Rekan Permias@ Yth,
Saya teruskan berita dibawah ini sebagai Informasi saja.
Silahkan mengambil konklusi sendiri.

Salam,
bRidWaN

-------------------------------------------------------------------------
>Selasa 13 Juli 1999 14:50 UTC
>
>* MENGAPA  WIRANTO  KINI BERMARKAS DI SUATU MENARA DI JAKARTA?
>
>Meski sudah tua dan sakit-sakitan, Selasa, Jenderal Besar Abdul Harris
>Nasution masih menyempatkan diri datang ke Istana Merdeka, menemui
>Presiden B.J. Habibie untuk menyatakan dukungan tokoh yang disebutnya
>sebagai kepada anak didiknya. Nasution menegaskan bahwa ia yakin Habibie
>akan terpilih kembali sebagai presiden karena posisi Habibie masih kuat.
>Tapi bagaimana dengan kalangan TNI yang lain? Rekan Djohan Talisipat
>melaporkan dari Jakarta:
>
>Ada yang menduga Nasution hanya mau mengimbangi Benny Moerdani yang kini
>nampak merangkul calon presiden Megawati Soekarnoputri. Kedua-duanya
>yang selama puluhan tahun punya garis politik yang berbeda bahkan sering
>bertentangan, saat ini masih bisa mempengaruhi para perwira senior di
>TNI. Benny Moerdani punya jalur ke perwira-perwira Jawa, nasionalis, dan
>nasrani. Sedangkan Nasution dikagumi oleh perwira-perwira Islam asal di
>luar Jawa. Padahal ketika ayah Megawati masih berkuasa Nasutionlah yang
>memadamkan pemberontakan-pemberontakan di daerah, mengarahkan daerah
>pada kekuasaan pusat.
>
>Bagaimana sebenarnya posisi militer pasca-pemilu? Setelah hasil pemilu
>menjadi jelas dan nampak bahwa pada akhirnya hanya akan ada dua kubu
>yang bertarung memperebutkan kursi Presiden RI ke empat, kini TNI seolah
>seorang petinju yang groggy mulai memasang kuda-kuda. "Tentara sekarang
>dapat dikatakan berada dalam posisi sebagai 'kingmaker' atau dengan kata
>lain mendikte siapa yang akan keluar sebagai pemenang". Demikian harian
>The New York Times mengutip pendapat Adam Schwarz, penulis buku "A
>Nation in Waiting ". Tentara setelah terpuruk dan dihujat ramai-ramai
>oleh massa rakyat selama satu tahun terakhir ini, tidak nampak punya
>agenda politik jelas, kecuali berusaha menempatkan dirinya pada kubu
>pemenang dan memastikan bisa mengontrol sendiri reformasi dalam
>tubuhnya.
>
>Ternyata kini TNI mulai pro-aktif. "TNI tak akan abstain", kata Jenderal
>Wiranto yang selama ini diketahui punya perjanjian rahasia dengan
>Habibie. Kalau sebelum pemilu ia sepakat mendukung Habibie dan
>bersamanya berupaya memenangkan pertarungan di Sidang Umum MPR mendatang
>sebagai calon wakil presiden, kini Wiranto mulai merobah haluannya.
>Konon ketika belum lama ini didekati Fanny Habibie, adik B.J. Habibie,
>Panglima TNI Jenderal Wiranto mengatakan akan berpikir-pikir dulu apakah
>akan menerima tawaran Rudy Habibie atau tidak. Tetapi serentak dengan
>itu di ibukota beredar cerita bahwa kubu Wiranto telah membentuk suatu
>tim sukses. Artinya Wiranto sendiri ingin meraup posisi presiden.
>
>TNI tidak hanya mau menjadi bandul penentu tetapi ingin menjadi jarum
>jam. Wiranto tampaknya sadar bahwa pada saat ini Habibie sudah tidak
>mungkin lagi menggesernya dari jabatan Menhankam Panglima TNI. Bukankah
>Habibie sendiri sudah mengatakan tidak akan melakukan perubahan kabinet
>sampai Sidang Umum MPR? Namun kepada mingguan Tempo, Wiranto masih
>bersikap hati-hati. Kebanyakan ucapannya nampak masih menguntungkan
>Habibie. Tetapi ia menjelaskan: "TNI telah memiliki kriteria pemimpin
>nasional yang akan datang. Dia harus mampu membawa bangsa ini keluar
>dari berbagai krisis yang melanda negeri ini dalam dua tahun terakhir.
>Salah satu kriteria ia juga harus punya visi dan kesepakatan untuk
>mempertahankan negeri ini sebagai sebuah kesatuan. Gagasan federasi
>jelas agak kebablasan." Demikian Menhankam Panglima TNI Jenderal
>Wiranto.
>
>Selain itu Wiranto menganggap bahwa ke-38 wakil TNI di parlemen telah
>terpilih secara demokratis. Mereka ada karena konstitusi, hasil
>kesepakatan wakil rakyat sebagaimana tertuang dalam dalam Undang-Undang
>Nomor 4 tahun 1999. Jadi kalau TNI disuruh abstain, 38 kursi itu jadi
>tidak ada artinya. Demikian Panglima TNI. Kelanjutan permainan Wiranto
>ini menarik untuk diamati, dan TNI masih perlu dicermati sambil
>mewaspadai kegiatan tim sukses Wiranto yang untuk sementara ini
>bermarkas di suatu menara di Jakarta.
>
>-----------------------------------------------------------------------
>Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum

Kirim email ke