Sesuai dengan ajaran yang saya yakini :
Yaitu tidak ada yang namanya PAKSAAN (dengan segala turunannya) untuk masuk ataupun beribadah dalam keyakinan saya.
Jika saya mengajak seseorang kepada KEBENARAN dan orang tersebut tidak mau mengikuti saya, maka saya berlepas tangan. Sudah lepas tanggung jawab saya terhadap orang tersebut. Karena saya sudah yakin berada dalam kebenaran dan pada akhirnya saya sendirilah yang akan merasakan dan MENIKMATI hasil dari kebenaran tersebut, saya TIDAK MEMERLUKAN orang yang saya ajak tersebut untuk bersama-sama menikmati kebenaran, karena dia sudah menolak saya.
LAIN HALNYA ........
Jika seseorang yang berada dalam KESESATAN, ..... dengan segala daya dan upaya orang yang berada dalam kesesatan akan mengajak orang lain mengikuti jejaknya ..... SAMPAI orang lain ikut tersesat, karena orang yang sesat MEMERLUKAN orang lain agar merasa nyaman dan tenang, jika ada orang lain yang ikut bersama-sama merasakan siksa dan kesesatan.
Sebuah logika yang sederhana. Jadi perhatikan saja, siapa yang paling ngotot untuk "MENGAJAK" ........
Salam :-) Hadeer
|