan suara pada Pemilu terakhir ini, Pemilu
1999, yang menunjukan bahwa partai-partai yang bernafaskan sekulerism atau
nationalis justru adalah pemenang dan mengalahkan partai-partai yang
bernafaskan Islam ataupun keagamaan lainnya. Jadi sungguhlah tidak tepat untuk
KH Abdullah Wasi'an mengatakan kutipan diatas tersebut. 

Jadi, bagi saya yang Muslim sekuler atau Muslim abangan, saya ngga peduli
dengan seruan Pak Kyai Haji ini. Karena saya tahu, seruan ini sebenarnya lebih
bersifat menghasut dan tidak didasari rasa saling menghargai. Plus, tidak ada
perasaan Persatuan dan Kesatuan dan tidak Nasionalis. 
(Mungkin tuduhan tidak patriotik, koruptor bangsa, dan penghianat tepat untuk
melukiskan kejelekan dari seruan ini)


Salam dan hormat, 
Mardhika Wisesa
(Forum Kerjasama Anti Rasialisme Indonesia)

Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
-----Original Message-----


PEMURTADAN BERKEDOK ISLAM
Membongkar Praktek Kristenisasi

BAGIAN KEDUA
Kristenisasi berawal dengan modus Penyerangan secara Ghozwul Fikri
Pemikiran )
Umat wajib waspada atas kemungkinan Penyerangan secara Phisik
Sebagaimana halnya terjadi di Bosnia, Kosovo, Ambon dll
Walau setumpuk fakta dan data sudah ada didepan mata, namun tanggapan para
tokoh umat Islam, ternyata dingin dingin saja. Mereka sudah saya beritahu,
tapi sepertinya belum ada suatu tindakan atau tanggapan yang berarti,
padahal ini cukup berbahaya, ujar Abu Deedad Shihab prihatin.

KH Abdullah Wasi'an juga menyayangkan sikap sebagian besar tokoh umat Islam,
"Kita sudah kasih peringatan pada mereka. Kita sudah beritahu mereka akan
bahayanya serangan ini. Tapi sayangnya mereka semua seakan tidak mau peduli.
Agaknya, kalau bahaya yang tidak kelihatan mereka tak mau ambil pusing.
Tanggapan serta perhatian dari tokoh tokoh umat sangat minim. Mungkin mereka
menganggap kita mengada ada, atau mungkin dalam penglihatan mereka hal ini
belum dirasa membahayakan umat. Jika nyata nyata diserang barulah mata
mereka terbuka, dan itu biasanya sudah terlambat, tuturnya sedih.

Peringatan yang disampaikan KH Abdullah Wasi'an tersebut mengingatkan kita
tentang apa yang telah terjadi di Ambon beberapa waktu yang lalu. Dinegara
yang konon jumlah moslemnya terbesar didunia ini, orang orang Kafir di Ambon
dengan biadab dan keji berani-beraninya menyerang, membantai, memperkosa dan
mengusir orang orang Islam dari tanah Ambon. Sangat mirip dengan apa yang
terjadi di Bosnia maupun di Kosovo.

Pola pola yang terjadi di Bosnia, Kosovo maupun di Ambon ternyata memiliki
kemiripan. Sebelum pihak Kafirin menyerang secara terbuka, mereka menggelar
dulu apa yang disebut sebagai Serangan Pemikiran atau Ghoswul Fikri.
Tujuannya, menjauhkan pemahaman umat Islam dari nilai nilai Islam itu
sendiri. Pengalaman Yuniar Nazir SE, patut dijadikan bahan renungan bagi
kita bersama.

Ibu beranak empat yang pernah tinggal di daerah Batu Gong, Ambon, sejak
tahun 1991 hingga 1995, menuturkan sebagian pengalamannya, "Saat pertama
tiba di Ambon, tampak sekali Ghozwul Fikri sudah sedemikian hebat
mencengkeram umat Islam disana. Menjawab salam saja mereka tak bisa.
Jangankan menemui wanita yang menutup rapat auratnya, minuman keras dan
pergaulan bebas sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Namun ketika umat
Islam disana diserang oleh orang orang Kafir yang selama ini disangkanya
baik baik saja, mata dan kesadaran mereka akan indentitas Islam baru
terbuka.

Bagaimanapun pedih dan perihnya, tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Islam
di Ambon baru  baru ini memiliki Hikmah tersendiri, suatu pelajaran berharga
yang amat mahal harganya. ( Lihat situs tragedi Ambon )

Sama sekali tidak tertutup kemungkinan apa yang terjadi di Bosnia, Kosovo,
Ambon, akan terjadi juga pula di tempat tempat lainnya. Jika saat ini baru
berupa Serangan Pemikiran lewat penerbitan brosur, buletin, pamflet, media
masa dan bahkan media Internet baik secara terang terangan ataupun dengan
berkedok HAM & KEMANUSIAAN, khususnya dikenal Yellow Ribbon Campaign yang
dipropagandakan oleh Hueren int'l yang berpusat di Hongkong, Indo Chaos,
Muzi dll dari situs yang menginsult / menghasut Indonesia sekaligus Islam
sampai penyebaran foto foto dan Cerita Vivian fake/palsu yang diambil dari
gambar gambar situs porno Asiandragons, ( lihat sitenya 123456789) dan masih
banyak lainnya.

Oleh karenanya sama sekali tidak tertutup, jika dirasa sudah cukup kuat maka
mereka akan menyerang kita secara Phisik. "Sejarah Kristenisasi memang tidak
terlepas dari bau darah". ungkap Theo Sjafei dalam pidatonya yang
menghebohkan itu (lihat sitenya)

Semuga umat Islam tetap menjaga kewaspadaannya. Musuh musuh dakwah
senantiasa mencari kesempatan guna menjauhkan umat Tauhid ini dari ajaran
NYA.

Mari Rapatkan Barisan

Sumber majalah Sabili
( Bersambung ke bagian Ketiga )



----------------------------------------------------------------------------
----


Click Here!
Jika ingin berjual-beli sesuai syariah Islam, silahkan bergabung ke
www.egroups.com/group/pasar-muslim. Kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]  untuk berlangganan


____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke